<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5480674927697835235</id><updated>2011-11-27T16:11:00.030-08:00</updated><category term='Jambi'/><category term='Tebo'/><category term='bokar'/><category term='Perkebunan'/><category term='sarolangun'/><category term='karet alam'/><title type='text'>INFO KARET ALAM INDONESIA</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>52</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5480674927697835235.post-7253113141649996220</id><published>2010-10-09T21:54:00.000-07:00</published><updated>2010-10-09T21:54:32.431-07:00</updated><title type='text'>FENOMENA PLAGIRISME</title><content type='html'>Pertengahan bulan Februari 2010  masyarakat dihebohkan oleh berita seorang guru besar melakukan penjiplak (plagiat) karya imiha orang lain di Bandung, dan disebut-sebut pula dua orang calon professor di Yogyakarta sedang pula diteliti / diklarifikasi karya ilmiahnya, karena ada kecurigaan karya itu hasil penjiplakan.&lt;br /&gt;Banyak komentar di banyak media sahut menyahut, banyak pakar berbicara tentang plagiarisme, kendati akhir-akhir ini komentar tersebut telah boleh berkurang, inti dari komentar itu adalah semuanya mengutuk penjiplakan dilakukan oleh para pakar / dosen / peneliti termasuk tentunya oleh sang guru besar, tetapi bagai mana plagiarisme yang dilakukan oleh masyarakat yang lain, apakah dihalalkan?&lt;br /&gt;Plagiarism menggambarkan sesuatu perilaku yang tidak jujur dilakukan oleh sang guru besar, artinya guru besar, dosen, pakar, peneliti harus jujur, mahasiwa dan pelajar sebagai calon ilmuwan tentu harus jujur dan didik harus jujur pula. Sebaliknya akan timbul pertanyaan apakah sang guru besar itu selama pendidikannya melakukan kejujuran dan didik jujur dengan baik atau tidak, sehingga ia berlaku tidak jujur. Apakah selama mengajar di perguruan tinggi mendidikan kejujuran kepada mahasiwanya.&lt;br /&gt;Ketidak jujuran yang terjadi di negeri ini sudah merupakan wabah pendemi yang telah merasuki banyak orang dan disemua sisi kehidupan apakah mereka dosen, politisi, penegak hukum, pejabat birokrasi, pengusaha, petani, pelajar , petani, nelayan, orang kota, orang desa, dan lain-lain bahkan tokoh agama pun sudah ada yang berperilaku tidak jujur.  Hampir semuanya melalui jenjang pendidikan terutama pendidikan dasar, dan sebagian dari mereka itu juga dari perguruan tinggi, artinya lemabga pendidikan kita tidak berhasil menciptakan orang jujur. Dari sisi ini guru murid, dosen dan mahasiwa sudah sama-sama tidak jujur. Tidak mungkin dosen atau guru yang tidak jujur mendidik kejujuran kepada marid dan mahasiwanya, sepaling tinggi adalah mengajarkankan kejujuran, tetapi tidak didikan.&lt;br /&gt;Ketidak jujuran di lembaga pendidikan juga tidak berdiri sendiri, karena ketidak jujuran yang berkembang dimasyarakat merangsang ketidak jujuran di lembaga pendidikan, hal ini bisa dipahamami masayarakat dan lembaga pendidikan itu saling mempengaruhi, lembaga pendidikan bagian dari masyarakat, elite dan orang awam jebolan lembaga pendidikan.&lt;br /&gt;Paradoknya adalah orang membutuhkan orang lain untuk berlaku jujur kepadanya, kepada orang lain tidak terlalu peduli. Sesorang tidak senang ditipu atau diperlakukan oleh orang lain, kendati ia sebagai penipu. Kejujuran itu diperlukan oleh semua orang. Dengan kejuran konflik antar manusia akan sangat berkurang, karena salah satu sumber konflik adalah ketidak jujuran.&lt;br /&gt;Dampak Ketidak Jujujuran&lt;br /&gt;Akan timbul pertanyaan apa dampak ketidak jujuran dan berapa besar dampak tersebut yang mengerogoti hidup kita, dan berapa besar pula biaya ekonomi dan biaya sosial yang diakibatkan oleh ketidak jujuran tersebut, secara kuantitatif akan sulit sekali menjawabnya, secara kualititatif secara gamblang akan mudah menjawabnya yakni hidup semakin sempit karena aturan dan pengawasan semakin banyak melilit kehidupan dan merampas kenyamanan hidup.&lt;br /&gt;Karena semua orang menghendaki orang lain jujur, ketidak jujuran juga sudah merampok hak kita, maka dibuat berbagai undang-undang dan aturan agar semua orang, semua warga bangsa berlaku jujur, semakin hari semakin banyak saja aturan di masyarakat sehingga hidup sangat dibatasi oleh serba aturan.&lt;br /&gt;Karena tidak banyak orang jujur, dan aturan yang dibuat itu harus ditegakan dengan sanksi, maka harus pula ada pengawas, perlu jaksa, polisi, hakim, inspektorat, lembaga-lembaga pengawasan, sehingga hidup ini diawasi terus oleh orang lain, pengawas diawasi, pemerintah diawasi DPR, DPR diawasi rakyat, rakyat diawasi pemerintah, saling mengawasi hidup bertambah tidak nyaman. Pengawasan bukan hal yang gratis, pengawasan itu ada biayanya, berapa pula negara yang mengeluarkan anggaran untuk pengawasan akibat ketidak jujuran tersebut, barang kali ada 20 persen anggaran negara untuk pengawasan yang bertebaran di berbagai lembaga negara. Kalau lah bangsa ini berlaku jujur dan mau ikut aturan dengan jujur, biaya pengawasan akan dapat ditekan, sisanya dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tetapi ini suatu otopi saja barang kali.&lt;br /&gt;Membangun Kejujuran&lt;br /&gt;Apakah bangsa ini bisa ditingkatkan kejujurannya, karena kalau memperhatikan uraian diatas, serasa tidak mungkin, karena mewabah kemana-mana.&lt;br /&gt;Kejujuran dibangun dengan membuat aturan-aturan, hasilnya adalah terlalu banyak aturan, terlalu banyak pengawas, hidup menjadi tambah susah, terbuka peluang ketidak jujujuran, terjadi ketidak jujuran ber jamaah, terkenal dengan korupsi berjamaah, mafia (kejahatan terorganisasi, ilegal loging, fishing dan mining, mafia hukum, penyeludupan besar-besaran dan lain sebagainya. Jadi membangun kejujuran dengan aturan membuat ketidak jujuran semakin berkembang.&lt;br /&gt;Manusia ada pubta rasa iman kepada Tuhan, atau dapat dikatakan adanya rasa takut kepada Tuhan apapun agamanya. Barang kali meningkatkan keimanan seseorang akan dapat membuat orang takut untuk tidak jujur karena takut akan dosa. Jadi pendidikan agama ditingkatkan lagi, diberi waktu yang cukup disekolah, ada penugasan wajib beribadah di rumah ibadah. Dua dasa warsa terakhir ini pendidikan agama asal ada saja, tidak pelajaran pokok, berapapun nilainya tidak menjadi masalah dan tidak diuuji di ujian nasional.&lt;br /&gt;Kedua, membangkitkan rasa malu berbuat salah, artinya orang yang pernah berbuat salah harus dipermalukan, kendati sudah dihukum, ada hukuman sosial, gejala dua dasa warsa terakhir ini, agak berbeda kita seringga membanggakan koruptor, menyambut koruptor sebagai pahlawan, setiap ada penamgkapan koruptor, dibuat seolah-olah itu politisasi kepada sang pejabat.&lt;br /&gt;Rumah tangga sangat penting dalam pendidikan moral, etika adan agama, pendidikan etika di rumah tangga lebih tertuju pada tata pergaulan, bagaimana bekomunikasi dengan orang lain, etika berpakaian, etika makan dan lain sebagainya, tetapi jauh lebih penting adalah pendidikan moral, sehingga dirumah becara moral, begitu juga di tempat ibadah, sekolah dan masyarakat. &lt;br /&gt;Pendidikan bukan sekadar pengajaran, pendidikan adalah dengan kegiatan dan contoh nyata. Kendati sulit kalau pendidikan moral menjadi kegiatan bersam, satu generasi akan menjadi bangsa yang jujur. Semoga. [Jambi, 3 Maret 2010]***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5480674927697835235-7253113141649996220?l=infokaretalamindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/feeds/7253113141649996220/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5480674927697835235&amp;postID=7253113141649996220' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/7253113141649996220'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/7253113141649996220'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/2010/10/fenomena-plagirisme.html' title='FENOMENA PLAGIRISME'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5480674927697835235.post-8210090511751363726</id><published>2010-06-16T00:21:00.000-07:00</published><updated>2010-06-16T00:21:59.251-07:00</updated><title type='text'>DEBAT CAGUB PROVINSI JAMBI MENGECEWAKAN</title><content type='html'>Pada hari ini Selasa 14 Juni 2010, malam melalui siaran langsun MetroTv, diselenggarakan depat terbuka para calon gubernur  Jambi perode 2010-2015 dengan siran langsung. Kalau diperhatikan cara menanggapi pertanyaan para panelis, terkesan sangat memprihatikan. Karena hampir seluruhmya berprilaku, jago kilik, tetapi bisa menendan kearah gawan. Ada seorang panelis yang mengajukan pertanyaan yang diyakin akan bisa dijam dengan “cantik” yang akan bisa membantu cagub dimaksud, namum sang kandidat juga bisa dijawab dengan “cantik” pula, tenyata tidak, akhirnya sanga penanya tertunduk lesu, karena sudah diberi umpan yang baik, tetapi sang kandidat tidak dapat menendang sampai gol, malah bolanya menggelinding keluar lapangan.&lt;br /&gt;Suatu yang menarik adalah para candidat tersebut mempertontonkan kehebat mereka bersilat lidah, penelis bertanya, kandidat menjawab, semua pertanyaan dijawab dengan lengkap, kecuali yang ditanya. Hebatkan, (aneh tapi nyata)&lt;br /&gt;Yang menarik lagi adalah ditanyakan tentang beranikan para kandidat mengundurkan diri kalau janji politik tidak mampu diwujukan, tidak jawaban yang tegas dan lugas, tetapi dari semuanya dapat disimpulkan, mereka tidak akan mundur, kalau janji tidak dipenuhi, dan meyakinkanlah bagi saya semuanya sudah berbiat jang sudah diyakini tidak bisa dipenuhi (janji gombal gambul untuk menang saja pilkada saja.&lt;br /&gt;Satu pasangan  ada yang bersedia menyerahkan jabatan, kalau ada tuntutan rakyat ia mundur (minta di demo, baru ia mundur ? barang kali.&lt;br /&gt;Yang mengelikan lagi adalah debat calon gubernur melalau siaran langsung MetroTv, dimana pemirsanya terbatas, dan biaya sangat maha. Akan lebih baiki digunakan semua tivi daerah, yang serempak  atau dengan siaran tunda, melalui rekaman tanpan edit (seolah-olah live). &lt;br /&gt;Yang menarik bagi saya adalah terjadi “demkrasi aneh”, tidak jelas platform dari sepesang kandidat, yang ada jual kecap no 1, dia yang paling dalam segala hah, payah. (Jambi,  14 Juni 2010)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5480674927697835235-8210090511751363726?l=infokaretalamindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/feeds/8210090511751363726/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5480674927697835235&amp;postID=8210090511751363726' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/8210090511751363726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/8210090511751363726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/2010/06/debat-cagub-provinsi-jambi-mengecewakan.html' title='DEBAT CAGUB PROVINSI JAMBI MENGECEWAKAN'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5480674927697835235.post-2659402843926246922</id><published>2009-11-13T05:42:00.000-08:00</published><updated>2009-11-13T05:55:27.400-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='karet alam'/><title type='text'>Info Dari Pengasuh</title><content type='html'>Kepada Peminat Info Karet Alam Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama tama saya mengucapkan terima kasih, atas kesediaan Anda membaca blog Info karet Alam Indonesia, dengan pengunjung rata-rata 20-30 perhari, serta komenentar dan informasi mengenai karet alam, semoga bermanfaat bagi kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akhir_akhir ini, karena kesibukan di lapangan, saya jarang membuka blog ini, kepada anda yang membutuhkan informasi dari saya sebaiknya melalui email saya saja, dasrildaniel@yahoo.co.id, insyaallah, akan saya respon secepatnya, karena saya bisa menggunakan telpon genggam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;demikian, atas perhatian anda, saya ucapkan terima kasih&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5480674927697835235-2659402843926246922?l=infokaretalamindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/feeds/2659402843926246922/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5480674927697835235&amp;postID=2659402843926246922' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/2659402843926246922'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/2659402843926246922'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/2009/11/info-dari-pengasuh.html' title='Info Dari Pengasuh'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5480674927697835235.post-4556587212883709812</id><published>2009-06-22T13:40:00.001-07:00</published><updated>2009-06-22T13:43:56.921-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='karet alam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sarolangun'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bokar'/><title type='text'>Usaha Karet Sarolangun</title><content type='html'>Usaha Karet Sarolangun  Terancam Dimoanopoli Pihak Luar &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SAROLANGUN – Tampaknya Pemerintah Kabupaten (pemkab) Sarolangun harus serius menyikapi persoalan perdagangan karet yang diduga bakal dimonopoli oleh kelompok tertentu. Dugaan monopoli itu dengan cara mendirikan gudang di Kecamatan Pelawan.&lt;br /&gt;Dengan demikian pemilik pangkalan karet yang merupakan pedagang kecil dan menengah terancam gulung tikar, karena ada indikasi permainan antara pemiliki gudang dengan pabrik karet di Kabupaten Sarolangun dan sekitar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H. Mansur pemilik pangkalan di Tanjung Rambai saat dikonfirmasi mengakui keresahan rekan-rekan pemilik pangkalan dengan hadirnya gudang karet di Simpang Desa Sungai Merah Kecamatan Pelawan. Keresahan itu cukup masuk akal, karena monopoli sangat rentan terjadi dengan berbagai cara dan tehnis politis ekonomi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut H Mansur, pemiliki modal silahkan melalui pabrik memberikan harga dasar kepada pemilik pangkalan karet dalam wilayah Sarolangun, sehingga sebagian karet bisa didrop. Kalau pemilik gudang bermain dengan cara membeli karet hingga ke desa-desa kepada petani, maka pemilik pangkalan gulung tikar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita bisa bayangkan pemodal turun ke desa membeli karet, maka sudah pasti pangkalan tidak bisa bersaing sehingga tutup buku. Imbasnya sangat jelas, angka pengangguran akan meningkat karena tidak bisa lagi dipekerjakan,” bebernya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengantisipasi hadirnya monopoli perdagangan karet, H Mansur dalam waktu dekat bakal melayangkan surat keberatan kepada Bupati Sarolangun untuk tidak mengeluarkan izin pembangunan dan pendirian gudang. “Semua pangkalan tidak menerima kehadiran pangakalan karena berakibat fatal, kita kasihan melihat karyawan yang tak bisa lagi dipekerjakan karena pangkalan tak mampu bertahan, tentu imbas-imbas yang tidak diinginkan tak dapat dielakkan,” bebernya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap H Mansur didukung semua pemilik pangkalan. Diantaranya H Samosir Lubuk Sepuh, Sabaruddin Singkut 7, Sunyono Singkut 7, Effendi Pulau Pandan, Ilham Lubis Rantau Tenang, Suri Rantau Tenang, H Rosidin Singkut III, H Rusli dan pemilik pangkalan lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat keberatan tersebut ditembuskan kepada pejabat yang berwenang diantaranya Ketua DPRD, Kadis Perindagkop, Kepala KPTSP, Kadis Tata Kota, Camat Pelawan dan Kades Sungai Merah. (infojambi.com/AIR) Selasa, 23/06/2009 | 00:57 WIB&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5480674927697835235-4556587212883709812?l=infokaretalamindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/feeds/4556587212883709812/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5480674927697835235&amp;postID=4556587212883709812' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/4556587212883709812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/4556587212883709812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/2009/06/usaha-karet-sarolangun.html' title='Usaha Karet Sarolangun'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5480674927697835235.post-4813099998333773450</id><published>2009-06-18T14:06:00.000-07:00</published><updated>2009-06-18T14:08:09.507-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perkebunan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='karet alam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tebo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jambi'/><title type='text'>Pengembangan Kebun Karet Rakyat Terus Berlanjut</title><content type='html'>MUAROTEBO - Pengembangan kebun karet rakyat untuk Kabupaten Tebo terus berlanjut. Hal ini ini dilakukan sebagai bentuk upaya dalam rangka menunjang pilar pembangunan salah satunya adalah ekonomi kerakyatan, untuk tahun 2009 ini rencana replanting karet rakyat akan di lakukan dengan luas total seluruhnya sebanyak 2.975 Ha, masing-masing dengan dana yang diambil dari APBD Kabupaten Tebo seluas 400 Ha, dari APBD Provinsi seluas 2.500 Ha dan dari APBN (Dana Tugas Pembantu) seluas 75 Ha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini disampaikan oleh Bupati Tebo Drs.H.A.Majid Muas MM dalam suatu kunjungan kerja di salah satu desa terpencil di Tebo. “Program pengembangan kebun karet ini akan terus dilanjutkan pada tahun yang akan datang baik dengan dana APBD Kabupaten Tebo, APBD Provinsi dan APBN guna menunjang pilar pembangunan salah satunya adalah ekonomi kerakyatan,” ungkap Bupati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bupati menjelaskan, program pengembangan kebun karet rakyat ini khusus di Kabupaten Tebo sebenarnya telah dimulai sejak tahun 2001 lalu dengan sumber dana dari APBD Kabupaten Tebo dengan luas 108 Ha, kemudian dilanjutkan tahun 2002 seluas 750 Ha, tahun 2003 seluas 895 Ha, tahun 2004 seluas 650 ha, tahun 2005 seluas 600 Ha, tahun 2007 seluas 300 Ha dan tahun 2008 seluas 660 Ha.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Untuk tahun 2006/2007 kegiatan pengembangan kebun karet ini didanai oleh APBD Provinsi seluas 2.402 Ha dan tahun 2008 seluas 400 Ha sedangkan dari APBN tahun 2008 seluas 105 Ha,” beber Bupati lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga Bupati menyebutkan total luas pengembangan kebun karet rakyat di Kabupaten Tebo sampai dengan tahun 2008 adalah seluas 6.870 ha yang tersebar di seluruh wilayah Desa dan Kecamatan yang ada di Kabupaten Tebo, dan ini akan dilakukan terus secara bertahap tahun 2009 ini. (infojambi.com/SUK)  &lt;br /&gt;Sumber: Infojambi.com, Jumat, 19/06/2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5480674927697835235-4813099998333773450?l=infokaretalamindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/feeds/4813099998333773450/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5480674927697835235&amp;postID=4813099998333773450' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/4813099998333773450'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/4813099998333773450'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/2009/06/pengembangan-kebun-karet-rakyat-terus.html' title='Pengembangan Kebun Karet Rakyat Terus Berlanjut'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5480674927697835235.post-3775015419527747565</id><published>2009-05-29T12:44:00.000-07:00</published><updated>2009-05-29T12:44:22.918-07:00</updated><title type='text'>CERITA FIKRI TENTANG PASAR LELANG KARET</title><content type='html'>Kira-kira satu minggu yang lalu, seorang teman anak saya namanya Fikri, seorang anak desa kost di Jambi, kuliah di Fakultas Peternakan, Universitas Jambi, bercerita tentang keluarganya. Bapaknya bernama Lukman, S. Pd, berjuang mendapat gelar S1, di UT, karena mengajar  di SMA Negeri 2 Tanah Sepenggal Desa Tanah Periuk, Kec Tanah Sepenggal Lintas Kabupaten Bungo, tetapi dia sekarang sudah pensiun. Fikri juga bercerita tentang bundanya, yang petani karet dengan segala dinamikanya, banyak hal yang ia ceritakan tentang perkebunan karet, pada saat ini yang akan saya tulis, cerita Fikri tentang ibunya dan Pasar Lelang Karet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibunya bernama Umi Salmah tinggal di Desa Tanah Periuk, Kec Tanah Sepenggal, Kab Bungo, yang berjarak 1 km dari Pasar Lelang Karet Desa Lubuk Landai, kecamatan yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Fikri, ibunya disiplin tentang mutu karet, beliau tidak mau mencampur bekuan karetnya dengan benda asing seperti sampah, tanah dan kain sebagainya, karena hal itu sama dengan menipu, menipu itu haram, besar dosanya, membuat karet kotor itu sama dengan menzalimi orang lain, dengan siapa minta maaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum ada pasar lelang, keluarganya menjual karet tersebut kepada pedagang pengumpul yang ada didesa, baik yang menetap maupun yang datang pada hari menimbang (suatu hari tertentu, sekali dua minggu sesuai kebiasaan petani di Provinsi Jambi), ibunya selalu kecewa karena karena karet bersih yang dihasilkannya dihargai sama dengan karet kotor dihasilkan yang lain, kemudian timbangan waktu transaksi berbeda jauh dari perkirakan.  Mau menuntut kepada siapa ketidak adilan tersebut, beralih kepada pedagang mana, semuanya sama saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ada pasar lelang, ibunya selalu menjual kepasar lelang, dan kalau kebetulan libur kuliah, Fikri pulang kampung maka diajak Sang Emak untuk menemani ke Pasar Lelang, disitu Fikri merasakan kebahagiaan emaknya, karena dipasar lelang Emak bisa bertemu dengan teman-teman lain desa untuk bercengkrama sambil menikmati jajanan di sekitar Pasar Lelang. Ibundanya tersebut telah bisa menaksir berapa harga yang akan diterima karena ada harga indikasi yang diterbitkan oleh Dinas Perindag Kabupaten Bungo. Kemudian kebahagian lain datang setelah diumumkan harga penawaran tertinggi, kebahagian itu adalah harga karet emak Fikri sering mendapat harga tertinggi dibanding dari harga karet petani lain, karena karetnya sudah dikenal bersih, konsisten tidak pernah ada yang kotoran atau benda asing, dan homogen, semua lembaran karetnya sama bersihnya. Keteguhan imannya dan kejujuran dalam mengolah karet dihargai pantas, tidak seperti sebelum adanya Pasar Lelang, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awal-awal berdirinya Pasar Lelang, setiap sudah pengumunan hasil lelang Ibu Umi Salmah, bertindak sebagai “PPL Perkebunan” untuk melayani pertanyaan petani lain, mengapa harga karetnya tertinggi ? bagaimanan membuat bahan olah karet yang baik? Bisa terjadi diskusi hangat, ujung-ujungnya berbisnis karet yang jujur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fikri mengatakan, petani mengantar karetnya pagi hari dan, penimbangan bisa dilakukan pada sore hari sesuai giliran, kendati lama petani sabar menanti, atau sesudah karet diantar kepasar lelang, petani melanjutkan kegiatan, sedang untuk transaksi dititipa saja kepada tetangga. Petani tidak ragu keamanan karet dipasar lelang dijamin pengurus lelang, waktu penimbangan, dan trasakasi tidak perlu hadir sendiri, bisa diwakilkan kepada tetangga, dokumen (bon timbang) yang dikeluarkan pengurus valid, dan banyak saksi, jadi petani bergantian saja mewakili pada transaksi tidak menjadi masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keunggulan pasar lelang adalah harga jual jauh lebih tinggi dibanding harga diluar pasar lelang, mutu karet sangat menentukan harga, timbangan jujur, semua pungutan resmi, dibanding dengan perbedaab harga, pungutan yang rendah untuk operasional lelang tidak menjadi masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar cerita Fikri, saya temenung, pikiran saya menerawang ke Bungo, ingat teman saya yang bernama SUMEDI, petugas lapangan Disperindag Kab Bungo, yang rajin ke desa-desa di kabupaten tersebut, tidak tahu hujan atau terik matahari, honor yang tidak seberapa namun sabar berhadapan dengan petani, “Pahlawan Pasar Lelang Karet”  Kab Bungo, entah dimana dia sekarang, sudah lama kami tidak berkomunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerawangan pikiran saya, adalah suatu kendala di Pasar Lelang Karet Pedesaan, kalau vulumenya besar, penimbangan dan trasaksi bisa sampai malam,  besar kecilnya volume karet yang dijual petani di pasar lelang tergantung dengan musim yaitu penghujan atau kemarau, banyaknya hari menyadap pada satu periode pasar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasar lelang karet suatu lembaga lembaga pemasaran karet yang memberikan nilai tambah langsung kepada petani, dan dirasakan manfaatnya, sehingga pasar lelang di Provinsi Jambi, semenjak didirikan hampir tidak ada yang tutup, di Desa Panerokan Kabupaten Batanghari dan Bukit Baling, kabupaten Muaro Jambi, sudah berusia 20 tahun.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lebih tingginya harga di pasar lelang, dibanding dengan pedagang pengumpul karena ada efisiensi yang didapat melalui sistem lelang, teransparan dan adanya persaing fair diantara pedagang yang membeli melalui lelang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teringat masa lalu tahun 1989, merintis pertama pasar lelang di Provinsi Jambi, masa sulit karena banyak teman yang sinis dan skeptis tentang konsep pasar lelang karet di pedesaan, namun ada beberapa teman dan pejabat yang berkeyakinan konsep pasar lelang itu adalah konsep yang terbaik untuk meningkatkan pendapatan petani langsung dipedesaa, melalui peningkatan mutu karet, pewajaran harga, efisiensi dan tranparansi pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan merintis pasar lelang karet, saya mondar-mandir masuk desa keluar desa, dari ruang diskusi, keruang seminar dan lokakarya bersama  Prof Dr Bungaran Saragih dan Dr Ir. Bayu Krisnamurti di awal tahu sembilan puluhan. Sekarang pasar lelang karet telah berkembang di Provinsi Jambi, dan berbagai sentra karet di luar Provinsi Jambi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya dikejutkan oleh Sdr Fikri yang memecah lamunan saya, “mengapa bapak melamun”, “saya teringat keluarga petani di desa yang belum ada pasar lelang, yang masih menerima harga yang kurang layak, mutu  bokarnya masih buruk, dan suatu saat saya akan dapat melihat pasar  lelang di Desa Lubuk Landai tersebut” jawab saya tergagap.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kalau saya tidak salah, Pasar Lelang Lubuk Landai itu merupakan pasar lelang ke lima di Provinsi Jambi, tersebut  yang pernah saya kunjungi belasan tahun yang lalu untuk mempersiapkan berdirinya pasar lelang tersebut, Fikri-Man  tidak tahu itu, anak saya senyum-senyum mendengar saya seperti orang yang tidak tahu pasar lelang karet menanyai Fikri. Saat ini pasar lelang karet di Provinsi Jambi ada sekitar 20 unit atau di 20 desa. (Dasril Daniel, Jambi, 30 Mei 2009).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5480674927697835235-3775015419527747565?l=infokaretalamindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/feeds/3775015419527747565/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5480674927697835235&amp;postID=3775015419527747565' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/3775015419527747565'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/3775015419527747565'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/2009/05/cerita-fikri-tentang-pasar-lelang-karet.html' title='CERITA FIKRI TENTANG PASAR LELANG KARET'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5480674927697835235.post-321263305683919347</id><published>2009-05-25T06:30:00.000-07:00</published><updated>2009-05-25T06:31:57.509-07:00</updated><title type='text'>PERMINTAAN KARET KOMPON</title><content type='html'>Saya, atau  INFO KARET ALAM INDONESIA, mendapat sebua e-mail dari sdr Ir. Muhammad Rizal , yang bunyinya sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan hormat,&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pa' Dasril, setelah membaca ulasan bapak mengenai karet alam indonesia. Saya bermaksud untuk mencari informasi dimana penghasil karet yang sudah berupa kompon untuk dijual. Mungkin bapak mempunyai informasi dimana penjualnya? adapun karet kompon tersebut akan digunakan untuk pabrik ban.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Demikian pertanyaan saya, terima kasih atas perhatian Bapak&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hormat Saya,&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ir. Muhammad Rizal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ada diantara pembaca yang mempunyai informasi, dapat menghubungi Sdr Muhammad Rizal melalui e-mail   rizal18@cbn.net.id&lt;br /&gt;Terima kasih&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5480674927697835235-321263305683919347?l=infokaretalamindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/feeds/321263305683919347/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5480674927697835235&amp;postID=321263305683919347' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/321263305683919347'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/321263305683919347'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/2009/05/permintaan-karet-kompon.html' title='PERMINTAAN KARET KOMPON'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5480674927697835235.post-558779764121563250</id><published>2009-05-05T08:09:00.000-07:00</published><updated>2009-05-05T08:10:01.981-07:00</updated><title type='text'>KARET ALAM</title><content type='html'>Karet alam adalah jenis karet pertama yang dibuat sepatu. Sesudah penemuan proses vulkanisasi yang membuat karet menjadi tahan terhadap cuaca dan tidak larut dalam minyak, maka karet mulai digemari sebagai bahan dasar dalam pembuatan berbagai macam alat untuk keperluan dalam rumah ataupun pemakaian di luar rumah seperti sol sepatu dan bahkan sepatu yang semuanya terbuat dari bahan karet. Sebelum itu usaha-usaha menggunakan karet untuk sepatu selalu gagal karena karet manjadi kaku di musim hujan dan lengket serta berbau di musim panas seperti yang pernah dilakukan oleh Roxbury Indian Rubber Company pada tahun 1833 dengan cara melarutkan karet alam terpentin dan mencampurnya dengan hitam karbon untuk menghasilkan karet keras yang tahan air&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Struktur dasar karet alam adalah rantai linear unit isoprene (C5H8) yang berat molekul rata-ratanya tersebar antara 10.000 - 400.000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat-sifat mekanik yang baik dari karet alam menyebabkannya dapat digunakan untuk berbagai keperluan umum seperti sol sepatu dan telapak ban kendaraan. Pada suhu kamar, karet tidak berbentuk Kristal padat dan juga tidak berbentuk cairan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan karet dengan benda-benda lain, tampak nyata pada sifat karet yang lembut, fleksibel dan elastis. Sifat-sifat ini memberi kesan bahwa karet alam adalah suatu bahan semi cairan alamiah atau suatu cairan dengan kekentalan yang sangat tinggi.Namun begitu, sifat-sifat mekaniknya menyerupai kulit binatang sehingga harus dimastikasi untuk memutus rantai molekulnya agar menjadi lebih pendek. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses mastikasi ini mengurangi keliatan atau viskositas karet alam sehingga akan memudahkan proses selanjutnya saat bahan-bahan lain ditambahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sifat-sifat karet alam ini yang dapat memberikan keuntungan atau kemudahan dalam proses pengerjaan dan pemakaiannya, baik dalam bentuk karet atau kompon maupun dalam bentuk vulkanisat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bentuk bahan mentah, karet alam sangat disukai karena mudah menggulung pada roll sewaktu diproses dengan open mill/penggiling terbuka dan dapat mudah bercampur dengan berbagai bahan-bahan yang diperlukan di dalam pembuatan kompon. Dalam bentuk kompon, karet alam sangat mudah dilengketkan satu sama lain sehingga sangat disukai dalam pembuatan barang-barang yang perlu dilapis-lapiskan sebelum vulkanisasi dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keunggulan daya lengket inilah yang menyebabkan karet alam sulit disaingi oleh karet sintetik dalam pembuatan karkas untuk ban radial ataupun dalam pembuatan sol karet yang sepatunya diproduksi dengan cara vulkanisasi langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vulkanisasi karet alam sangat baik dalam hal-hal berikut:&lt;br /&gt;• Kepegasan pantul&lt;br /&gt;Hal ini menyebabkan timbulnya kalor (heat build up) rendah, yang sangat diperlukan oleh barang jadi karet yang akan mengalami hentakan berulang-ulang.&lt;br /&gt;Sifat inilah yang menyebabkan karet alam selalu dipakai dalam pembuatan ban truk dan kapal terbang yang sulit disaingi oleh karet sintetik.&lt;br /&gt;• Tegangan putus&lt;br /&gt;• Ketahanan sobek dan kikis&lt;br /&gt;• Fleksibilitas pada suhu rendah&lt;br /&gt;• Daya lengket ke fabric atau logam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sol sepatu sangat memerlukan sifat-sifat tersebut di atas, karena itu karet alam adalah pilihan sangat tepat. Secara umum sol sepatu membutuhkan kekuatan, ketahanan kikis, dan ketahanan sobek yang tinggi. Vulkanisat karet alam kuat dan tahan lama bahkan dapat digunakan pada suhu -60°F. Karet alam bisa dibuat menjadi karet yang agak kaku tetapi masih mempunyai fleksibilitas dan ketahanan kikis, ketahanan retak lentur serta kekuatan tinggi. Hal ini menguntungkan dalam pembuatan sol sepatu karena sol sepatu bisa dibuat tipis (seperti sol luar sepatu olahraga), sambil tetap menjaga agar tidak merasakan batu sewaktu berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menurunkan ongkos produksi, selain karet alam, kompon sol berwarna hitam bisa ditambah dengan karet reclaim dan bekas vulkanisat yang tidak terpakai yang banyak terdapat di pabrik. Untuk kompon putih, yang dipakai haruslah karet reclaim putih dan bekas vulkanisat putih juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekakuan vulkanisat dapat ditingkatkan dengan penambahan resin dengan kadar styrene yang tinggi dan diperhitungkan sebagai jumlah karet. Perlu diingat utnuk keperluan eksport hendaklah kompon yang baik, yaitu yang mengandung bahan-bahan yang baik pula yang dipakai.&lt;br /&gt;Walapupun kalor yang timbul dari karet alam lebih rendah dari karet sintetik seperti SBR, tetapi karet alam agak kurang tahan terhadap panas dibanding SBR. Karet alam tidak tahan ozon dan cahaya matahari. Ketahanan terhadap minyak dan pelarut hydrocarbon sangat buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kandungan Alami Karet Mentah&lt;br /&gt;Karet alam mengandung beberapa bahan antara lain: karet hidrokarbon, protein, lipid netral, lipid polar, karbohidrat, garam anorganik, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Protein dalam karet alam dapat mempercepat vulkanisasi atau menarik air dalam vulkanisat. Beberapa lipid ada yang merupakan bahan pencepat atau antioksidan. Protein juga dapat meningkatkan heat build up tetapi dapat juga meningkatkan ketahanan sobek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karet alam lama kelamaan dapat meningkat viskositasnya atau menjadi keras. Ada jenis karet alam yang sudah ditambah bahan garam hidroksilamin sehingga tidak bisa mengeras dan disebut karet CV (contant viscosity). Karet alam bisa mengkristal pada suhu rendah (misalkan -26°C) dan bila ini terjadi, diperlukan pemanasan karet sebelum diolah pabrik barang jadi karet. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://industrikaret.wordpress.com/2008/05/12/hello-world/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5480674927697835235-558779764121563250?l=infokaretalamindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/feeds/558779764121563250/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5480674927697835235&amp;postID=558779764121563250' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/558779764121563250'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/558779764121563250'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/2009/05/karet-alam.html' title='KARET ALAM'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5480674927697835235.post-8879599481168872577</id><published>2009-05-05T08:07:00.000-07:00</published><updated>2009-05-05T08:08:35.879-07:00</updated><title type='text'>Harga Ekspor Karet Mulai Membaik</title><content type='html'>Palembang, Kompas - Harga karet kualitas ekspor di Palembang, Senin (4/5), mengalami kenaikan dari Rp 15.020 per kg menjadi Rp 15.181 per kg. Kenaikan ini berlangsung terus sejak beberapa pekan terakhir.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Data Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumatera Selatan di Palembang menunjukkan, dalam beberapa hari terakhir harga karet kualitas ekspor jenis SIR 20 di pasaran internasional mengalami kenaikan dibandingkan sebelumnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Beberapa pedagang pengumpul ketika ditemui sebelum transaksi di kawasan pabrik pengolahan karet kawasan Kertapati, Palembang, mengatakan, harga jual karet kualitas ekspor dalam sebulan terakhir memang sudah ada kenaikan, kemudian turun lagi dan seterusnya atau masih fluktuatif.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Harga karet kualitas ekspor mulai ada kenaikan sehingga ada pengaruhnya terhadap harga di tingkat petani yang juga ikut mengalami kenaikan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;”Harga karet di tingkat petani sekarang ini kisaran Rp 6.500 per kg atau mengalami kenaikan dibandingkan bulan lalu yang hanya Rp 5.500 per kg,” kata Muskar, pedagang pengumpul.&lt;br /&gt;Menurut dia, harga karet di tingkat petani sekarang ini mulai membaik, tetapi masih jauh dari harga normal seperti pada tahun 2007.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Karena itu, dia berharap harga karet tersebut beberapa hari mendatang akan terus mengalami kenaikan. Dengan demikian, para petani yang sebagian besar hanya mengandalkan dari hasil salah satu komoditas andalan Sumsel tersebut tidak mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Data Dinas Perkebunan Sumsel menunjukkan, luas areal perkebunan karet di provinsi tersebut hampir 1 juta hektar, tersebar di beberapa daerah penghasil, seperti Kabupaten Muara Enim, Musi Banyuasin, Lahat, Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Ilir, dan Banyuasin.(ANTARA/BOY&lt;br /&gt;Sumber : Kompas 5 Mei 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5480674927697835235-8879599481168872577?l=infokaretalamindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/feeds/8879599481168872577/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5480674927697835235&amp;postID=8879599481168872577' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/8879599481168872577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/8879599481168872577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/2009/05/harga-ekspor-karet-mulai-membaik.html' title='Harga Ekspor Karet Mulai Membaik'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5480674927697835235.post-1885953025019266063</id><published>2009-05-05T08:04:00.000-07:00</published><updated>2009-05-05T08:06:36.824-07:00</updated><title type='text'>Tanjabtim Butuh Pasar Pelelangan Karet</title><content type='html'>MUARASABAK- Kabupaten Tanjung Jabung Timur akan membangun pasar lelang karet di beberapa desa, diharapkan para petani tidak lagi menjual karet kepada tengkulak dengan harga yang sangat rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Selama ini mereka menjual dengan para tengkulak yang datang ke temat mereka dengan harga yang jauh lebih murah,’’ kata Kepala Dinas Kehutanan Tanjab Timur, Erwin &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Erwin, pihaknya akan bekerjasama dengan Deperindag untuk membangun pasar lelang karet di daerah-daerah sentra penghasil karet di Kabupaten Tanjabtim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, harga karet cukup berfariasi yang berkisar dari Rp. 6000 hingga Rp.7000. padahal sebelumnya harga karet bisa mencapai Rp.15 ribu. (Infojambi.com/Ven/Tam)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5480674927697835235-1885953025019266063?l=infokaretalamindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/feeds/1885953025019266063/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5480674927697835235&amp;postID=1885953025019266063' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/1885953025019266063'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/1885953025019266063'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/2009/05/tanjabtim-butuh-pasar-pelelangan-karet.html' title='Tanjabtim Butuh Pasar Pelelangan Karet'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5480674927697835235.post-6525678322812793789</id><published>2009-04-30T10:29:00.000-07:00</published><updated>2009-04-30T10:30:35.863-07:00</updated><title type='text'>Ekspor Karet RI Jauh di Dibawah Kuota</title><content type='html'>ITRC tidak berwenang beri sanksi   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA: Eksportir karet mengurangi volume ekspor selama kuartal I/2009 sebanyak 197.423 ton atau 170% dibandingkan dengan kesepakatan dengan tiga negara anggota ITRC sebanyak 116.000 ton. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, volume ekspor selama kuartal I lebih rendah dari target sebelumnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Suharto Honggokusumo mengatakan selama kuartal I/ 2009, pengurangan volume ekspor karet telah melebihi kuota yang telah disepakati oleh International Tripartite Rubber Council (ITRC). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami [Gapkindo] telah mengurangi volume ekspor karet. Kalau tidak mematuhi itu [pengurangan volume ekspor], maka akan dimarahi ITRC, karena telah menjadi kesepakatan bersama," ujarnya kepada Bisnis, kemarin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Suharto, berdasarkan kesepakatan ITRC, Indonesia dapat mengekspor karet selama semester I tahun ini sebanyak 499.459 ton, tetapi realisasi ekspor hanya 418.037 ton. Hal itu disebabkan pengurangan yang dilakukan melebihi kuota yang telah diberikan ITRC. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia, Thailand, dan Malaysia yang tergabung dalam ITRC telah membuat kesepakatan pengurangan volume ekspor karet alam selama 2009 sebesar 915.000 ton atau 16% dari total ekspor 2008. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program pengurangan ekspor itu dimaksudkan untuk menjaga stabilitas harga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Total pengurangan sebesar 915.000 ton terdiri dari 700.000 ton melalui skema kesepakatan ketiga negara (Agree Export Tonnage Scheme/AETS), sedangkan 215.000 ton sebagai dampak dari peremajaan pohon karet dengan penebangan karet yang dinilai telah tua dan tidak produktif lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Suharto, pengurangan kuota ekspor tersebut bertujuan menyeimbangkan pasokan sehingga harga tidak jatuh dan diharapkan stabil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa sanksi &lt;br /&gt;Berbeda dengan data Gapkindo, Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan, Ditjen Perdagangan Luar Negeri, Departemen Perdagangan Yamanah A.C. mengatakan program pengurangan volume ekspor karet selama kuartal I terealisasi hanya 66% atau 76.560 ton. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Harga karet kan mulai membaik. Jadi tidak masalah untuk mengekspor dalam jumlah besar. Tidak ada sanksi dari kesepakatan ITRC," ujarnya. &lt;br /&gt;Menurut Yamanah, pengurangan volume dilakukan untuk menjaga agar harga tidak anjlok, sehingga saat harga mulai membaik, para eksportir agar melakukan pengapalan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menambahkan tidak ada sanksi dari kesepakatan ITRC, karena hanya bersifat imbauan dan kesadaran masing-masing negara untuk menjaga harga karet di pasar internasional tetap stabil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekspor karet ketiga negara akan dikurangi sebanyak 270.000 ton atau 38,7% dari AETS selama kuartal I/2009. Kuota ekspor karet dari Indonesia dikurangi sebesar 116.000 ton selama kuartal I/2009, sedangkan Malaysia harus memangkas sebanyak 22.000 ton dan terbesar dari Thailand sebesar 132.000 ton. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suharto tidak mengetahui realisasi pengurangan volume ekspor yang dilakukan Malaysia dan Thailand. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga karet saat ini, kata dia, telah mencapai US$1,58 per kg. Menurut dia, harga karet naik mulai awal bulan ini dari harga pada akhir Maret yang masih US$1,37 per kg. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenaikan harga minyak mentah dunia, kata dia, akan berpengaruh terhadap menguatnya harga karet di pasar internasional dan sebaliknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suharto menambahkan faktor lain yang menyebabkan penguatan harga karet adalah program pengurangan volume ekspor yang dilakukan ITRC. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suharto menilai naiknya harga karet pada pekan lalu juga terpengaruh gejolak politik Thailand sebagai produsen karet terbesar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejolak politik di Thailand, katanya, dikhawatirkan mengganggu ekspor karet dari negara itu, karena negeri itu merupakan negara produsen karet terbesar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dirjen Perdagangan Luar Negeri Departemen Perdagangan Diah Maulida menuturkan kesepakatan ITRC tersebut merupakan instrumen yang sifatnya sementara saja, sehingga kesepakatan tersebut akan terus dikaji dengan melihat perkembangan harga karet di pasar internasional. (19) (redaksi@bisnis.co.id) &lt;br /&gt;Sumber : Bisnis Indonesia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5480674927697835235-6525678322812793789?l=infokaretalamindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/feeds/6525678322812793789/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5480674927697835235&amp;postID=6525678322812793789' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/6525678322812793789'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/6525678322812793789'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/2009/04/ekspor-karet-ri-jauh-di-dibawah-kuota.html' title='Ekspor Karet RI Jauh di Dibawah Kuota'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5480674927697835235.post-4188180287086194020</id><published>2009-04-30T10:27:00.000-07:00</published><updated>2009-04-30T10:28:57.502-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='karet alam'/><title type='text'>Ekspor Karet Kalsel Tetap Lesu</title><content type='html'>BANJARMASIN, SELASA - Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Subarjo mengungkapkan, harga ekspor karet alam nampaknya belum menggembirakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu terlihat dari perkembangan harga rata-rata ekspor karet alam asal Kalsel dalam tiga bulan terakhir Tahun 2009, ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya ia memaklumi, keluhan petani karet di provinsi yang terdiri 13 Kabupaten/Kota tersebut. Karena sebelumnya harga karet alam di pasaran dunia sangat baik, kemudian menurun dan anjlok, akibat terpaan krisis ekonomi dan keuangan global pada 2008 lalu, tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Namun kita berharap derita petani karet jangan sampai berkepanjangan dan dalam waktu yang tidak terlalu lama mereka bisa bersemangat kembali melakoni pekerjaanya," ujar Subarjo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data dari Disperindag Kalsel, perkembangan harga rata-rata komoditi ekspor karet alam pada triwulan pertama 2009, per kilogramnya tercatat Januari 1,64 dolar Amerika Serikat (AS), Februari turun menjadi 1,53 dolar AS, kemudian Maret turun lagi hingga harganya cuma 0,33 dolar AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Volume ekspor karet alam asal Kalsel triwulan pertama 2009 tercatat Januari 1.990.275 Kg, Februari turun jadi 1.881.598 Kg, dan Maret naik lagi menjadi 3.477.260 Kg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan nilai ekspor karet alam Kalsel dalam periode yang sama pada triwulan pertama 2009 tercatat, Januari 3.262.395,66 dolar AS, Februari turun jadi 2.776.806,05 dolar AS, dan Maret naik menjadi 4.639.571,19 dolar AS.(antara)&lt;br /&gt;Sumber: Banjarmasi Post, Selasa 28 April 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5480674927697835235-4188180287086194020?l=infokaretalamindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/feeds/4188180287086194020/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5480674927697835235&amp;postID=4188180287086194020' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/4188180287086194020'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/4188180287086194020'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/2009/04/ekspor-karet-kalsel-tetap-lesu.html' title='Ekspor Karet Kalsel Tetap Lesu'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5480674927697835235.post-226945976176368879</id><published>2009-04-27T08:23:00.000-07:00</published><updated>2009-04-27T08:25:48.347-07:00</updated><title type='text'>Tinajauan Harga Karet 27 April 2009</title><content type='html'>Pasaran: Turun. Harga turun akibat kekhawatiran terhadap penurunan permintaan.&lt;br /&gt;Bahkan akhir pekan lalu, karet berjangka di Tokio sempat menyentuh 155 yen/kg akibat penguatan yen.&lt;br /&gt;Namun pasaran mulai membaik akhir pekan lalu setelah tiga produsen papan atas Asia, Thailand, Indonesia dan Malaysia mengancam akan melakukan intervensi di pasar berjangka guna menyanggah harga.&lt;br /&gt;Tidak hanya itu, negara-negara yang menghasilkan 70% output karet global itu berencana untuk mengurangi ekspor guna menaikkan harga.&lt;br /&gt;Di Tokio, kontrak benchmark September 2009 ditutup 157,80 yen per kilo, turun dari 171,30 yen sepekan sebelumnya. Sementara kontrak Oktober yang memulai debutnya Jum’at berakhir 158,00 yen dibanding dengan harga pembukaan pagi 159,20 yen.&lt;br /&gt;Di Singapura, TSR-20 Mei ditutup 144,90 sen AS/kg, turun dari 152,50 sepekan sebelumnya.&lt;br /&gt;Di Thailand, STR-20 untuk Mei tercatat $1,58/kg, turun dari $1,66 Jumat sebelumnya.&lt;br /&gt;Di Malaysia, SMR-20 untuk Mei ditutup $1,58/kg, turun dari $1,63&lt;br /&gt;Di Indonesia, sentimen semakin tertekan oleh berita negatif tentang penutupan pabrik otomotif GM dalam jangka panjang selama libur musim panas. Lesunya permintaan karena kebanyakan konsumen sudah “well-covered” juga salah satu faktor penekan harga.&lt;br /&gt;Suplai bahan olahan relatif normal. Harga bertahan dalam kisaran Rp.13.700/kg di Sumut.&lt;br /&gt;SIR-20 ex Belawan diperdagangkan 68 sen AS/lb untuk Juni dan 68,50 sen untuk Juli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Waspada, Medan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5480674927697835235-226945976176368879?l=infokaretalamindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/feeds/226945976176368879/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5480674927697835235&amp;postID=226945976176368879' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/226945976176368879'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/226945976176368879'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/2009/04/tinajauan-harga-karet-27-april-2009.html' title='Tinajauan Harga Karet 27 April 2009'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5480674927697835235.post-561880159537344375</id><published>2009-04-21T05:48:00.000-07:00</published><updated>2009-04-21T05:52:15.820-07:00</updated><title type='text'>Ekspor Karet Sumut Turun</title><content type='html'>Senin, 20 April 2009 | 20:18 WIB&lt;br /&gt;MEDAN, KOMPAS.com - Volume ekspor karet Sumatera Utara (Sumut) pada triwulan pertama tahun ini anjlok 27,46 persen dibanding periode sama tahun lalu atau tinggal 99.120 ton.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selain dipicu pengurangan ekspor sesuai kesepakatan tiga negara produsen Indonesia, Thailand, dan Malaysia, penurunan ekspor juga akibat krisis global dan menurunnya harga minyak mentah yang berdampak pada melemahnya permintaan karet Indonesia," kata Sekretaris Eksekutif Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumut Edy Irwansyah, di Medan, Senin (20/4).&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diduga penurunan ekspor masih akan terus berlanjut dengan total sekitar 10 persen mengingat krisis masih berlanjut. "Devisa juga diperkirakan turun karena meski harga ekspor sudah mulai menguat tapi belum ke angka seperti tahun lalu," katanya.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menyebutkan, harga karet SIR 20 di pasar bursa Singapura pada 17 April ditutup pada angka 1,52 dollar AS per kilogram setelah sebelumnya sempat anjlok tinggal 1,02 dolar AS per kilogram.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga ekspor itu masih terus berfluktuasi seperti pada Senin (20/4) yang dibuka pada harga berkisar 1,46 dollar AS hingga 1,48 dollar AS per kilogram. "Ada prediksi harga masih bisa naik lagi, tapi tidak tertutup kemungkinan tertekan. Banyak faktor yang mempengaruhi khususnya harga minyak mentah," katanya.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eksportir karet Sumut Tjoe Min Fat, mengaku optimistis harga bisa naik terus bahkan mencapai 1,7 dollar AS per kilogram. "Harga naik karena pasokan lagi ketat dan dipicu faktor lainnya. Tapi kenaikan harga tidak langsung drastis, namun berfluktuasi," katanya.&lt;br /&gt; Sumber : http://regional.kompas.com/read/xml/2009/04/20/20185914/ekspor.karet.sumut.turun&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5480674927697835235-561880159537344375?l=infokaretalamindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/feeds/561880159537344375/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5480674927697835235&amp;postID=561880159537344375' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/561880159537344375'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/561880159537344375'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/2009/04/ekspor-karet-sumut-turun.html' title='Ekspor Karet Sumut Turun'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5480674927697835235.post-1194087585750457319</id><published>2009-04-19T16:23:00.000-07:00</published><updated>2009-04-19T16:24:27.480-07:00</updated><title type='text'>Tinjauan Sepekan Pasaran Komoditi Internasional</title><content type='html'>………..&lt;br /&gt;KA R E T&lt;br /&gt;Pasaran: Tak menentu. Perdagangan ditutup tidak menentu akhir pekan lalu.&lt;br /&gt;Harga berjangka di Tokio turun akibat melemahnya dukungan  teknis dan melunaknya harga minyak.&lt;br /&gt;Setelah gagal menembus level kunci pada tingkat 180 yen, harga kontrak patokan jatuh hingga titik terendah dalam sepekan  Rabu lalu.&lt;br /&gt;“Para fund manager tidak lagi melakukan pembelian setelah kegagalan  harga menembus level teknis utama. Kecuali minyak naik tajam atau yen  jatuh, maka karet akan sulit menembus 180 yen,” kata pedagang.&lt;br /&gt;Di Tokio, kontrak benchmark September  2009 ditutup 171,30 yen per kilo, turun dari 174,30 sepekan  sebelumnya.&lt;br /&gt;Di  Singapura, TSR-20  Mei  ditutup  152,50 sen AS/kg, turun  dari 156,00 sepekan sebelumnya.&lt;br /&gt;Di Thailand, STR-20 untuk Mei tercatat $1,66/kg,  naik dari $1,65 sepekan sebelumnya.&lt;br /&gt;Di Malaysia, SMR-20 untuk Mei  ditutup $1,63/kg, tidak berubah&lt;br /&gt;Di Indonesia, sentimen pasar tertekan kembali kembali dengan kurangnya permintaan. Produksi salah satu pabrik pembuat ban utama Michelin di AS telah slow-down.&lt;br /&gt;Namun harga bahan baku olah tetap bertahan antara Rp.13.000-13.750/kg di Sumut karena kurangnya produksi dalam musim trek.&lt;br /&gt;SIR-20 ex Belawan diperdagangkan  70,50 sen AS/lb untuk Mei dan 70,75 sen untuk Juni.&lt;br /&gt;…………….&lt;br /&gt;Sumber: Harian Analisa Medan, 20 April 2009.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5480674927697835235-1194087585750457319?l=infokaretalamindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/feeds/1194087585750457319/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5480674927697835235&amp;postID=1194087585750457319' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/1194087585750457319'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/1194087585750457319'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/2009/04/tinjauan-sepekan-pasaran-komoditi.html' title='Tinjauan Sepekan Pasaran Komoditi Internasional'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5480674927697835235.post-8380793002775482312</id><published>2009-04-17T07:21:00.000-07:00</published><updated>2009-04-17T07:22:18.725-07:00</updated><title type='text'>Petani Karet Diimbau Jalin Kemitraan dengan Gapkindo</title><content type='html'>Agribisnis 01-04-2009 &lt;br /&gt;*herman saleh&lt;br /&gt;MedanBisnis – Medan&lt;br /&gt;Peran pedagang perantara (pengumpul) dalam distribusi penjulan bahan olah karet (bokar) dari petani ke pabrik dinilai sebagai pemicu rendahnya harga bokar di tingkat petani. Untuk memangkas jalur tersebut, Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumut mengimbau kelompok petani maupun yang tergabung dalam koperasi menjadi mitra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wadah-wadah ini kami himbau untuk menjadi anggota Gapkindo, sehingga petani bisa melakukan penjualan langsung ke pabrik dengan harga yang lebih tinggi,” kata Ketua Gapkindo Sumut, kepada MedanBisnis, Fauzi Hasballah, Selasa (31/3) di Medan.&lt;br /&gt;Dikatakannya, yang sudah berjalan dengan baik sekarang ini adalah kelompok tani karet Andalan Simalungun, PT Bridgestone Indonesia, yang merupakan anggota Gapkindo. Namun demikian, katanya, keanggotaan ini masih minim, mengingat sulitnya menjalin kemitraan dengan petani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dicontohkannya, pabrik menetapkan harga bokar sebesar 80-85% dari harga FOB. Dengan demikian, lanjutnya, jika harga US$ 1,35 per kilogram atau setara Rp 11.750 per kg, maka harga karet kering sebesar Rp 13.480, dan seharga Rp 6.740 per kg untuk karet basah.   “Sayangnya, petani sudah sangat tergantung dengan pedagang perantara,” ungkapnya mengenai kendala yang dihadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, Kepala Seksi Ekspor Hasil Pertanian dan Pertambangan Subdinas Perdagangan Luar Negeri (PLN) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumut (Disperindagsu) Fitra Kurnia, tidak menampik adanya peran pihak ketiga dalam distribusi karet. “Pedagang pengumpul ini lah yang menetapkan harga di tingkat petani, sehingga perbedaan harga itu terus terjadi,” katanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5480674927697835235-8380793002775482312?l=infokaretalamindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/feeds/8380793002775482312/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5480674927697835235&amp;postID=8380793002775482312' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/8380793002775482312'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/8380793002775482312'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/2009/04/petani-karet-diimbau-jalin-kemitraan.html' title='Petani Karet Diimbau Jalin Kemitraan dengan Gapkindo'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5480674927697835235.post-3490406149391407074</id><published>2009-04-16T19:36:00.000-07:00</published><updated>2009-04-16T19:37:35.738-07:00</updated><title type='text'>Nilai Ekspor Karet dan Sawit Kalsel Membaik</title><content type='html'>Kamis, 16 April 2009 | 13:16 WITA&lt;br /&gt;BANJARBARU, KAMIS  - Nilai ekspor Kalimantan Selatan (Kalsel) kini mulai membaik jika dibandingkan dengan nilai ekspor yang sempat anjlok pada saat krisis global yang terjadi September 2008 lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu dikemukakan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kalsel, Drs. H. Subardjo disela-sela "coffee morning" jajaran pemerintah provinsi (Pemprov) setempat di Banjarbaru (32 Km utara Banjarmasin), Rabu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengungkapkan, pada tahun 2007 nilai ekspor Kalsel mencapai tiga miliar dolar Amerdika Serikat (AS) dan 2008 menjadi empat miliar dolar AS atau meningkat sekitar 30 persen dari tahun sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Krisis global membawa dampak yang sangat kuat terhadap beberapa ekspor komoditi non migas Kalsel, seperti karet alam, saat terjadi krisis harganya di pasar dunia anjlok sampai satu dolar AS/Kg. Sebelum terjadi krisi mencapai 3,2 dolar AS/Kg," ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun keadaan tersebut berangsur membaik, karena harga karet saat ini juga sudah mulai menunjukkan geliat pasar yakni 1,64 dolar AS/Kg. Keadaan serupa terhadap beberap komoditi ekspor yang juga mulai membaik, seperti dari sektor perkebunan kepala sawit, hasil bumi batu bara, dan rotan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menyatakan, krisis global ternyata tidak berpengruh keras terhadap nilai ekspor Kalsel, pasalnya tujuan pasar dunia bukan negara Amerika, melainkan negara-negara Asia seperti China, Jepang, Korea, Singapura, dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, pihak Disperindag Kalsel juga terus berupaya mengembangkan usaha menengah dan kecil. Sebagai salah satu contoh, usaha pengolahan tikar purun di Kabupaten Batola Kuala (Batola) telah mendapatkan bantuan sehingga mampu meningkatkan kualitas produksinya hingga ke tingkat layak ekspor, demikian Subarjo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peningkatan ekspor Kalsel tersebut didominasi produk pertambangan, seperti batu bara, serta karet alam dan minyak mentak sawit (CPO). "Coffee morning" jajaran Pemprov Kalsel secara rutin dijadwalkan sepakan sekali itu, juga dihadiri unsur Muspidaq Provinsi setempat. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sumber: http://www.banjarmasinpost.co.id/read/artikel/10336&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5480674927697835235-3490406149391407074?l=infokaretalamindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/feeds/3490406149391407074/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5480674927697835235&amp;postID=3490406149391407074' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/3490406149391407074'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/3490406149391407074'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/2009/04/nilai-ekspor-karet-dan-sawit-kalsel.html' title='Nilai Ekspor Karet dan Sawit Kalsel Membaik'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5480674927697835235.post-7844418766854881293</id><published>2009-04-12T00:55:00.000-07:00</published><updated>2009-04-12T00:56:42.628-07:00</updated><title type='text'>ANALISIS   HARGA  KARET  ALAM</title><content type='html'>Harga karet alam sering berfluktuasi, penyebabnya bermacam-macam dan tidak sama setiap kejadian. Sering pula kita mendengan statemen dari berbagai pihak, sepertinya benar, tetapi bisa menyesatkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Dasril Daniel, Jambi, 12 April 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pengusaha untuk berinvestasi, akan selalu melakukan prakiraan atau ramalan  keadaan masa depan dari usaha yang akan dimulainya. Demikian juga dengan orang yang melanjutkan usaha, setiap atahun dan setiap saat melakukan ramalan-ramalan. Demikian juga dengan petani karet yang juga pengusaha setiap saat melakukan ramalan-ramalan, sadar atau tidak sadar. Ramalan yang mereka lakukan tersebut dapat diketahui dengan pertanyaan yang terlontar dari mereka, seperti berapa harga karet dipasar saat ini ? akankah naik harga kerat minggu depan? Dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisi Kebutuan dan Produk Substitusi&lt;br /&gt;Ketika karet sintetis belum ditemukan dan digunakan untuk bahan baku industri ban, meramal harga karet relatif sangat mudah, karena parameter yang mempengaruhi harga kerat relatif terbatas, dan kebutuhan terhadap karet setiap tahun meningkat, sejalan produksi mobil dunia yang selalu meningkat. Dapat dipastikan harga karet akan meningkat setiap tahun, karena pertumbuhan produksi karet lebih rendah dengan pertumbuhan konsumsi ban. Kalau ada fluktuatif, hanya pengaruh musim / cuaca serta petani memacu produksi pada waktu-waktu tertentu seperti menjelang puasa atau lebaran, sehingga harga karet sedikit tertekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan digunakan karet sintetis (berasal dari minyak bumi) harga karet alam dipengaruhi oleh harga karet sintetis. Harga karet sintetis sendiri sangat dipengaruhi oleh harga minyak bumi atau harga bahan bakar. Ketika itu harga karet alam tidak setiap tahun meningkat, malah ada yang bisa terjun bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga minyak bumi naik, maka harga karet sintetis akan ikut naik, maka industri ban akan lebih banyak menggunakan karet alam, maka harga karet alam ikutan naik, dan begitu sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau harga minyak bumi naik terlalu tinggi, sehingga biaya produksi menjadi tinggi, dan harga mobil baru menjadi menjadi lebih tinggi, permintaan terhadap mobil baru berkurang, kebutuhan terhada ban berkurang (satu mobil baru membutuhkan minimal 5 ban baru ditambah beberapa kg komponen karet), sehingga permintaan terhada karet tidak meningkat malah menurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga bahan bakar yang meningkat tinggi, orang akan mengurangi kendaraan pribadi, dan mengurangi perjalanan, karena kendaraan umum juga menaikan harga sewanya. Ini sangat terasa pada negara maju yang bahan bakarnya tidak disubsidi oleh pemerintah. Dampaknya akan mengurangi kebutuhan terhadap ban dan juga karet alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fluktuatif harga BBM, di Indonesia, tidak terlalu berpengaruh terhadap permintaan ban karena di Indonesia orang kurang rasional dalam berkendaraan, dan BBM di subsidi oleh pemerintah. Dan orang Indonesia kurang senang menggunakan kendaraan umum masal dengan berbagai alasan seperti kurang nyaman, aman, sering mendapat perlakuan kasar dari operator atau demi gengsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga minyak bumi yang selalu relatif tinggi, lebih memicu peneliti mencari bahan bakar alternatif, maka dikembangkan bahan bakar nabati seperti biodiesel dari minyak sawit, kedele. Bio-etanol atau bio bensin dari jagung, tetes tebu dan sumber karbohidrat lainnya, sehingga harga pangan dengan harga bahan bakar saling pengaruh, dan akan mempengaruhi harga karet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga produk pangan seperti sawit, kelapa, kedele, kacang, jagung, tebu, bit dan lainya sangat dipengaruhi oleh produksi, produksi dipengaruhi oleh iklim dan cuaca, pemanasan global, iklim jadi kacau, cuaca semakin sulit untuk diramal, maka parameter yang mempengaruhi semakin sulit diramal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada industri besar dan listrik dikembangkan pula sumber energi dari batu bara, maka harga batu bara, secara tidak langsung akan mempengaruhi harga karet alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya dari sisi permintaan parameter yang mempengaruhi harga karet alam semakin banyak dan semakin rumit kaitannya, dan semakin sulit meramal harga karet alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Sisi Suplai&lt;br /&gt;Produksi karet di pengaruhi oleh berbagai hal terutama di Indonesia.&lt;br /&gt;Produksi karet di Indonesia dipengaruhi oleh iklim dan cuaca. Seperti diketahui tanaman karet berasal dari negara subtropis, maka di negeri asalanya ada musim rontok, di Indonesia juga karetnya menegenal musim rontok kalau di Jambi disebut “MUSIM TREK”. Pada musim rontok ini, produktivitas pohon menurun, dan dengan asumsi harga pasar luar negeri stabil, harga tingkat petani menjadi lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuaca, juga mempengaruh, pada waktu hujan petani tidak bisa menyadap, karena lateks yang keluar tidak bisa ditampung, karena latek mengencer dan jatuh disekeliling batang, termasuk hujan waktu dinihari, batang masih keadaan basah. Kalau banyak turun hujan, atau pada musim hujan maka produksi karet petani menurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti di ketahui produsen karet dunia ada di Asia Tenggara, Indonesia, Malaysia dan Thailand dengan pola iklim yang hampir sama, maka pada musim hujan suplai berkurang, harga meningkat, tetapi kenaikan harga tidak dinikmati petani karena produksi menurun. Sebaliknya pada iklim baik, masih ada turun hujan produksi akan meningkat. Sebaliknya bila kemarau panjang, pohon karet kekurangan suplai air, produksi juga menurun (kebun karet tidak ada sistem pengairan), dan harga meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi pemanasan global, iklim tidak menentu, meramal cuaca semakin sulit, tentu meramal produksi karet semakin sulit pula dan begitu juga meramal harga karet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian budaya lokal juga mempengaruh produksi karet, seperti menjelang perayaan hari raya keagamaan, produksi di pacu, harga turun. &lt;br /&gt;Kadang kala pada desa tertentu, karena hajatan tertentu, petani tidak menyadap berhari-hari, akan mempengaruhi produksi, karena sifatnya lokal, maka tidak akan mempengaruhi harga secara luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekspor&lt;br /&gt;Industri/eksportir karet menjual karetnya dengan sistem kontrak jangka pendek, bila suatu industri / eksportir yang kontrak ekspornya hampir jatuh tempo, sedang produksinya belum tersedia, maka mereka akan membeli bahan baku atau bokar, berapa saja dengan harga tinggi jauh diatas wajar/normal, sampai kebutuhannya tercukupi, maka mereka akan membeli karet kemana saja sampai kedesa-desa atau pasar lelang karet yang ada. Maka akan terjadi lonjakan harga karet secara lokal, sporadis dan waktu singkat, tidak normal, kalau dia membeli pada pedagangan pengumpul, ini rezeki nomplok bagi pedangang, tetapi kalau mereka membeli di pasar lelang karet pedesaan ini rezeki nomplok bagi petani, asal dia pergi pasar lelang sesudah itu tidak kacau. Pada pasar lelang karet yang sudah lama berlangsung, ini dianggap rezeki besar semusim saja, dan tidak mengganggu pasar lelang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi eksportir lebih baik memebeli bahan baku dengan harga yang tinggi, dari pada cacat kontrak, kalau cacat kontrak, bisa kehilangan langganan, dan menimbulkan kerugian berkepanjangan (loss profit)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang&lt;br /&gt;Ban dan BBM adalah bagian atau komponen alat persenjataan, maka Departemen pertahanan negara kaya, mempunyai cadangan karet, untuk mengatisipasi terjadinya perang. Ini belajar dari Perang Korea, ketika perang Korea harga karet melambung tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa ada ban kedaraan perang tidak bisa digunakan, dan kebutuhan bannya sangat besar. Dan mereka tidak mencadangkan dalam bentuk ban, tetapi dalam bentuk crumb rubber atau RSS. Pada saat-saat tertentu jadangan ini akan dilepas karet alamnya ke pasar untuk penyegaran, sehingga harga karet dunia akan kacau atau anjlok. Karena ini termasuk dalam sistem persenjataan, berapa besarnya stok, berapa besar yang akan dilepas ke pasar, kapa akan dilepas, sesuatu yang dirahasiakan oleh Departemen Keamanan tersebut, sehingga pasar terdadak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permainan Spikulan&lt;br /&gt;Dulu pemain di pasar finansial, seperti pasar modal, obligisi, valuta adalah orang / lemabaga tertentu, sedangkan yang bermain di pasar komoditi orang tertentu pula, sekarang pemodal / spikulan yang bermain di pasar finansial, juga bermain di pasar komoditi, sehingga naik turunya harga di pasar komoditi, suka aneh-aneh, karena ada pengaruh dari pasar finansial, ini yang terjadi di harga komoditi tahun 2008, yang harga melambung-lambung tidak karukaruan, dan menjelang tahun 2009 turun pula tidak karukaruan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedaan Harga Karet 2009&lt;br /&gt; Harga karet tahun 2008 meningkat tajam akibat permainan spikilulan, harga minyak bumi yang sangat tinggi, tetapi harga minyak bumi dan BBM sudah turun drastis, tetapi produksi kendaran juga tidak terpacu, juga harga karet tidak begitu membaik. Karena konsumen negara maju, sudah terjebak kredit konsumtif, berapun pendapat akan digunakan untuk membayar kredit. Kemudian timbulnya kesadaran baru pada masyarakat negara maju akan mengurangi kredit konsumtif, dan beralih hidup menabung dan lebih rasional berbelanja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stimulus yang dilepaskan berbagai negara maju, akan berpengaruh terhadap harga karet, tetapi tidak serta-merta. Kalau dana stimulus berhasil, akan meningkatkan pendapatan masyarakatnya, tetapi secara berangsur akan meningkatkan konsumsi kendaran dan ban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisis Harga Karet&lt;br /&gt;Harga karet akan selalu berfluktuatif, tetapi penyebab fluktuatif itu tidak akan sama, faktor penyebab utamanya berbeda-beda, dan tidak mudah terbaca karena semakin rumitnya parameter yang mempengaruhi, oleh sebab itu perlu analisis yang mendalam, untuk mecari solusi terbaik bagi petani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu para pakar, kritikus, komentator, birokrat dan LSM, jangan terlalu mudah membuat statement sebelum melakukan kajian yang mendalam, karena akan membuat kisruh pada petani. Karena statement tanpa kajian mendalam akan bias atau bertolak belakan dari kejadi. Sehingga solusinya juga tidak tepat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5480674927697835235-7844418766854881293?l=infokaretalamindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/feeds/7844418766854881293/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5480674927697835235&amp;postID=7844418766854881293' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/7844418766854881293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/7844418766854881293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/2009/04/analisis-harga-karet-alam.html' title='ANALISIS   HARGA  KARET  ALAM'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5480674927697835235.post-8688387210491518713</id><published>2009-04-11T16:25:00.000-07:00</published><updated>2009-04-11T16:26:39.184-07:00</updated><title type='text'>Petani Dianjurkan Tanam Bibit Unggul</title><content type='html'>Palembang, Kompas - Balai Penelitian Karet Sembawa mengimbau segenap petani inti rakyat agar mewaspadai penjualan bibit karet palsu atau berkualitas rendah yang marak belakangan ini. Oleh karena itu, akan lebih baik jika petani lebih selektif dalam memilih bibit, yakni bibit unggul yang sudah diuji dan dijadikan rekomendasi klon tanaman karet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian disampaikan ahli peneliti utama Balai Penelitian Karet Sembawa, Island Boerhendhy, Kamis (9/4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Island menegaskan bahwa imbauan tersebut disampaikan bukan untuk menakuti-nakuti, tetapi semata-mata untuk menyelamatkan nasib petani dan perkebunan karet. Di sisi lain, hal itu juga bisa menghambat perkembangan produksi di sektor perkebunan karet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Padahal, pemerintah tetap menetapkan produksi karet Indonesia bisa menembus 4 juta ton di 2025 mendatang. Jika produktivitas terhambat masalah bibit palsu, sulit rasanya mencapai target produksi itu,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klon rekomendasi&lt;br /&gt;Berdasarkan rumusan lokakarya tentang pemuliaan tanaman karet, pihak Balai Penelitian Karet Sembawa sebenarnya sudah mengeluarkan dan menyosialisasikan acuan klon karet rekomendasi tahun 2006-2010. Island menjelaskan, klon ini terdiri dari dua jenis, yakni klon anjuran komersial dan klon harapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Klon anjuran komersial merupakan jenis-jenis bibit yang sudah berhasil diuji dan bisa langsung digunakan oleh petani. Sedangkan klon harapan adalah jenis bibit yang punya potensi pertumbuhan yang baik, tetapi belum bisa diperoleh dalam bentuk benih bina,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan data Balai Penelitian Karet Sembawa, jenis bibit dalam klon anjuran komersial ini antara lain bibit penghasil lateks (BPM 24, BPM 107, dan BPM 109), bibit penghasil lateks-kayu (IRR 32, IRR 39, IRR 42, IRR 112), dan bibit murni penghasil kayu (IRR 70, IRR 71, dan IRR 78).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara jenis bibit yang masuk dalam kategori klon harapan antara lain IRR 24, IRR 33, IRR 41, IRR 54, IRR 111, IRR 141, dan IRR 144.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Semua bibit karet ini sudah jadi rekomendasi resmi. Jadi, kecil kemungkinan petani akan gagal dan merugi,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri unggul&lt;br /&gt;Island menambahkan bahwa bibit karet rekomendasi ini secara umum memiliki potensi produksi getah karet yang tinggi, di sisi lain juga memiliki sifat sekunder yang unggul, antara lain proses pertumbuhan di usia nonproduksi relatif cepat, kulit kayu tebal, lebih tahan cuaca seperti angin kencang, serta memiliki tingkat ketahanan yang baik terhadap hama penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ketika masih berupa bibit karet yang berusia kurang dari setahun, karet rawan terhadap penyakit gugur daun, jamur upas, dan penyakit batang,” ungkapnya. (ONI)&lt;br /&gt;Sumber : Kompas, 11 April 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5480674927697835235-8688387210491518713?l=infokaretalamindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/feeds/8688387210491518713/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5480674927697835235&amp;postID=8688387210491518713' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/8688387210491518713'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/8688387210491518713'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/2009/04/petani-dianjurkan-tanam-bibit-unggul.html' title='Petani Dianjurkan Tanam Bibit Unggul'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5480674927697835235.post-8652696939897961213</id><published>2009-04-11T16:24:00.000-07:00</published><updated>2009-04-11T16:25:13.610-07:00</updated><title type='text'>Karet Di Kabupaten Tebo</title><content type='html'>Rencana Pengembangan Kebun Karet 2009 Seluas 2.975 Ha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu, 11/04/2009&lt;br /&gt;MUARA TEBO-  Rencana pengembangan kebun karet untuk Kabupaten Tebo tahun 2009 ini akan dilanjutkan dengan luas total seluruhnya sebanyak 2.975 Ha, masing-masing dengan dana yang diambil dari APBD Kabupaten Tebo seluas 400 Ha, dari APBD Provinsi seluas 2.500 Ha dan dari APBN (Dana Tugas Pembantu) seluas 75 Ha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini disampaikan oleh Bupati Tebo Drs.H.A.Majid Muas MM disela-sela acara Kunjungan Kerja Bapak Gubernur Jambi di Kabupaten Tebo dalam rangka tanam perdana program pengembangan Kebun Karet Rakyat tahun anggaran 2009 pada sabtu (04/04) lalu  “Program pengembangan kebun karet ini akan terus dilanjutkan pada tahun yang akan datang baik dengan dana APBD Kabupaten Tebo, APBD Provinsi dan APBN guna menunjang pilar pembangunan salah satunya adalah ekonomi kerakyatan,” ungkap Bupati ketika itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bupati menjelaskan program pengembangan kebun karet rakyat ini khusus di Kabupaten Tebo sebenarnya telah dimulai sejak tahun 2001 lalu dengan sumber dana dari APBD Kabupaten Tebo dengan luas 108 Ha, kemudian dilanjutkan tahun 2002 seluas 750 Ha, tahun 2003 seluas 895 Ha, tahun 2004 seluas 650 ha, tahun 2005 seluas 600 Ha, tahun 2007 seluas 300 Ha dan tahun 2008 seluas 660 Ha.  “Untuk tahun 2006/2007 kegiatan pengembangan kebun karet ini didanai oleh APBD Provinsi seluas 2.402 Ha dan tahun 2008 seluas 400 Ha sedangkan dari APBN tahun 2008 seluas 105 Ha,” terang Bupati lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga Bupati menyebutkan total luas pengembangan kebun karet rakyat di Kabupaten Tebo sampai dengan tahun 2008 adalah seluas 6.870 ha yang tersebar di seluruh wilayah Desa dan Kecamatan yang ada di Kabupaten Tebo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bupati menambahkan kegiatan itu merupakan sebagian upaya pemerintah Provinsi Jambi dan pemkab Tebo dalam peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Tebo. “Dengan ini saya berharap agar seluruh lapisan masyarakat dapat mendukung program ini maupun program lain sehingga dapat berjalan lancar, tepat sasaran dan dapat mencapai tujuan secara optimal,” tandasnya. (infojambi.com/SUK),  Sumber : infojambi.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5480674927697835235-8652696939897961213?l=infokaretalamindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/feeds/8652696939897961213/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5480674927697835235&amp;postID=8652696939897961213' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/8652696939897961213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/8652696939897961213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/2009/04/karet-di-kabupaten-tebo.html' title='Karet Di Kabupaten Tebo'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5480674927697835235.post-6835620357666121183</id><published>2009-04-11T16:23:00.000-07:00</published><updated>2009-04-11T16:24:00.053-07:00</updated><title type='text'>Petani Bangka Barat Bergairah Lagi</title><content type='html'>Sabtu, 11 April 2009&lt;br /&gt;Bangka Barat, Kompas -  Petani karet di Kabupaten Bangka Barat kembali bergairah memanen karena harga komoditas tersebut mulai membaik. Sebelumnya, mereka membiarkan kebun karena harga sempat anjlok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dalam sebulan terakhir harga karet mulai membaik menjadi Rp 5.500 per kilogram. Sebelumnya, harga karet sempat jatuh hingga Rp 2.000. Dengan naiknya harga karet, kami kembali bergairah memanen karet,” ujar Jami’i, warga Desa Simpang Tiga, Kabupaten Bangka Baret, Babel, Rabu (8/4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengatakan, mayoritas warga di desanya bekerja sebagai petani karet dan menjadi mata pencarian pokok untuk mencukupi kebutuhan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ketika harga karet jatuh hingga mencapai Rp 2.000 per kilogram, kehidupan warga menjadi sulit karena menurunnya pendapatan. Sekarang ekonomi warga mulai membaik seiring naiknya harga karet walaupun belum sampai pada level sebelum krisis ekonomi global,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, selain bertani karet, sebagian warga juga bekerja sebagai petani sawit dan menambang timah untuk menghidupi keluarganya. ”Namun, mayoritas warga bertani karet,” ujarnya. (ANTARA/BOY)&lt;br /&gt;Sumber : Kompas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5480674927697835235-6835620357666121183?l=infokaretalamindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/feeds/6835620357666121183/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5480674927697835235&amp;postID=6835620357666121183' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/6835620357666121183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/6835620357666121183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/2009/04/petani-bangka-barat-bergairah-lagi.html' title='Petani Bangka Barat Bergairah Lagi'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5480674927697835235.post-7568930274046393458</id><published>2009-04-09T19:38:00.000-07:00</published><updated>2009-04-09T19:39:05.883-07:00</updated><title type='text'>KELOMPOK TANI</title><content type='html'>Tuhan tidak akan merubah nasib suatu “kaum” kalau kaum tersebut tidak berkeinginan untuk merubah nasibnya. Kaum disini diterjemahkan kelompok, jadi dengan berkelompok akan melipatkan kekuatan dan memepercepat gerakan karena ada penyatuan dan mengitegrasi kekuatan dan kelebihan dari anggota kelompok. Itu yang dikenal dengan filasafat “sapu lidi” pada budaya kita. Dengan satu lidi tidak ada yang bisa dibersihkan, tetapi kalau sudah menjadi sapu apa saja bisa dibersihkan, artinya lebih mudah mecapai tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petani berkelompok memnurut pengamatan saya (bukan kajian ilmiah) dapat dibagi atas dua kelompok besar, yakni (1) kelompok tani yang timbul atas kesadaran sendiri dari suatu komunitas yang merasa ada persamaan nasib dan cita-cita dan digerakan oleh pemimpin (leader) pada kelompok tersebut, kelompok ini saya sebut Kelompok Tani Alamiah  (KTA) (2) kelompok tani yang dipersamakan nasibnya oleh orang diluar komunitas tersebut, karena ada program tertentu yang akan dijalankan. Kelompok tani seperti ini berkembang semenjak ada program Bimas tahun 1968, dan terus berkembang dan menggejala sampai sekarang, baik yang digerakan oleh pemerintah, NGO, pihak perusahaan swasta dan lain sebagainya. Kelompok ini saya sebut Kelompok Tani Program (KTP). KTP ini digerakan oleh orang yang diluar komunitasnya seperti PPL, aktivis dan lain sebagainy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perkembanggannya KTA lebih lestari, mandiri, berkembang apa lagi kalau ada sentuhan dari pihak luar kelompoknya seperti pemerintah. Namun program mereka dalam rangkan membangun kelompok belum tentu sejalan dengan program pemerintah, kalau programnya sama belum tentu program pemerintah tersebut terpenuhi persyaratannya oleh mereka. Sehingga mereka tidak diikut sertakan dalam program, atau dimodivikasi sejalan dengan program. Kelompok tani jenis ini diketahui dengan namanya “Kelompok Tani Desa …..” atau kelompok Tani (diberi nama tidak nama program).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pedesaan monokultur, tidak banyak program pemerintah yang masuk, hanya satu atau dua program, tetapi pada desa polikultur, sangat banyak program yang masuk seperti pertanian pangan, perkebunan, perikanan, kehutanan, koperasi / perkreditan, PU, dan lain sebagainya, sehingga pada suatu desa banyak kelompok tani kecil-kecil sesuai dengan program yang masuk kedesa tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok tani yang berbasis program, kadang kala kelopok taninya, menghilang sesuadah program tersebut berakhir, dan akan timbul lagi kelompok tani  baru kalau ada program baru. Kelompok tani ini sangat direkayasa oleh pihak yang punya program. Kelompok tani sejenis ini akan meudah diketahui dengan penamaannya, seperti kelompok peternak, kelompok tani karet, kelompok tani kerambah, kelompok tani kolam dan lain sebagainya. Karena sering hilang timbul kelompok tani ini juga dijuluki dengan  dijuluki juga kelompok “tani burung merpati”. Pemimpin pada kelompok tani lebih sarat rekayasa dari yang punya program, dan bukan timbul dari kehendak anggota kelompok, kenadati ada juga  terjadi hasil rekayasa sama dengan kehendak kelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masing-masing jenis kelompok ini  punya kelebihan dan kekurangan, namun yang dikehendaki oleh pemerintah suatu program masuk pada suatu desa akan berlanjut terus, namun tidak mungkin pemerintah akan membantu terus pada desa tersebut, karena keterbatasan dana, personil, dan banyak desa yang akan dibangun. Dan diharapkan program yang sudah masuk tersebut akan dilestari dan dikembangkan oleh kelompok tani secara mandiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KTA alamaih sangat kuat hubungan dengan anggota, dan sangat familiar dengan budaya lokal dan lingkungannya. Barangkali program pemerintah yang masuk kedesa lebih fleksibel sehingga dapat diakomodasi oleh kelompok alamiah yang ada, sehingga di desa tidak bayak kelompok tani, yang ada satu kelompok tani, dengan sub kelompok yang disesuaikan dengan kebutuhan, sehingga kelompok tani bisa bergerak dengan “innerpower” yang utama, sedangkan program pemerintah hanya sebagai stimulus saja, sehingga mereka benar-benar mandiri dan tidak sangat tergantuk pada pemerintah. Pemerintah hanya membantu apa yang tidak mampu dilakukan oleh masyarakat, karena kemampuan pemerintah terbatas, kebutuhan rakyat tidak terbatas, maka dalam pebanguanan dibutuhkan partisipasi masyarakat, jangan dibunuh kemandirian masyarakat dengan membuat mereka tergantun, jangan bunuh kreatifitas yang ada pada petani di pedesaan dengan program-program yang sulit mereka lakukan, kendati tujuannya sangat baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran PPL di pedesaan menjadi berbeda, dari orang yang mengajar petani, menjadi orang yang mendampingi petani, memberikan motivasi, menciptakan kreativitas, PPL sebagai konsultan teknologi, konsultan bisnis yang kreator, motivator, inovator dan fasilitator untuk hal tertentu. Semua keputusan ada pada petani atau kelompok tani, karena ia akan menanggung semua risiko, bukan PPL. Kelompok tani alamiah lebih bisa untuk hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin saya tambahkan perlu dikaji ulang kata-kata penyuluh. Kata penyuluh dari kata suluh, suluh ada alat penerang yang dibuat dari ikatan daun kelapa kering yang dibakar. Tubuhnya terbakar untuk menerangkan alam. Kita tidak ingin penyuluh sengasara untuk mencerdaskan lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata penyuluh mulai berkembangan semenjak adanya program bimas, program yang “dipaksakan” kepada petani. Penyuluh masih dirasasakan oleh masayarakat “orang yang memaksakan program”, “memaksakan menggunakan teknologi” . barangkali penyuluh pertanian (PPL) diganti nama, diganti citra, ditingkatkan kemampuan. Nama yang paling tepat menurut saya adalah “Konsultan Agribisnis” atau pada zaman penjajahan Belanda disebut “lanbouw konsulen”, tetapi lebih mengarah pada konsultan teknologi, sedangkan konsultan agribisnis lebih luas dari lanbouw konsulen zaman penjajahan.  Pendidikan dasar PPL dari SMK pertanian, dialnjutkan D III, konsultan pertanian dengan fokus pada D III adalah ilmu komunikasi dan bisnis, karena dasar teknik pertanian di SMK sudah cukup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kualifikasi konsultan agribisnis seperti diatas akan mampu merubah kelompok tani ilmiah. Dan akan mampu membawa kelompok tani burung merpati menjadi kelompok tani mandiri, berdaya saing tinggi , maju dan berkembang. [ Dasril Daniel ]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5480674927697835235-7568930274046393458?l=infokaretalamindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/feeds/7568930274046393458/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5480674927697835235&amp;postID=7568930274046393458' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/7568930274046393458'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/7568930274046393458'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/2009/04/kelompok-tani.html' title='KELOMPOK TANI'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5480674927697835235.post-6758908447687108696</id><published>2009-04-08T06:35:00.000-07:00</published><updated>2009-04-08T06:38:07.594-07:00</updated><title type='text'>Ketersediaan Bibit Karet Baru 50 Persen</title><content type='html'>Rabu, 8 April 2009 | 04:30 WIB &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jambi, Kompas - Ketersediaan bibit karet unggul untuk program peremajaan karet tahun 2009 saat ini baru mencapai 50 persen. Dari 8,25 juta bibit yang dibutuhkan, bibit karet (stum) yang telah siap disalurkan sebanyak 4,4 juta batang. Kekurangan bibit diperkirakan baru terpenuhi seluruhnya pada Oktober mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian dikatakan Kepala Bidang Produksi Dinas Perkebunan Provinsi Jambi Sutrisno Anwar, Selasa (7/4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Sutrisno, program peremajaan karet pada tahun 2009 ditrgetkan seluas 16.500 hektar. Penyediaan bibit dilakukan oleh tujuh penangkar yang tersebar di hampir seluruh kabupaten dalam Provinsi Jambi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuh penangkar tersebut masing-masing adalah PT Supin Raya, CV Lisa, Puskud NTB, Dupan, Monfori, Berkat Syukur, dan PT Vyma Karya Persada. ”Banyak dari penangkar yang kemudian menjalin kerja sama dengan petani setempat maupun penangkar lain,” ujar Sutrisno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Delapan kabupaten akan memperoleh bantuan bibit karet untuk program peremajaan ini, masing-masing adalah Kabupaten Sarolangun 3.000 hektar, Merangin 2.500 hektar, Bungo 2.500 hektar, Tebo 2.500 hektar, Batanghari 2.500 hektar, Muaro Jambi 2.500 hektar, Tanjung Jabung Barat 500 hektar, dan Tanjung Jabung Timur 500 hektar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, kelebihan bibit karet unggulan antara lain produktivitasnya tinggi. Satu hektar kebun karet bisa menghasilkan 40 kilogram getah basah per hari. ”Berbeda dengan bibit asalan yang hanya 5 kilogram per hari," ujar Sutrisno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping bibit, Dinas Perkebunan juga menyalurkan belerang sebanyak 35 kilogram untuk tiap petani yang memperoleh bantuan bibit karet. Adapun pembukaan dan pemeliharaan lahan menjadi tanggung jawab petani, termasuk pembinaan terhadap petani yang dilakukan oleh dinas perkebunan tiap kabupaten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 2010 diharapkan program peremajaan karet telah mencapai 130.000 hektar. Hingga akhir tahun 2008, program ini telah mencapai 72.535 hektar, baik yang didanai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) provinsi maupun APBD kabupaten dan kebun swadaya masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota Himpunan Kerukunan Tani Indonesia Provinsi Jambi, Alamsyah, mengatakan, tahapan pembibitan telah mencukupi untuk penyaluran tahap pertama. Sekitar 50 persen bibit siap disalurkan hingga pertengahan Mei mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihaknya berharap agar pendataan calon petani benar-benar dilakukan secara selektif dan tepat sehingga rencana meningkatkan kesejahteraan petani dapat benar-benar tercapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memenuhi kekurangan, koordinator penangkar Berkat Syukur, Firdaus, mengatakan, pihaknya harus merangkul petani melakukan pembibitan karet unggul. Upaya ini dilakukan untuk menggerakkan masyarakat sekitar menjadi penangkar dan penyedia batang bawah. (ITA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/04/08/04304379/ketersediaan.bibit.karet.baru.50.persen&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5480674927697835235-6758908447687108696?l=infokaretalamindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/feeds/6758908447687108696/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5480674927697835235&amp;postID=6758908447687108696' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/6758908447687108696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/6758908447687108696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/2009/04/ketersediaan-bibit-karet-baru-50-persen.html' title='Ketersediaan Bibit Karet Baru 50 Persen'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5480674927697835235.post-785610365851864965</id><published>2009-04-03T20:20:00.001-07:00</published><updated>2009-04-03T20:20:59.347-07:00</updated><title type='text'>Ekspor Karet Turun</title><content type='html'>Suharto Honggokusumo, Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo), mengatakan baik nilai maupun volume ekspor karet periode Januari-Februari 2009 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya turun drastis. &lt;br /&gt;Nilai ekspor karet dan barang dari karet berdasarkan data BPS pada Februari tahun ini naik sebesar 10% menjadi US$290,6 juta dibandingkan dengan bulan sebelumnya US$264 juta. &lt;br /&gt;Menurut Suharto, volume ekspor pada Februari tidak jauh berbeda dengan bulan sebelumnya. Kenaikan nilai tersebut, katanya, belum tentu disumbang dari karet, tetapi bisa saja dari barang dari karet. &lt;br /&gt;"Volume ekspor karet pada Februari [2009] tidak jauh berbeda dengan Januari. Sepertinya tidak naik tajam," ujarnya. &lt;br /&gt;Direktur Eksekutif Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ernovian G. Ismy mengatakan secara keseluruhan pertumbuhan ekspor tekstil dan produk tekstil tahun ini mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. &lt;br /&gt;Sumber : Bisnis Indonesia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5480674927697835235-785610365851864965?l=infokaretalamindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/feeds/785610365851864965/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5480674927697835235&amp;postID=785610365851864965' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/785610365851864965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/785610365851864965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/2009/04/ekspor-karet-turun.html' title='Ekspor Karet Turun'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5480674927697835235.post-507556807487377595</id><published>2009-04-03T20:19:00.000-07:00</published><updated>2009-04-03T20:20:01.601-07:00</updated><title type='text'>Pengusaha Langgar Aturan Ekspor Karet</title><content type='html'>Petani dapat tekanan berat &lt;br /&gt;      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA: Gapkindo mensinyalir satu perusahaan eksportir asing melanggar ketentu?an pengurangan volume ekspor karet alam sesuai dengan kesepakatan International Tripartite Rubber Council (ITRC). &lt;br /&gt;Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Suharto Honggokusumo mengatakan terdapat eksportir asing yang melanggar alokasi ekspor yang sudah ditentukan. "Alasan mereka, pihaknya telah berinvestasi besar, sehingga pengurangan volume ekspor membuatnya merugi," ujarnya di Jakarta kemarin. &lt;br /&gt;"Eksportir yang dimaksud tidak mau dibatasi volume ekspornya. Kami sudah menegur, tetapi tetap tidak diindahkan," katanya. &lt;br /&gt;Gapkindo merupakan pihak yang ditunjuk pemerintah sebagai National Tripartite Rubber Council (NTRC) atau perwakilan ITRC Indonesia yang bertanggung jawab atas pelaksanaan ekspor dan industri karet di dalam negeri. &lt;br /&gt;Dia meminta pemerintah menggunakan instrumen pengendalian ekspor karet sebagaimana yang diterapkan pada ekspor intan, menyusul adanya pelanggaran ketentuan pengurangan volume ekspor karet alam sesuai dengan kesepakatan International Tripartite Rubber Council (ITRC). &lt;br /&gt;Masih lesu &lt;br /&gt;Dari data Gabungan Pengusaha Karet Indonesia diketahui kondisi pasar ekspor karet dunia sampai triwulan I/2009 masih 'sepi' menyusul harga jual karet masih rendah, US$1,2-US$1,25 per kilogram. Kuota ekspor karet yang tersedia 45.369 ton hanya terserap 83,3% atau 37.792 ton, sedangkan pada Februari, dari kuota yang tersedia sebesar 56.725 ton, realisasi hanya 47.735 ton (84,1%). &lt;br /&gt;Sementara itu, Sekjen Association of Natural Rubber Producing Countries (ANRPC) Djoko Said Damarjati mengatakan petani karet alam masih akan mendapatkan tekanan berat terkait dengan penurunan permintaan konsumen hingga 70%, dan menyusul rendahnya harga komoditas tersebut di pasar internasional. &lt;br /&gt;Djoko menyatakan untuk mengurangai tekanan pada petani karet, maka pemerintah perlu mendorong peran industri rumah tangga yang dapat menyerap komoditas unggulan seperti karet, sawit, dan kakao. &lt;br /&gt;Selain itu, katanya, pemerintah dapat memberikan bantuan berupa penyediaan bibit dan pupuk murah, dan insentif berupa kredit. "Namun, yang paling penting adalah pemerintah dapat membuka pasar di dalam negeri untuk menampung produksi karet alam ini," ujarnya. &lt;br /&gt;Djoko mencontohkan Malaysia, saat ini sudah tidak lagi menggantungkan pasar ekspor untuk komoditas karet alam. Pemerintah mendorong tumbuhnya industri sarung tangan dan turunannya seperti kateter untuk diproduksi di negeri tersebut. &lt;br /&gt;Dia memaparkan Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki perkebunan karet terluas di dunia, sekitar 3,2 juta hektare yang 80% di antaranya perkebunan rakyat, dan sisanya dimiliki oleh swasta. &lt;br /&gt;Perusahaan perkebunan karet BS di Kabupaten Simalungun, Sumut dilaporkan menghentikan sementara produksi pabrik karetnya akibat krisis ekonomi global. &lt;br /&gt;Laporan yang diterima Antara dari beberapa karyawan perusahaan perkebunan karet BS di Dolok Merangir, Simalungun, mengatakan sejak Januari 2009 operasional pabrik penggilingan karet dihentikan sementara karena permintaan impor turun. &lt;br /&gt;Aktivitas pabrik karet terbesar di Simalungun yang baru take over dari PT Goodyear itu kini tampak sepi. (diena.lestari@bisnis.co.id) &lt;br /&gt;Oleh Diena Lestari&lt;br /&gt;Bisnis Indonesia &lt;br /&gt;Sumber: http://www.bisnis.com/servlet/page?_pageid=127&amp;_dad=portal30&amp;_schema=PORTAL30&amp;vnw_lang_id=2&amp;ptopik=A29&amp;cdate=31-MAR-2009&amp;inw_id=664989&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5480674927697835235-507556807487377595?l=infokaretalamindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/feeds/507556807487377595/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5480674927697835235&amp;postID=507556807487377595' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/507556807487377595'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/507556807487377595'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/2009/04/pengusaha-langgar-aturan-ekspor-karet.html' title='Pengusaha Langgar Aturan Ekspor Karet'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5480674927697835235.post-3106021434775055948</id><published>2009-04-03T20:18:00.000-07:00</published><updated>2009-04-03T20:19:06.915-07:00</updated><title type='text'>Kuota Ekspor Karet Belum Ditetapkan</title><content type='html'>JAKARTA: Eksportir karet tetap akan melakukan kegiatan ekspornya pada April dengan batas volume ekspor sama dengan Maret, menyusul belum ditetapkannya kuota pengurangan volume ekspor untuk kuartal II oleh International Tripartite Rubber Council (ITRC). &lt;br /&gt;Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Suharto Honggokusumo mengatakan pembatasan volume ekspor tersebut baru akan disesuaikan jika telah ada keputusan dari ITRC. &lt;br /&gt;"Pembatasan ekspor untuk kuartal II belum diputuskan oleh ITRC. Gapkindo telah memutuskan pembatasan ekspor untuk kuartal II sama dengan pembatasan ekspor pada Maret," ujarnya pekan lalu. &lt;br /&gt;Berdasarkan kesepakatan ITRC, Indonesia harus mengurangi ekspor selama kuartal I/2009 sebanyak 116.000 ton dari ekspor kuartal I 2008 dengan perbandingan volume pada Januari, Februari, dan Maret masing-masing sebesar 40%:35%: 25%. &lt;br /&gt;"Karena belum ada keputusan ITRC, ekspor kuartal II akan flat seperti bulan ini [Maret], yakni 25% dari volume ekspor kuartal II/2008," kata Suharto. &lt;br /&gt;Gapkindo, lanjutnya, selaku National Tripartite Rubber Council (NTRC) yang diberi tugas oleh Menteri Perdagangan untuk melaksanakan Agreed Export Tonnage Scheme (AETS) telah mendistribusikan volume pembatasan ekspor kuartal I kepada Gapkindo cabang yang selanjutnya dijabarkan dalam alokasi ekspor kepada anggota Gapkindo di seluruh Indonesia. &lt;br /&gt;Menurut dia, secara nasional anggota Gapkindo telah melakukan ekspor dalam batas volume yang telah dialokasikan, dalam artian tidak melampaui batas ekspor yang telah ditetapkan ITRC. &lt;br /&gt;"Namun, ada beberapa yang melanggar alokasi ekspor yang diberikan. Gapkindo atau NTRC Indonesia telah melakukan teguran kepada pelanggar," tuturnya. &lt;br /&gt;Suharto menambahkan dari hasil evaluasi ITRC, AETS telah berhasil mengerem penurunan harga karet. &lt;br /&gt;Sanksi pengurangan &lt;br /&gt;Dirjen Perdagangan Luar Negeri Departemen Perdagangan Diah Maulida mengatakan eksportir yang melanggar ketentuan batas volume ekspor akan dikenakan sanksi pengurangan kuota pada periode berikutnya. "Kalau melanggar, pada periode berikutnya akan dikurangi." &lt;br /&gt;Lebih lanjut Diah mengatakan kesepakatan tersebut [pengurangan volume ekspor] bersifat sementara saja, hingga menunggu harga karet alam di pasar internasional kembali stabil. Apabila harga karet alam telah pulih, lanjutnya, instrumen tersebut tidak diperlukan lagi. &lt;br /&gt;Sementara itu, terkait wajib letter of credit (L/C), Suharto mengatakan eksportir karet dengan batas ekspor sebesar US$1 juta per pengapalan terus melakukan evaluasi dan persiapan hingga tenggat yang ditetapkan yakni 31 Agustus. &lt;br /&gt;Oleh MARIA Y. BENYAMIN&lt;br /&gt;Bisnis Indonesia &lt;br /&gt;Sumber : http://www.bisnis.com/servlet/page?_pageid=127&amp;_dad=portal30&amp;_schema=PORTAL30&amp;vnw_lang_id=2&amp;ptopik=A04&amp;cdate=31-MAR-2009&amp;inw_id=665004&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5480674927697835235-3106021434775055948?l=infokaretalamindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/feeds/3106021434775055948/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5480674927697835235&amp;postID=3106021434775055948' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/3106021434775055948'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/3106021434775055948'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/2009/04/kuota-ekspor-karet-belum-ditetapkan.html' title='Kuota Ekspor Karet Belum Ditetapkan'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5480674927697835235.post-6456520394700657769</id><published>2009-04-03T20:14:00.000-07:00</published><updated>2009-04-03T20:18:09.182-07:00</updated><title type='text'>Jalur Pemasaran Karet Dipangkas</title><content type='html'>Monday, 30 March 2009&lt;br /&gt;MEDAN(SI) – Dinas Perkebunan (Disbun) Sumut segera membentuk kelompok pemasaran karet untuk memangkas mata rantai pemasaran komoditas tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai tahap awal, pemerintah memberikan bantuan dana se-besar Rp1 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dana ini untuk pembinaan, pendampingan dan pengawalan. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Sumut Washington Siregar memaparkan, pembentukan kelompok ini bertujuan memutus mata rantai pemasaran sehingga pendapatan petani komoditas ini bisa meningkat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dalam hal ini kami akan bekerja sama dengan Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo),” ujarnya akhir pekan lalu. Kelompok pemasaran ini akan didirikan di seluruh kabupaten/kota, khususnya pada daerah sentra penghasil komoditas karet, yakni Kabupaten Labuhanbatu,Langkat, Deliserdang, Mandailingnatal,Tapanuli Selatan, Padanglawas Utara, dan Kabupaten Padanglawas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini petani harus melalui mata rantai yang panjang untuk menjual produksi karetnya.Petani awalnya menjual kepada pedagang pengumpul,kemudian dijual lagi kepada pedagang perantara dan dipasarkan lagi kepada pedagang besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga yang ditetapkan petani kepada pedagang pengumpul tentu lebih rendah dibandingkan banderol dari pedagang perantara, sebelum akhirnya dipasarkan kepada pedagang besar. Dia menambahkan,masing-masing kelompok pemasaran itu terdiri atas 20 orang anggota.Para anggota membantu petani mendapatkan penghasilan yang lebih baik karena mereka bertugas mengumpulkan karet petani,sedangkan Gapkindo akan membeli dengan harga yang sesuai kualitas karet tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kelompok ini juga akan membuat nota kesepahaman atau memorandum of understanding(MoU) sebagai pegangan petani untuk mengumpulkan karet pada kelompok dan memang akan dibeli Gapkindo,” paparnya. Akibat krisis ekonomi global, harga karet terus menurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini harga jual karet di tingkat petani sebesar Rp6.000–7.000/kg.Dengan adanya kelompok ini diharapkan harga jual di tingkat petani dapat mencapai Rp10.000/kg. Rencana pemerintah ini ternyata mendapat sambutan positif dari Gapkindo. Ketua Gapkindo Sumut Fauzi Hasballah menyatakan, pihaknya siap bekerja sama untuk meningkatkan kesejahteraan petani karet. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kami siap saja bekerja sama dengan pihak pemerintah kabupaten/ kota agar petani karet tidak semakin terpuruk,terutama saat harga rendah,”tuturnya. Menurut dia,pengurangan ekspor karet sebesar 116.000 ton pada triwulan I/2009 yang dilakukan Gapkindo juga merupakan salah satu cara menguatkan kembali harga karet di pasar internasional, setelah anjlok pascamenurunnya permintaan menyusul terjadinya krisis ekonomi global. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jika harga (ekpor) naik, tentu harga jual di tingkat petani juga akan naik.Kami juga berupaya meningkatkan stok dengan memberikan bibit secara gratis kepada petani,” pungkasnya. (jelia amelida)  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/225102/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5480674927697835235-6456520394700657769?l=infokaretalamindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/feeds/6456520394700657769/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5480674927697835235&amp;postID=6456520394700657769' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/6456520394700657769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/6456520394700657769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/2009/04/jalur-pemasaran-karet-dipangkas.html' title='Jalur Pemasaran Karet Dipangkas'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5480674927697835235.post-2403086217858107857</id><published>2009-03-22T22:00:00.000-07:00</published><updated>2009-03-22T22:01:28.439-07:00</updated><title type='text'>Instrumen pengendalian ekspor karet diperlukan</title><content type='html'>JAKARTA: Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) meminta pemerintah menggunakan instrumen pengendalian ekspor karet sebagaimana yang diterapkan pada ekspor intan, menyusul adanya pelanggaran ketentuan pengurangan volume ekspor karet alam sesuai dengan kesepakatan International Tripartite Rubber Council (ITRC). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur Eksekutif Gapkindo Suharto mengatakan terdapat eksportir asing yang melanggar alokasi ekspor yang sudah ditentukan dengan alasan pihaknya telah berinvestasi besar, sehingga pengurangan volume ekspor membuatnya merugi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, Suharto enggan menuturkan secara terperinci eksportir yang dimaksud dan bentuk pelanggaran yang dilakukan secara spesifik, termasuk jumlah eksportir yang melanggar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pada intinya eksportir yang dimaksud tidak mau dibatasi volume ekspornya. Kami sudah menegur tetapi tetap tidak diindahkan," kata Suharto kepada Bisnis, kemarin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gapkindo merupakan pihak yang ditunjuk pemerintah sebagai National Tripartite Rubber Council (NTRC) atau perwakilan ITRC Indonesia yang bertanggung jawab atas pelaksanaan ekspor dan industri karet dalam negeri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asosiasi itu akan melayangkan surat pengaduan kepada Departemen Perdagangan dan asosiasi eksportir karet di negaranya masing-masing terkait pelanggaran ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Suharto, pelanggaran ini berpotensi menimbulkan preseden yang jelek, sebab kesepakatan tersebut adalah kesepakatan tiga negara (ITRC). "Kalau ada yang melanggar kesepakatan ini, berarti dia melecehkan apa yang sudah disepakati oleh tiga negara," tegas dia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berpendapat pemerintah bisa menggunakan instrumen pengendalian dari Ditjen Bea dan Cukai untuk mengatasi permasalahan tersebut. Bea Cukai, lanjut dia, seharusnya diberi kewenangan untuk melarang eksportir yang mengirimkan barang di atas alokasi yang dibatasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sayangnya, Bea Cukai tidak diberi instrumen itu, sehingga kalau ada eksportir yang kirim dalam jumlah lebih dari batas yang disepakati, tidak bisa diapa-apakan. Padahal kalau dia punya instrumen itu, ketika volume sudah melampaui, eksportir tersebut tidak bisa impor lagi," tuturnya. &lt;br /&gt;Oleh MARIA Y. BENYAMIN&lt;br /&gt;Bisnis Indonesia &lt;br /&gt;Sumber : http://www.bisnis.com/servlet/page?_pageid=127&amp;_dad=portal30&amp;_schema=PORTAL30&amp;vnw_lang_id=2&amp;ptopik=A04&amp;cdate=23-MAR-2009&amp;inw_id=663696&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5480674927697835235-2403086217858107857?l=infokaretalamindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/feeds/2403086217858107857/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5480674927697835235&amp;postID=2403086217858107857' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/2403086217858107857'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/2403086217858107857'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/2009/03/instrumen-pengendalian-ekspor-karet.html' title='Instrumen pengendalian ekspor karet diperlukan'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5480674927697835235.post-1943906663355536645</id><published>2009-03-22T21:59:00.000-07:00</published><updated>2009-03-22T22:00:33.477-07:00</updated><title type='text'>Karet Tertahan USD1,25/Kg</title><content type='html'>Sunday, 22 March 2009&lt;br /&gt;PALEMBANG (SINDO) - Kondisi pasar ekspor karet dunia masih stagnan sampai triwulan I/2009.Hal ini terlihat dari pergerakan harga jual karet yang tertahan di level USD1,20-1,25/kg. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Sekretaris Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumatera Selatan (Sumsel), Awi Aman, harga jual ini masih jauh dari harapan awal USD1,35/kg. Meski sempat tercapai, namun harga kembali turun karena pembeli cenderung tak bereaksi membeli karet alam ekspor. “Harga sampai kini belum stabil karena target USD1,35/kg belum tercapai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sempat naik, tapi kemudian turun lagi sampai sekarang,” papar Awi Aman ditemui di kantornya belum lama ini. Kemungkinan, sedikitnya pembeli karet disebabkan stok yang dimiliki masih banyak. Hal ini,menurut dia,disebabkan pengurangan produksi saat krisis beberapa waktu lalu.Akibatnya,kebutuhan bahan baku menjadi tidak mendesak. Saat ini, rata-rata kebutuhan ekspor Sumsel hanya mencapai 45.000 ton/bulan. Angka ini susut jauh dari ekspor bulan-bulan normal sebanyak 50.000 ton/bulannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski begitu, beber Awi, kebijakan pengurangan ekspor yang diberlakukan pada akhir Desember 2008 lalu, dinilai belum berhasil mendongkrak harga jual karet, meski ekspor karet sudah dikurangi 18% atau 270.000 ton oleh tiga negara penghasil karet terbesar Indonesia, Malaysia dan Thailand. Saat ini, kata Awi, permintaan buyer utama karet alam dari Amerika Serikat, Eropa,China dan negara Asia masih sangat lemah. Hal ini terlihat dari catatan ekspor per bulan Sumsel yang selalu tak mencapai target. Bulan Januari 2009, misalnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kuota ekspor yang disediakan sebanyak 45.369 ton, hanya terserap 37.792 ton saja atau 83,3%. Begitu pun pada Februari, dari kuota yang disediakan 56.725 ton, realisasi ekspor hanya sebesar 47.735 ton atau 84,15% dengan sisa stok berjumlah 25.922 ton. “Mulai April, pengurangan ekspor kita longgarkan dari 18% menjadi 12%.Walaupun belum stabil, tapi harga sudah lumayan karena sudah bertahan di atas USD1,20/kg karena semua pasar sepi, kecuali China yang masih bersemangat,” ungkap Awi menyambut baik pembatalan ketetapan Letter of Credit (LC) untuk komoditas karet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja, menyikapi krisis penjualan seperti ini, beberapa dari 24 anggota Gapkindo sudah melakukan pengurangan jam kerja meski tak sampai melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Dia optimistis, memasuki semester kedua, harga karet bisa kembali bangkit seiring membaiknya kondisi ekonomi dari negara-negara buyer utama karet. “Mudah-mudahan, April ke depan,Amerika dan Eropa sudah bangkit lagi,” harapnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kondisi yang demikian, Ketua Gapkindo Sumsel Alex K Eddy yakin, omzet Gapkindo bakal merosot dibanding pencapaian tahun 2008 lalu sebesar USD4,9 miliar. “Besar pendapatan itu selama ini 85% digunakan untuk pembelian bahan utama karet alam petani. Sisanya,baru biaya produksi Gapkindo dan laba. Kalau pembelian bahan menurun, laba juga ikut turun,” tukasnya. (komalasari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sumber :  http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/223123/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5480674927697835235-1943906663355536645?l=infokaretalamindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/feeds/1943906663355536645/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5480674927697835235&amp;postID=1943906663355536645' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/1943906663355536645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/1943906663355536645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/2009/03/karet-tertahan-usd125kg.html' title='Karet Tertahan USD1,25/Kg'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5480674927697835235.post-1559596561375626905</id><published>2009-03-22T07:33:00.000-07:00</published><updated>2009-03-22T07:34:23.573-07:00</updated><title type='text'>Makanan Kecil Dari Biji Karet</title><content type='html'>Pada tanggal 9 Februari 2009, siswa-siswi SMA 2 Kandangan, Kalimantan Selatan berhasil mendapatkan penghargaan karya tulis  ilmiah terbaik pada Lomba Karya Tulis Remaja tingkat Provinsi Kalimantan Sealtan dan Tengah yang diselenggarakan oleh FKIP MIPA UNLAM Banjarmasin. Hasil penelitianya adalah tentang makanan ringan dari biji karet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti diketahui, biji karet selama ini terbuang-buang saja di kebun karet, dan belum banyak dimanfaatkan, kecuali cangkang (kulit biji) untuk kerajian. Dan diketahui selama ini biji karet tersebut mengandung racun, kalau dimakan bisa menimbulkan pusing-pusing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi di tangan remaja SMAN 2 Kandangan, Nova, Mifti dan Dwiky yang kreatif, biji karet tersebut dapat dijinakan, menjadi makanan ringan. Artinya bisa menjadi makanan selingan di daerah perkebunan karet, atau bisa jadi usaha sambilan penduduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui yang teramati pada  Reportese Sore Trans TV, tanggal 22 Maret 2009, pembutan makanan kecil itu melalui proses sederhana:&lt;br /&gt;- Pecahkan cangkang, ambil isinya.&lt;br /&gt;- Isi biji tersebut, direbus, minimal 2 (dua) jam untuk mengempukan dan mengeluarkan racun&lt;br /&gt;- Hasil rebusan dihancurkan sampai halus dicampur bumbu.&lt;br /&gt;- Bumbu antara lain, garam, cabe rawit, bawang dan yang lain.&lt;br /&gt;- Hasil adonan dipihkan dan dijemur sampai kering&lt;br /&gt;- Goreng dan sajikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biji karet mengandung karbohidrat, protein, dan lemak dan bisa dijadikan pakan ternak dan sumber bio-energi alternative yang dapat membantu masyarakat desa. Cangkang juga bisa digunakan juga untuk bahan bakar, baik melalui pengarangan maupun langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin hasil penelitian tentang biji karet ini sudah banyak di berbagai laboratorium penelitian, tetapi tidak banyak terpublikasi, sehingga biji karet tidak banyak dimanfaatkan oleh masjarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada masyarakat yang ingin tahu lebih dalam tentang karya remaja tersebut, sebaiknya menghubungi SMA 2 Kandangan,  Jl. Gambah Dalam No 40 Kecamatan Kandangan, Kalimantan Selatan            &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada warga SMA 2 Kandangan khususnya siswa penelit  Nova, Mifti dan Dwiky, saya mengucapkan selamat, lanjukan penelitianya, sehingga suatu saat makanan kecil dari biji karet tersebut bisa menjadi makan komersial, dan menjadi makanan khas dari Kandangan. Diman saja kita berkarya untuk diri, orang lain dan bangsa. (Dasril Daniel, Jambi 22 Maret 2009).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5480674927697835235-1559596561375626905?l=infokaretalamindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/feeds/1559596561375626905/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5480674927697835235&amp;postID=1559596561375626905' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/1559596561375626905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/1559596561375626905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/2009/03/makanan-kecil-dari-biji-karet.html' title='Makanan Kecil Dari Biji Karet'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5480674927697835235.post-7208903375126158388</id><published>2009-03-18T07:19:00.000-07:00</published><updated>2009-03-18T07:20:32.109-07:00</updated><title type='text'>Ubah Pola Pikir Petani Karet</title><content type='html'>JAKARTA: Pola pikir petani karet harus diubah dari petani produsen menjadi pemasok, sehingga dapat mengendalikan harga komoditas itu di pasar internasional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selama ini, pola pikir petani karet adalah petani produsen dan tidak ada upaya untuk mengubah menjadi pemasok," ujar Sekjen Association of Natural Rubber Producing Countries (ANRPC) Djoko Said Damardjati kepada Bisnis kemarin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi produsen, katanya, membuat posisi tawar petani dengan konsumen sangat lemah. "Ini yang membuat harga jual karet petani kerap turun," ujarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, hal tersebut tidak akan terjadi jika petani menjadi petani pemasok, dan berkumpul menjadi satu."Dengan demikian, pembeli tidak menjadi penentu harga," ujarnya. &lt;br /&gt;Untuk mengubah hal itu, kata Djoko, pemerintah harus melakukan dua hal. Pertama, meningkatkan pendidikan dan pengetahuan petani agar mampu bernegosiasi. Kedua, meningkatkan kemampuan manajerial dan organisasi, sehingga petani dapat meningkatkan kekuatan bisnis dan menaikkan posisi tawar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut dia mengatakan pemerintah perlu memperkuat kelompok petani karet, baik masalah teknis maupun pemasaran, daya tawar, dan menjaga kualitas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terbentuknya gabungan kelompok tani [Gapoktan] salah satu langkah yang baik dan bisa diarahkan sebagai kelompok ekonomi petani," ujarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Djoko juga menginformasikan harga karet saat ini berada di kisaran US$1,4/kg untuk jenis TSR-20. Harga ini lebih rendah dibandingkan dengan harga Juni-Juli 2008 yang mencapai US$3.4/kg, harga tertinggi selama 50 tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Penurunan harga komoditas karet tidak terlepas dari anjloknya permintaan karet oleh industri ban," ujarnya. &lt;br /&gt;Selama ini konsumen terbesar karet adalah industri ban yang mencapai 70%. Namun, saat ini permintaan turun mengingat terjadinya krisis ekonomi global yang juga menghantam industri otomotif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Perkiraan para ahli, harga karet di pasar internasional sepanjang 2009 masih akan tertekan," katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Djoko memaparkan fluktuasi harga karet relatif tinggi antartahun. Pada 2005, harga karet mencapai US$1.68/kg, pada 2008 sebesar US$3.4/kg dan Februari 2009 hanya US$1.4/kg. &lt;br /&gt;Oleh Diena Lestari, Bisnis Indonesia&lt;br /&gt;Sumber: Bisnis Indonesia, 18 Maret 2009.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5480674927697835235-7208903375126158388?l=infokaretalamindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/feeds/7208903375126158388/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5480674927697835235&amp;postID=7208903375126158388' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/7208903375126158388'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/7208903375126158388'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/2009/03/ubah-pola-pikir-petani-karet.html' title='Ubah Pola Pikir Petani Karet'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5480674927697835235.post-3112183504019572846</id><published>2009-03-10T19:32:00.000-07:00</published><updated>2009-03-10T19:34:22.047-07:00</updated><title type='text'>Potensi Pasar Karet Masih Besar</title><content type='html'>Dorong industri berbasis sumber daya alam       &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA: Association of Natural Rubber Producing Countries (ANRPC) mengusulkan agar Indonesia memanfaatkan potensi pasar karet di Tanah Air yang lumayan besar untuk menyiasati lesunya pasar ekspor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pemerintah perlu mendorong pemanfaatan pasar dalam negeri untuk mencari celah di tengah lesunya ekspor karet alam di pasar dunia akibat krisis ekonomi global," kata Sekjen ANRPC Djoko Said Damardjati saat dihubungi Bisnis, kemarin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pasar karet di Indonesia, produsen karet alam terbesar kedua di dunia setelah Thailand, sangat potensial," tuturnya yang tengah berada di Kuala Lumpur, Malaysia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, jika pemerintah dapat mendorong konsumsi di dalam negeri untuk produk lokal berbasis karet, maka industri dalam negeri akan tumbuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Djoko mencontohkan kebutuhan bahan baku karet untuk diproduksi sebagai ban kendaraan bermotor sangat besar. Selain itu, pengembangan industri nonban yang tetap menggunakan karet sebagai bahan baku juga masih besar a.l. pembuatan kasur (matras), alas sepatu, isolasi listrik, dan sarung tangan karet. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dorong industri &lt;br /&gt;Djoko menilai saat ini langkah yang mendesak untuk dilakukan adalah munculnya kebijakan yang mendorong industri berbasis sumber daya alam domestik. Caranya dengan pemberian insentif, fasilitas dan regulasi jangka panjang yang memberi ruang kepada industri pengolahan produk pertanian. Termasuk untuk masuk ke pasar dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sangat disayangkan industri karet di Indonesia saat ini belum masuk lingkaran kelas dunia. Padahal, Indonesia merupakan produsen besar kedua setelah Thailand," keluhnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menyatakan strategi kebijakan pengembangan industri karet sudah berhasil dilakukan di Malaysia. Pemerintah Malaysia selama ini berupaya mendorong pertumbuhan industri sarung tangan karet dan produk turunannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Waktu saya berjumpa dengan pengusaha sarung tangan Malaysia, mereka mengatakan pengaruh resesi ekonomi dunia terhadap industri ini sangat kecil. Masalah harga dan jumlah permintaannya tidak berpengaruh karena pasarnya sangat spesifik seperti rumah sakit," paparnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait dengan kondisi karet alam di Indonesia, Djoko menegaskan, peluang pasar di dalam negeri sangat besar. "Yang penting, pemerintah fokus dalam mengambil keputusan. Terutama dalam pengembangan industri karet alam di Tanah Air," ujarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan itu, Djoko menyatakan, akibat krisis global hingga 2010 diprediksikan permintaan karet di pasar Amerika Serikat tidak bertambah dan justru stagnan."Hal itu mengakibatkan penurunan harga komoditas ini," ujarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, Indonesia dan Malaysia melakukan pembahasan dan langkah bersama untuk memperkuat harga komoditas, terutama minyak sawit dan karet dengan mengelola stok di pasar serta menurunkan pasokan dengan program peremajaan tanaman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menteri Pertanian Anton Apriyantono dan Menteri Perkebunan dan Komoditas Malaysia Peter Chin Fah Kui melakukan pertemuan bilateral di sela-sela acara pertemuan tingkat menteri negara-negara berkembang (D8) mengenai keamanan pangan di Kuala Lumpur, Malaysia bulan lalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua negara melakukan langkah bersama guna memperkuat harga minyak kelapa sawit dan karet yang terkena krisis ekonomi global karena kedua negara ini menguasai 85% produksi minyak sawit dunia dan 40% produksi karet alam dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anton Apriyantono dan Peter Chin sepakat mengambil langkah bersama terhadap komoditas kepala sawit dan karet alam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua negara kini melakukan langkah bersama untuk mempercepat program peremajaan tanaman karet yang bertujuan mengelola pasokan karet alam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaysia telah merevisi target peremajaan pohon karet dari 32.000 ha menjadi 50.000 ha pada 2009. Indonesia mentargetkan program peremajaan 55.000 ha pada 2009. Langkah kedua negara ini diperkirakan menurunkan produksi 115.000 ton termasuk 60.000 ton dari Malaysia dan 55.000 ton dari Indonesia. (diena. lestari@bisnis.co.id/martin.sihombing@ bisnis.co.id) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Diena Lestari &amp; Martin Sihombing&lt;br /&gt;Bisnis Indonesia &lt;br /&gt;Sumber: http://www.bisnis.com/servlet/page?_pageid=127&amp;_dad=portal30&amp;_schema=PORTAL30&amp;vnw_lang_id=2&amp;ptopik=A29&amp;cdate=11-MAR-2009&amp;inw_id=661182&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5480674927697835235-3112183504019572846?l=infokaretalamindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/feeds/3112183504019572846/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5480674927697835235&amp;postID=3112183504019572846' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/3112183504019572846'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/3112183504019572846'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/2009/03/potensi-pasar-karet-masih-besar.html' title='Potensi Pasar Karet Masih Besar'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5480674927697835235.post-4581207280958949918</id><published>2009-03-06T16:18:00.000-08:00</published><updated>2009-03-06T16:19:16.049-08:00</updated><title type='text'>PETANI JAMBI KE THAILAND ?</title><content type='html'>ZULKIFLI  AJAK PETANI KARET JALAN-JALAN KE THAILAND… SIAPA MAU IKUT ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SAROLANGUN - Meski dinilai tak berhasil, Pemprop Jambi “ngotot” mempertahankan program replanting karet. Program ini dipertahankan Pemprop, dengan alasan demi kepentingan dan kesejahteraan masyarakat.  Diakui Gubernur Jambi, program yang digulirkan Pemprop Jambi diawal tahun 2006 itu, sempat mendapat tantangan dari berbagai unsur, mulai dari alam hingga politik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi tetap kami pertahankan hingga saat ini demi kepentingan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Gubernur Jambi, Drs H Zulkifli Nurdin, saat melakukan  peninjauan dan  temu wicara dengan para petani dan penangkar karet se-Kabupaten Sarolangun di Desa Bukit Kecamatan Pelawan Kabupaten Sarolangun, Kamis (5/3).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski begitu, Bang Zul merasa bersyukur, program tersebut pada tahun 2007 dan 2008 bangkit kembali. Bahkan, di tahun 2009 ini diupayakan lebih banyak lagi. “Dan untuk tahun 2010 akan diminta kepada Dinas Perkebunan untuk melipat gandakan program replanting karet ini dari tahun sebelumnya,” tegas Gubernur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak itu saja, untuk meningkatkan program replanting karet ini,  Gubernur berjanji akhir tahun 2009 akan mengajak beberapa petani karet ke Thailand untuk mengetahui dan belajar tentang tata cara bertani karet disana. “Di Thailand, setiap satu hektarnya bisa menghasilkan karet dua setengah kali lipat dari hasil karet kita,” kata Gubernur.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bupati Sarolangun H Hasan Basri Agus dalam sambutannya mengatakan, perkebunan karet di Kabupaten Sarolangun mencapai luas lebih kurang 117.993 Ha dengan rincian tanaman belum menghasilkan seluas 30.934 Ha, tanaman menghasilkan seluas 58.910 Ha dan tanaman rusak atau tanaman tua seluas 28.149 Ha. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah Kabupaten Sarolangun, kata HBA, dari tahun 2001 hingga sekarang secara terus menerus mengangarkan dana melalui APBD II yang didukung dana APBD I dan APBN, sehingga perkebunan karet rakyat yang telah diremajakan telah mencapai 20,49 persen  atau setara dengan 24.179 Ha dari total luas kebun karet 117.993 Ha. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pada tahun 2009 ini kembali dianggarkan dana pengadaan bibit untuk peremajaan areal seluas 2000 Ha,” katanya. Bupati juga menyampaikan terima kasihnya pada Gubernur Jambi, yang telah membantu melalui dana APBD I. (infojambi.com/RELEASE HUMAS)&lt;br /&gt;Sumber : www.infojambi.com , (Jambi, 7 Maret 2007&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5480674927697835235-4581207280958949918?l=infokaretalamindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/feeds/4581207280958949918/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5480674927697835235&amp;postID=4581207280958949918' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/4581207280958949918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/4581207280958949918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/2009/03/petani-jambi-ke-thailand.html' title='PETANI JAMBI KE THAILAND ?'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5480674927697835235.post-5203266872814942091</id><published>2009-03-05T03:53:00.000-08:00</published><updated>2009-03-05T03:56:00.215-08:00</updated><title type='text'>KOPERASI BERBISNIS BOKAR</title><content type='html'>TANGGAPAN UNTUK PERTANYAA SAUDARA  IR. SARJONO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pertanyaan dari saudara Ir. Sarjono dari Kabupaten Tebo, tentang Koperasi dan pasar lelang karet yang disampaikan kepada saya melalui SMS, yang pertanyaannya sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasar lelang karet umumnya dikelola oleh koperasi, sementara pembelinya adalah perpanjangan pabrik juga. Kalau koperasi yang bersangkutan juga sebagai pembeli (tinggal bagaimana koperasi yang bersangkutan bermitra dengan pabrik). Adakah meningkatkan posisi tawar petani, tolong tanggapannya Pak Venchses. Tq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan yang menarik, bisa jadi wacana kita semua, maka saya tidak menjawab melalui e-mail dan tidak mungkin dijawab memelalui SMS, karena uraiannya panjang, dan saya meminta izin kepada saudara Sarjono untuk menjawab melalui blog ini, dan saudara Sarjono menyetujuinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perdagangan karet / bahan olah karet (bokar) adalah perdagangan bebas, jadi siapa saja boleh berdagang karet. Pemasaran karet dari petani bisa melalui pedagang pengumpul, koperasi atau kelompok tani yang bermitra dengan industri pengolahan, bisa langsung dan bisa juga melalui pasar lelang. Pilihannya adalah yang terbaik bagi petani yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah membangun dan mengembangkan pasar lelang adalah untuk menciptakan pasar yang kompetitif, transparan sehingga terjadi pencitaan harga yang wajar, peningkatan mutu, merasionalkan panjang rantai tata niaga. Dan hal ini telah terjadi diberbagai pasar lelang karet di pedesaan. Kalau kita mau menjelajah di internet dengan pertolongan “Mbah Google” kita dapat mengetahui pasar lelang karet di pedesaan telah memberi manfaat kepada petani dengan perbaikan harga dan diikuti dengan perbaikan mutu. Dalam membandingnya tentu dengan harga karet yang terjadi diluar jangkauan pengaruh pasar lelang pada hari yang sama atau berdeketan dan pada tingkat mutu yang hampr sama pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koperasi bisa saja membeli karet petani, baik langsung kepada petani atau melalui pasar lelang, tidak jadi masalah dan baik-baik saja, dan kemudian bermitra dengan industri pengolahan atau menjual di pasar bokar, kalau di kota Jambi, adalah pasar karet Payoselincah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya adalah, harga karet ditentukan oleh keadaan harga hari itu, mutu dalam hal ini kadar air dan kotoran, disini menjadi perdagangan karet menjadi lebih rumit dari berdagang komoditi pertaniaan lainnya. Kotoran ada didalam barang, sedang komoditi lain tidak. Kadar air bisa sangat cepat berubah terutama kalau kadar air bokarnya tinggi. Kemudian kalau zat pembeku karet (koagulan) yang digunakan petani bahan tertentu, pedagang yang tidak berpengalaman bisa tertipu, disangkan karet itu kering, ternyata kadar airnya tinggi dan tertahan pada gelembung-gelembung pada slab tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi untuk menjadi pedagang bokar, harus banyak pengalaman, teliti dan jeli melihat perkembangan pasar. Pada pedagang pengumpul tradisonal karier pedagang tersebut bergerak dari tukang timbang, lama-lama menjadi pedagang, di industri pengolahan juga begitu, dari tukang timbang dan magang bertahun-tahun baru menjadi penaksir mutu dan penetap harga. Mencari orang seterampil itu tidak mudah. Pada industri pengolahan karet bagian pemebeli umumnya tidak ditunjuk oleh menejer atau direktur, kebanyak ditunjuk oleh pemegang saham utama, sedangkan direktur tidak bisa apa terhadap penujukan bagian pemebelian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umunya diperusahaan yang menjadi jantung perusahaan adalah bidang pemasaran, di industri karet yang menjadi jantung adalah bagian pembeli bahan baku, oleh sebab itu di tunjuk oleh pemilik (owner), bukan oleh direksi, ini keunikan karet satu lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Resiko pergerakan harga yang sering diluar dugaan, bisa terjadi waktu membeli harga mahal, waktu menjual harga anjlok, terjadi kerugian. Koperasi adalah usaha modal bersama, kalau terjadi kerugian, sang menejer perniaagaan karetnya akan dimaki bersama-sama oleh anggota. Atau kejadian salah taksir, sehingga menimbulkan kerugiaan juga akan mendapat umpatan yang sama, dan akan dicurigai sebagai tidak jujur, kendati mencari orang jujur sekarang sulit. Jadi sangat riskan kalau koperasi berdagang bokar, sebaiknya memfasilitasi saja, dengan mengadakan pasar lelang, anggota terbantu, ada sedikit SHU dan tanpa resiko bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak koperasi yang bangkrut karena berdagang dan mengolah karet di Provinsi Jambi, tidak etis saya menyebutnya di media public ini, tetapi  banyak koperasi hamper  bangkrut menjadi berkembang karena mengelola pasar lelang karet, yang sampai sekarang sudah dua puluh tahun mengelola pasar lelang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemungkinan kemitraan antara industry adalah kelompok tani dengan industri pengolahan, dengan persayaratan tertentu, yakni disiplin dalam pengolahan dengan metoda yang sama, karet bersih tanpa kotoran dan taat kepada kesepakatan. Kemitraan ini bisa lestari bertahun-tahun, tidak banyak tetapi ada, contoh nyata adalah kelompok tani yang diketuai oleh Pak Kliwon, Kabupaten Muaro Jambi, kelompok tani yang akan bermitra dengan industri  saya sarankan magang dengan Pak Kliwon, dan dibimbing oleh beliau dan beliau bisa sebagai penjamin bagi industry, karena taat kesepakatan, disiplin, konsisten dan sangat dipecaya oleh anggotanya dan industri. Sekarang sudah ada kelompok tani yang dibina dan dijamin oleh Pak Kliwon. Pak Kliwon membina dengan bahasa petani adan bahasa bisnis yang sangat dimengerti oleh petani, Pak Kliwon membina dengan contoh nyata yang bisa diadopsi oleh petani, Pak kliwon membina tidak pakai bahasa birokrasi yang tidak dimengeti oleh petani dan dunia usaha. Kalau untuk kemitraan Guru Besarnya adalah Pak Kliwon, tidak ada yang lain di Provinsi Jambi, setahu saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya adalah, saya menyarankan tidak usah koperasi ikut dalam berdagang karet, resikonya sangat tinggi, sebaiknya yang bermitra adalah kelompok tani yang bisa menciptakan mutu baik, homogen, konsisten, taat akan kesepakatan kemitraan. Koperasi cukup memfasilitasi pasar lelang saja, sudah member kontribusi pada peningkatan pendapatan anggota dan petani sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara Sarjono, inilah jawaban dari pertanyaan Anda, semoga tercapai yang saudara inginkan, dan bermanfaat bagi kita semua, masyarakat perkaretan di Indonesia. Banyak maaf, Terima kasih (Dasril Daniel, Jambi, 5 Maret 2009)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5480674927697835235-5203266872814942091?l=infokaretalamindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/feeds/5203266872814942091/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5480674927697835235&amp;postID=5203266872814942091' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/5203266872814942091'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/5203266872814942091'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/2009/03/koperasi-berbisnis-bokar.html' title='KOPERASI BERBISNIS BOKAR'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5480674927697835235.post-1877771201688659864</id><published>2009-02-26T06:32:00.000-08:00</published><updated>2009-02-26T06:34:44.558-08:00</updated><title type='text'>Ekspor Karet Indonesia Turun</title><content type='html'>JAKARTA: Pengurangan volume ekspor karet telah melebihi angka yang ditetapkan oleh International Tripartite Rubber Council (ITRC), sehingga kinerja ekspor tidak berjalan optimal.&lt;br /&gt;Direktur Ekspor Komoditas Hasil Pertanian dan Kehutanan Ditjen Perdagangan Luar Negeri Departemen Perdagangan Yamanah A.C mengatakan efektivitas pelaksanaan pengurangan volume ekspor karet (Agree Export Tonage Scheme/AETS) belum optimal. &lt;br /&gt;"Masih nunggu SK Menteri Perdagangan tentang pengurangan volume ekspor karet tahun ini. Jadi, belum melibatkan Bea dan Cukai," ujarnya kemarin. &lt;br /&gt;Peraturan itu akan mengatur mekanisme pengurangan volume ekspor karet tahun ini menyusul pengurangan oleh International Tripartite Rubber Council (ITRC) selama tahun ini sebesar 915.000 ton. &lt;br /&gt;Total pengurangan sebesar 915.000 ton terdiri dari 700.000 ton melalui skema kesepakatan ketiga negara (AETS), sedangkan 215.000 ton dampak dari peremajaan pohon karet dengan penebangan karet yang dinilai telah tua dan tidak produktif lagi. &lt;br /&gt;Indonesia mendapatkan alokasi pengurangan volume ekspor sebanyak 116.000 ton pada kuartal I/2009. &lt;br /&gt;Pada kuartal I/2009, Indonesia memangkas volume ekspor sebanyak 116.000 ton. Pada Januari dipangkas sebanyak 45% atau sebesar 52.200 ton, selama Februari 35% atau sebesar 40.600 ton dan selama Maret 25% atau sebanyak 29.000 ton. &lt;br /&gt;Volume ekspor karet Thailand, Indonesia dan Malaysia (juta ton)&lt;br /&gt;         2007 2008 2009*&lt;br /&gt;Ketiga negara 5,5  5,7 4,8&lt;br /&gt;Indonesia 2,7 2,8 2,64&lt;br /&gt;Sumber: Berbagai sumber, diolah&lt;br /&gt;Ket: * prediksi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) yang ditunjuk sebagai National Tripartite Rubber Council (NTRC) oleh pemerintah bertugas untuk mengatur alokasi volume ekspor anggotanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gapkindo memberikan alokasi ekspor kepada setiap perusahaan atau eksportir berdasarkan realisasi ekspor selama 2008. Pengurangan ekspor dilakukan setiap bulan dan jika realisasi ekspor suatu perusahaan dalam sebulan lebih rendah, mekanismenya diatur Depdag. &lt;br /&gt;"Bukan kuota, melainkan alokasi ekspor. Misalkan realisasi suatu perusahaan lebih rendah dari jatah yang diberikan, maka ada mekanismenya. Saya tidak dapat menyebutkan mekanisme itu," ujar Direktur Eksekutif Gapkindo Suharto Honggokusumo kepada Bisnis, kemarin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengatakan selama Januari 2009, Indonesia telah mengurangi volume ekspor karet lebih dari 52.200 ton. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Suharto, rendahnya realisasi volume ekspor akan mendongkrak harga karet di pasar internasional. "Kalau yang realisasinya rendah ya bagus untuk mendongkrak harga." (19/Maria Y. Benyamin) &lt;br /&gt;Sumber : Bisnis Indonesia  http://www.bisnis.com  &lt;br /&gt;Tanggal 26 Februari 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5480674927697835235-1877771201688659864?l=infokaretalamindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/feeds/1877771201688659864/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5480674927697835235&amp;postID=1877771201688659864' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/1877771201688659864'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/1877771201688659864'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/2009/02/ekspor-karet-indonesia-turun.html' title='Ekspor Karet Indonesia Turun'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5480674927697835235.post-8203719201002744646</id><published>2009-02-26T06:31:00.000-08:00</published><updated>2009-02-26T06:32:43.223-08:00</updated><title type='text'>Harga Karet hanya Rp 4 Ribu/Kg</title><content type='html'>Kamis, 26/02/2009; 15:24 WIB&lt;br /&gt;KOTAJAMBI-Petani karet di Jambi mengeluhkan harga karet yang turun hingga Rp 4 ribu/Kg. Padahal, sebelumnya harga jual karet mencapai Rp 6 ribu/kg. “Harga ini merupakan yang terendah dalam kurun waktu satu minggu ini,” ujar Talib,  salah seorang warga Desa Tanjung Agung Kec. Muko-Muko Bathin VII Kabupaten Bungo. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluhan serupa juga datang dari Anwar, petani karet asal Desa Simpang Terusan Kec. Muarabulian. Menurut dia, harga jual karet di desanya kini hanya Rp 4.000 sampai dengan Rp 4.200/Kg untuk getah kering. Sedangkan untuk getah basah hanya Rp. 3.500/Kg sampai Rp. 3.700/Kg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Ir Tagor Mulia Nasution saat dikonfirmasi membenarkan jika harga jual karet saat ini hanya Rp 4000/Kg. “Penurunan harga ini dipengaruhi krisis global yang sedang kita hadapi,” jelasnya. Ia juga menyarankan agar  petani karet, hanya menjual karetnya ke poll lelang sehingga harganya bisa lebih tinggi. (infojambi.com/WAN&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5480674927697835235-8203719201002744646?l=infokaretalamindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/feeds/8203719201002744646/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5480674927697835235&amp;postID=8203719201002744646' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/8203719201002744646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/8203719201002744646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/2009/02/harga-karet-hanya-rp-4-ribukg.html' title='Harga Karet hanya Rp 4 Ribu/Kg'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5480674927697835235.post-6865857816411580672</id><published>2009-02-14T06:22:00.001-08:00</published><updated>2009-02-14T06:22:56.768-08:00</updated><title type='text'>KARET KOTOR MERUGIKAN PETANI</title><content type='html'>Karet atau bahan olah karet (bokar) yang kotor umumnya terjadi di daerah yang ekspornya dalam bentuk karet remah (crumb rubber), sedangkan ekspornya berupa RSS, petani membuat getah tipis yang bersih. Indsutri crumb rubber pada intinya adalah membersihkan, mengeringkan dan mempadukan karet beberbentu bal, sehingga memungkinkan petani membuat bokar yang kotor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin kotor bokar yang diolah, semakin tinggi biaya pengolahan, harga jual crumb rubber tidak bisa dipaksakan tinggi, karena persaingan yang sangat ketat di pasar internasional, pasar internasionalpun tidak begitu transparan, dan dikendalikan beberapa perusahaan ban global, sehingga biaya pengolahan yang tinggi akan menekan harga beli bokar, yang selanjutnya akan menekan pula harga pada tingkat petani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bokar pada prisnsipnya terdiri dari tiga komponen utama yakni karet, air dan material lain. Bokar yang mengandung meterial lain itulah yang dikatakan karet kotor, kalau kadar air yang tinggi dikatakan karet basah, karet semat itu disebut karet kering atau kadar karet kering(kkk).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karet yang kotor, kotoran yang ada dalam karet tersebut dibiayai ongkos angkut dan bongkar muat semenjak dari petani sampai pabrik pengolahan, biaya-biaya tersebut dibebankan pada petani dalam bentuk harga yang lebih rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air yang dalam massa karet yang  lateksnya dibekukan dengan asam semut akan mudah dikeluarkan dengan dibiarkan saja atau ditekan dengan alat atau menumpunya. Karet dengan sendirinya sampai pada kadar air tertentu, jadi kalau karet yang basah, biaya transportasi dan bongkar muat air dalam karet tersebut dibiaya oleh petani, dengan harga karet basah lebih murah dibanding dengan karet yang lebih kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Industri crumb rubber tidak menghendaki bokar yang sangat kering, tetapi suka yang masih lembab, seperti jenis slab atau cup lump, dengan ketebalan dibawah lima senti meter, karena mudah memotong atau menghancurkan dalam bentuk bagian bagian kecil, sehingga tidak membutuhkan energi yang tinggi, asal bersih, biaya pengolahannya paling tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lateks yang keluar dari garis sadap bersih seperti susu, itulah yang ditampung dalam cawan penampung, dan seterusnya ada yang dimasukan dalam bak pembeku dengan menambahkan asam semut (asam formiat/cuka karet). Jadi tanpa campur tangan petani, tidak ada kotoran yang masuk kedalam bongkahan karet tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menambah pekerjaan petani memasukan sampah kedalam bak pembeku, yang akhirnya akan menyebabkan harga jualnya menajdi tertekan. Jadi kalau demikian apakah perlu teknologi agar petani menghasilkan karet yang bersih, ya tidak perlu asal tidak mencampur, dan membekukan pada bak pembeku (dari kayu), selesai. Tetapi kalau mau lebih bersih dapat lateks diencerkan lebih dulu dengan air bersih dan disaring seperti membuat slab tipis untuk membuat RSS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari aspek teknologi, petani tahu dan mapu melaksanakannya, secara ekonomi mudah menerangannya, namun sebagian petani masih senang melakukannya, kendati sudah banyak perubahan, malah ada stigma yang menyesatkan dikalangan petani lebih untung membuat karet kotor, atau membuat karet bersih tidak memberi nilai tambah malah merugikan. Aneh, tapi nyata, artinya ada masalah ditata niaga yang berlaku secara umum. Menerangkannya akan dibaca pada tulisan saya berukutnya. &lt;br /&gt;(Dasril Daniel, Jambi, 14/02/01)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5480674927697835235-6865857816411580672?l=infokaretalamindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/feeds/6865857816411580672/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5480674927697835235&amp;postID=6865857816411580672' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/6865857816411580672'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/6865857816411580672'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/2009/02/karet-kotor-merugikan-petani.html' title='KARET KOTOR MERUGIKAN PETANI'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5480674927697835235.post-1276683958754030361</id><published>2009-02-12T07:39:00.001-08:00</published><updated>2009-02-12T07:39:47.302-08:00</updated><title type='text'>Perbedaan dan Perubahan Harga Karet</title><content type='html'>Bila diperhatikan harga bahan olah keret (bokar), antara pembelian pabrik crumb rubber dengan harga jual petani sangat besar, kadang kala harga jual petani hanya 30 persen dari  harga pembelian pabrik, bagi orang yang tidak mengerti bagai mana kedaan karet akan terkejut, seolah-olah pedagang mengambil untuk yang luar bisa besar, sebenarnya tidak juga demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga pembelian pabrik biasanya dihitung atau disebutkan (patokan) dengan harga 100 persen KKK (kadar karet kering), diperhitungkan komponen karet seluruhnya, tidak ada air dan kotoran, bila bokar tersebut kadar airnya 25 persen kadar kotorannya 10 persen, maka harga riil karet tersebut 65 persen dari harga patokan tersebut, dengan asumsi kalau karet itu dibekukan dengan asam semut,  tidak tercampur pasir halus, kalau karet itu dibekukan  tidak dengan asam semut (cuka getah)  dan tercampur pasir halus, harganya akan lebih rendah lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga jual petani, biasanya tidak merujuk pada 100 persen KKK, dan kadar air di petani bisa sangat tinggi sampai lebih 40 persen. Jadi pedagang pengumpul di desa  memperhitungkan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kondisi transportasi lancar, wajarnya dari petani dijual kepada pedagang pengumpul, dan pedagang pengumpul langsung mejual kepada pabrik crumb rubber. Maka pedagang akan memperhitungkan dalam ongkos, adalah ongkos transpor, bongkar muat, segala pungutan baik yang resmi, maupun yang tidak resmi, penyusutan (karena dalam penumpukan dan pengangkutan kadar air berkurang, ditambah margin keuntungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pabrik crumb rubber, mengambil patokan harga pembelian pada harga bursa Singapura (Singapore Comodity Exhange, dikurangi biaya prosesing, biaya transpor ke pelabuhan, pajak dan pungutan, serta keuntungan, namun parameter lain yang dipertimbangkan adalah besarnya suplai dari petani, besarnya permintaan, lamanya kontrak akan jatuh tempo dan lain sebagainya. Bila suatu pabrik yang kontraknya akan segera jatuh tempo, stok barang jadi belum cukup, ia akan membeli jauh diatas harga normal, kadangkala untuk segera mengolah, ia membeli seolah-olah tidak akan untung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produksi karet  sepanjang tahun tidaklah sama, pada musim hujan petani tidak bisa menyadap, suplai berkurang, waktu musim rontok daun, produksi lateks berkurang, kalau permintaanya datar harga akan naik. Waktu bulan puasa dan lebaran, petani muslim butuh uang, mereka menyadap tiap hari, suplai bertambah, harga turun. Menjelang tahun baru juga biasanya suplai bertambah harga akan turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sisi demand juga berfluktuatif, ada suatu negara mengumpulkan iron stoknya harga naik, bila melepas cadangan untuk diganti harga turun. Minyak bumi naik, harga karet akan naik, kalau pendapatan masyarakat dunia tidak terganggu dan berbagai faktor yang mempengaruhi harga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisis ekonomi global dewasa ini, waktu harga minyak bumi melambung tinggi dan begiti pula BBM, harga karet malah turun, hal ini dapat dijelasakan, Harga BBM yang sangat tinggi, menyebabkan berkurangnya permintaan terhadap ban pengganti, dan BBM yang tinggi biaya produksi mobil menjadi tinggi, harga tidak terjangkau dan kurangya minat masyarakat membeli mobil baru, satu mobil baru membutuhkan ban baru limah buah. Sehingga berkuranya permintaan terhadap ban. Produksi mobil, mempengaruhi kebutuhan karet alam karena lebih kurang 80 persen karet alam digunakan untuk pembutan ban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab banyaknya paramerter yang mempengaruhi harga karet, maka harga karet tersebut berfluktuatif terus, kadangkala mendadak, reaksi yang terjadi diluar dugaan, seperti bola keret liar.&lt;br /&gt;(Dasril Daniel, Jambi, 12/02/09)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5480674927697835235-1276683958754030361?l=infokaretalamindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/feeds/1276683958754030361/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5480674927697835235&amp;postID=1276683958754030361' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/1276683958754030361'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/1276683958754030361'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/2009/02/perbedaan-dan-perubahan-harga-karet.html' title='Perbedaan dan Perubahan Harga Karet'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5480674927697835235.post-2729744105554446253</id><published>2009-02-12T06:42:00.001-08:00</published><updated>2009-02-12T06:42:34.896-08:00</updated><title type='text'>Harga Karet Merosot, Petani Mengeluh</title><content type='html'>Aceh Bisnis 11-02-2009 &lt;br /&gt;*m syafrizal/sugito tassan&lt;br /&gt;MedanBisnis – Kota Langsa&lt;br /&gt;Petani karet di Kota Langsa mulai mengeluh. Pasalnya, saat ini harga karet di tingkat pengumpul mulai menurun. Padahal, harga sebagian kebutuhan pokok terus merangkak naik.&lt;br /&gt;“Akibatnya masyarakat menjadi terjepit, karena penghasilan dari petani karet sudah tidak mencukupi lagi untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari,” ungkap seorang petani karet, Zulkifli (39) kepada MedanBisnis di Langsa, Selasa (10/2).&lt;br /&gt;Dikatakannya, saat ini harga karet di tingkat pengumpul menurun menjadi Rp 4.800/kilogram, dari harga sebelumnya sebesar Rp 5.000/kilogram. Meskipun penurunan harganya tidak begitu drastis, namun kondisi seperti ini jelas membuat resah bagi para petani. Terutama bagi masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari bertani karet.&lt;br /&gt;“Coba Anda bayangkan saja, biasanya setiap minggu saya memeroleh penghasilan sebesar Rp 500.000, akan tetapi kini dengan harga karet yang terus menurun maka saya hanya memeroleh penghasilan Rp 150.000–Rp 200.000 setiap minggunya,” ujarnya.&lt;br /&gt;Belum lagi saat ini, kata dia, telah tiba musim gugur. Itu artinya pohon-pohon karet sudah tidak bisa lagi memberikan hasil seperti biasa dan produksi karet menurun. Biasanya musim gugur seperti ini baru kembali normal setelah lebih kurang selama empat bulan.&lt;br /&gt;“Jadi selama empat bulan ini produksi dari kebun karet juga ikut menurun. Sudah harganya menurun hasilnya juga menurun,” tuturnya.&lt;br /&gt;Karena itu, pemerintah pusat maupun daerah diminta segera mencari solusi terbaik untuk mengatasi persoalan ini. Karena bagi masyarakat yang perekonomiannya menengah ke bawah kondisi ini sangat memberatkan.&lt;br /&gt;Gula Naik&lt;br /&gt;Sementara itu, harga gula pasir di sejumlah pusat pasar di Lhokseumawe mulai bergerak naik mejadi Rp 8.500/kg dari sebelumnya Rp 6.500/kg. Sehingga membuat sejumlah masyarakat, terutama para pengusaha kue mengeluh.&lt;br /&gt;Kenaikan harga gula pasir tersebut diduga akibat dihentikannya impor gula oleh pemerintah pusat, yang bertujuan untuk meningkatkan daya saing produk gula dalam negeri. Pengaruh lain juga disebabkan kebun tebu belum mulai masa panen, akibatnya rotasi penggilingan sedikit tersendat. Hanya saja berdampak langsung bagi konsumen terutama pedagang kue.&lt;br /&gt;“Akibat harga gula naik, secara otomatis akan memengaruhi keuntungan penjualan bagi kami, betapa tidak kue yang kami produksi semuanya menggunakan gula pasir. Karena bermacam jenis roti setiap harinya kita membutuhkan gula sekitar empat kg. Belum lagi kalau ada orderan misalnya. Sedangkan penjualan kue harganya tetap Rp 500 per potong,” ujar seorang pedagang kue Rinaldi, Selasa (10/2).&lt;br /&gt;Sementara itu, Kepala Disperindagkop Kota Lhokseumawe Muhammad Ridha, ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kenaikan harga gula pasir tersebut. “Sumber kenaikan tersebut berasal dari pabrik terutama di Lampung. Bahkan di tingkat pabrik harganya sudah mencapai Rp 6.900/kg, sedangkan tingkat distributor di Lhokseumawe harganya Rp 7.900/kg. Di tingkat pengecer mencapai Rp 8.500/kg,” katanya.&lt;br /&gt;Ridha juga tidak membantah, bahwa kenaikan harga gula tersebut juga terpengaruh kebijakan pemerintah menutup kran impor gula. Dan selama ini kebutuhan Lhokseumawe diimport dari Malaysia.&lt;br /&gt;“Begitu juga kabarnya sekarang belum masa panen, sehingga mempengaruhi proses penggilingan di Lampung, karena pasokan kita setelah tidak lagi import, dikirim dari Lampung,” jelasnya.&lt;br /&gt;Di sisi lain gula yang berasal dari pabrik Gunung Madu Plantation (GMP), harga di tingkat distributor ditawarkan kepada konsumen Rp 7.500/kg. Sedangkan harga eceran dijual Rp 8.000/kg.&lt;br /&gt;Sumber: http://www.medanbisnisonline.com/2009/02/11/harga-karet-merosot-petani-mengeluh/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5480674927697835235-2729744105554446253?l=infokaretalamindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/feeds/2729744105554446253/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5480674927697835235&amp;postID=2729744105554446253' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/2729744105554446253'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/2729744105554446253'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/2009/02/harga-karet-merosot-petani-mengeluh.html' title='Harga Karet Merosot, Petani Mengeluh'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5480674927697835235.post-3041038210835869563</id><published>2009-02-12T06:40:00.000-08:00</published><updated>2009-02-12T06:41:43.685-08:00</updated><title type='text'>Petani Masih Nantikan Realisasi Revitalisasi Karet</title><content type='html'>Agribisnis 12-02-2009 &lt;br /&gt;MedanBisnis – Muara Teweh&lt;br /&gt;Masyarakat di Kabupaten Barito Utara (Barut) Kalimantan Tengah masih menunggu realisasi program revitalisasi perkebunan karet (non kemitraan).&lt;br /&gt;“Sampai saat ini kami masih menunggu kapan pelaksanaan revitalisasi karet tersebut,” kata salah seorang pengurus kelompok tani Kelurahan Jambu, Irwansyah di Muara Teweh, Rabu (11/2).&lt;br /&gt;Padahal kata dia, pihaknya sudah menyerahkan berkas permohonan kelompok tani untuk menjadi peserta revitalisasi perkebunan karet kepada dinas terkait dan permohonan sebagai calon petani sudah diverifikasi.&lt;br /&gt;Kepala Bidang Pengembangan Lahan, Sarana dan Perlindungan Perkebunan pada Dinas Kehutanan dan Perkebunan Barut Sunoto mengakui program revitalisasi karet masih belum berjalan.&lt;br /&gt;Program revitalisasi perkebunan komoditas karet (non kemitraan) di kabupaten pedalaman Sungai Barito ini rencananya tahun 2008 lalu ditargetkan seluas 2.000 hektar tersebar di enam kecamatan.    “Namun saat ini revitalisasi karet belum berjalan karena pihak bank selaku peminjam modal tidak berani mengucurkan dana kepada petani karena tidak ada perusahaan selaku penjamin (avalis),” katanya didampingi Kasi Pengembangan Lahan, Arsan Asari.&lt;br /&gt;Program revitalisasi perkebunan karet pada salah satu kabupaten di pedalaman Kalteng  ini rencananya diterima calon petani di wilayah Kecamatan Teweh Tengah, Gunung Timang, Lahei, Gunung Purei, Teweh Timur dan Montallat.&lt;br /&gt;Calon petani yang telah diverifikasi sebanyak 90 kelompok tani dengan lahan seluas 5.000 dari 11.025 hektar usulan yang rencananya satu hektarnya rata-rata 500 bibit. “Kendala petani peserta revitalisasi karet ini juga dialami sejumlah petani lainnya di sejumlah kabupaten di Kalteng,” jelasnya.&lt;br /&gt;Namun, kata Sunoto, berkas administrasi yang lulus verifikasi itu masih belum dibuatkan surat keputusan (SK) Bupati Kabupaten Barut, karena kendala belum adanya bank yang berani memberikan kredit.&lt;br /&gt;Padahal, tambah dia, sesuai pedoman program revitalisasi perkebunan yang diterbitkan Dirjen perkebunan Departemen Pertanian semestinya bank tetap bisa menerima kredit petani karet tanpa ada perusahaan penjamin cukup sebagai jaminan berupa surat keterangan tanah (SKT). “Jadi calon petani yang sudah ditetapkan dalam SK tersebut bisa mendapat pinjaman dari bank,” katanya.&lt;br /&gt;Ia meminta kepada para petani peserta program revitalisasi ini tetap bersabar, bukan pemerintah daerah yang tidak serius namun kendala itulah yang membuat kegiatan terlambat.  “Masalah ini dalam waktu dekat akan kami disampaikan kepada pemerintah daerah, karena program ini tetap berjalan sesuai rencana meski tanpa melalui avalis,” tegasnya.&lt;br /&gt;Program revitalisasi karet di kabupaten pedalaman Sungai Barito ini tahun 2007/2008 dialokasikan 7.000 hektar dengan kebutuhan bibit mencapai 35 juta pohon, kegiatan itu dilakukan bertahap hingga tahun 2010 nanti seluas 10.000 hektar. “Kita harapkan program tersebut sudah bisa terealisasi tahun depan dan tidak diberikan secara gratis melainkan nantinya petani mendapat pinjaman kredit dari perbankan dengan bunga rendah,” tandas Sunoto.&lt;br /&gt;Karet merupakan salah satu komoditi unggulan daerah ini sebagian besar warga masyarakatnya mengusahakan perkebunan karet baik menanam bibit lokal maupun unggul tersebar di enam kecamatan yang luasnya mencapai 52.970 hektar dengan produksi mencapai 47.107 ton lembar (slab) per tahun.(ant)&lt;br /&gt;Sumber: http://www.medanbisnisonline.com/2009/02/12/petani-masih-nantikan-realisasi-revitalisasi-karet/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5480674927697835235-3041038210835869563?l=infokaretalamindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/feeds/3041038210835869563/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5480674927697835235&amp;postID=3041038210835869563' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/3041038210835869563'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/3041038210835869563'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/2009/02/petani-masih-nantikan-realisasi.html' title='Petani Masih Nantikan Realisasi Revitalisasi Karet'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5480674927697835235.post-3218769397098124575</id><published>2009-02-12T06:38:00.000-08:00</published><updated>2009-02-12T06:40:22.130-08:00</updated><title type='text'>GOODYEAR TUTUP 92 TOKO</title><content type='html'>Rabu, 20 Agustus 2008 | 13:25 WIB&lt;br /&gt;DETROIT- Korban lesunya perekonomian kembali jatuh. Kali ini giliran Goodyear Tire &amp; Rubber, yang mengumumkan akan menutup 92 toko miliknya dan memangkas 600 pekerjanya akibat penurunan ekonomi AS sehingga menekan perusahaan itu.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;"Dalam kondisi ekonomi seperti saat ini, orang mengurangi berkendaraan dan hal itu tentu saja berdampak pada setiap industri otomotif AS, termasuk seberapa serng mereka mengganti ban atau membeli mobil baru," sebut juru bicara Goodyear, Keith Price, Selasa (19/8) waktu setempat seperti dikutip Reuters.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;Perusahaan ban terbesar dari segi penjualan di Amerika Serikat ini memiliki 742 toko di AS. Penutupan toko akan dilakukan setelah pembayaran pajak sekitar 30 juta dollar AS dengan setengahnya akan dilakukan pada kuartal ketiga. Perusahaan itu menyatakan penutupan toko itu akan mengurangi kerugian sampai 9 juta dollar setiap tahun.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;Selama Juli, Goodyear mengatakan keyakinannya akan mampu untuk menaklukkan tantangan ekonomi dalam jangka pendek, terutama di Amerika Utara. Pada saat itu,perusahaan mengatakan pendapatan bersih pada kuartal kedua naik 75 juta dollar atu 31 sen dollar per saham dari 56 juta atau 26 sen dollar per saham pada awal tahun. Pendapat juga naik 6,5 persen menjadi 5,24 miliar dollar.&lt;br /&gt;Sementara itu, penjualan otomotif di AS turun sampai tingkat terendah dalam 16 tahun terakhir karena AS meninggalkan truk dan SUV yang memakan energi, melemahnya pasar rumah, dan pengetatan kredit.&lt;br /&gt;Awal bulan ini, Perusahaan asal Jepang, Bridgestone Corp, mengatakan mereka memperkirakan permintaan ban mobil penumpang di Amerika Utara turun 5 persen tahun ini karena turunnya penjualan mobil baru.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;Selama Juli, Michelin, perusahaan ban dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua setelah Bridgestone, mengatakan berada di "lingkungan dunia yang salah dan sulit" sehingga pendapatan operasinya lebih rendah 17,8 persen menjadi 708 juta euro.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;Michelin mengatakan pangsa pasarnya mencapai 17,2 persen, setara dengan Bridgestone dan di atas Goodyear yang pangsanya 16 persen. (ant)&lt;br /&gt;Sumber: http://www.tribunpontianak.co.id/read/artikel/4147&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5480674927697835235-3218769397098124575?l=infokaretalamindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/feeds/3218769397098124575/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5480674927697835235&amp;postID=3218769397098124575' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/3218769397098124575'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/3218769397098124575'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/2009/02/goodyear-tutup-92-toko.html' title='GOODYEAR TUTUP 92 TOKO'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5480674927697835235.post-5083486296895666451</id><published>2009-02-12T06:37:00.000-08:00</published><updated>2009-02-12T06:38:45.496-08:00</updated><title type='text'>Pabrik Tekan Harga Karet Petani</title><content type='html'>Pabrik Tekan Harga Karet Petani,  Di Labuhan Batu Rp 1.500/Kg&lt;br /&gt;Medan Bisnis Online  10-02-2009 &lt;br /&gt;*herman saleh/ant&lt;br /&gt;MedanBisnis – Medan&lt;br /&gt;Petani karet di Sumatera Utara (Sumut) mulai mengeluhkan sikap pabrikan. Pasalnya, sejak sebulan terakhir banyak pabrik yang menekan harga karet maupun getah dari petani. Alasannya, pabrik tersebut masih memiliki stok bahan olah karet (bokar) yang belum sempat diolah karena krisis yang melanda negara tujuan ekspor.&lt;br /&gt;“Yang saya dengar pabrik kesulitan produksi karena ekspor melambat. Bahkan beberapa pabrik mengaku mengurangi produksi dan telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK),” kata Kamil Hasibuan, seorang petani karet di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).&lt;br /&gt;Katanya, kondisi tersebut semakin menyulitkan petani, karena berdampak pada penurunan harga karet. Dia mengatakan akhir tahun 2008 harga getah masih di atas Rp 13.000 per kilogram, tetapi sebulan terakhir  anjlok hingga Rp 3.000-4.000 per kilogram.&lt;br /&gt;“Melihat keadaan yang begitu, tidak tertutup ada spekulan yang bermain. Spekulan tersebut, bisa di tingkat pedagang maupun eksportir,” ujar Kamil menduga penyebab harga yang terus anjlok.&lt;br /&gt;Hal senada juga dikatakan Amri Hasibuan, petani karet di Kabupaten Labuhan Batu. “Akhir-akhir ini memang banyak pedagang pengumpul yang mengurangi pembelian, tetapi saya tidak tahu penyebabnya,” kata Amri. Dia mengatakan, harga getah karet di tempatnya jauh lebih murah, yakni Rp 1.500 per kilogram.&lt;br /&gt;Meski demikian, lanjutnya, dirinya dan petani karet lainnya memilih tetap menjual meskipun harga yang ditetapkan sudah sangat rendah. Alasannya, penduduk yang berprofesi sebagai petani karet tidak mempunyai penghasilan lain selain dari karet.&lt;br /&gt;“Kalau boleh adalah perhatian pemerintah, seperti halnya petani kelapasawit. Jika tidak, petani karet akan semakin kesulitan,” harapnya. Dia menambahkan dalam satu hari dia menjual 20-25 kilogram getah kepada pedagang pengumpul. Dia mengaku belum pernah menjual langsung getahnya ke pabrik.&lt;br /&gt;Bahkan petani yang merupakan penyokong ekspor salah satu komoditas unggulan Sumut ini terpaksa berutang untuk menutupi biaya produksi dan kebutuhan sehari-hari.  “Kalau ini terus berlanjut, gawatlah petani. Sekarang saja, banyak petani yang terpaksa utang sana-sini untuk makan dan biaya sekolah anak,” kata K Siregar, petani lainnya di Kabupaten Labuhan Batu.&lt;br /&gt;Ketika dikonfirmasi, Sekretaris Eksekutif Gabungan Perusahaaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumut Eddy Iwansyah mengaku kaget dengan alasan pabrik tersebut. “Memang, beberapa pekan lalu, sejumlah pabrikan menghentikan sementara pembelian bahan baku karena stok perusahaan menumpuk. Hal ini dikarenakan, adanya permintaan penundaan pengiriman dari pembeli luar negeri,” ujarnya. Tetapi, kata dia, kondisi itu sekarang sudah mulai pulih dan pabrikan sudah membeli lagi.&lt;br /&gt;Dijelaskannya, akibat krisis global, yang berdampak pada keuangan yang sulit, importir meminta eksportir karet Sumut menunda pengiriman karet yang kontraknya sudah ditandatangani sebelumnya. Dia menyebutkan, harga bokar masih tertekan, tetapi masih berada di kisaran Rp11.000 per kilogram.&lt;br /&gt;“Harga bokar yang turun itu mengikuti harga ekspor yang cenderung turun lagi atau hanya US$ per kilogram pada tanggal 6 Februari, dari yang sebelumnya sempat naik US$ 1,4 per kilogram pada pekan ketiga Januari lalu,” katanya.&lt;br /&gt;Sumber: http://www.medanbisnisonline.com/2009/02/10/pabrik-tekan-harga-karet-petanidi-labuhan-batu-rp-1500kg/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5480674927697835235-5083486296895666451?l=infokaretalamindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/feeds/5083486296895666451/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5480674927697835235&amp;postID=5083486296895666451' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/5083486296895666451'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/5083486296895666451'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/2009/02/pabrik-tekan-harga-karet-petani.html' title='Pabrik Tekan Harga Karet Petani'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5480674927697835235.post-6571278916387810345</id><published>2009-02-12T06:36:00.000-08:00</published><updated>2009-02-12T06:37:12.075-08:00</updated><title type='text'>INDUSTRI OTOMOTIF TURUN PRODUKSI 50 PERSEN,</title><content type='html'>INDUSTRI OTOMOTIF TURUN PRODUKSI 50 PERSEN,&lt;br /&gt;PHK TAK TERHINDAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, (Analisa)&lt;br /&gt;Industri otomotif tanah air, baik kendaraan roda empat maupun roda dua akan menurunkan produksinya sebesar 30 hingga 50 persen &lt;br /&gt;sehingga pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor ini tidak terhindar.&lt;br /&gt;"Masalah penurunan order ini sangat tinggi. Estimasi industri otomotif akan menurunkan produksi 30 hingga 50 persen, termasuk sepeda motor hampir sama," kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Sofjan Wanandi, di Jakarta, Kamis.&lt;br /&gt;Kondisi buruk yang sama, menurut Sofjan, juga terjadi pada sektor properti di tanah air. Ia mengatakan ada sekitar dua juta unit perumahan yang tidak terjual. &lt;br /&gt;"Yang jelas kondisi dunia usaha Indonesia menjadi semakin susah. Orang-orang sudah tidak berani untuk belanja," ujar Sofjan.&lt;br /&gt;Kekhawatiran pengusaha, menurut dia, apabila pemerintah tidak segera menyalurkan stimulus yang telah dijanjikan, terutama stimulus untuk pembangunan infrastruktur sebesar Rp10,2 triliun. Sejauh ini perbaikan infrastruktur yang paling bisa mendukung kita bertahan keluar dari krisis, karena jika ini dilaksanakan akan mampu menyerap banyak tenaga kerja.     &lt;br /&gt;"Tapi tampaknya ini akan lama, aturannya (pelaksanaan stimulus) tidak jelas, Pemda yang sering tidak membantu karena otonomi daerah, jadi percuma stimulus Rp10,2 triliun kalau pelaksanaannya tidak jelas. Stimulusnya saja belum disetujui parlemen, apalagi kalau sampai pergantian pemerintahan baru dengan kebijakan baru mati kita," ujar dia.&lt;br /&gt;Yang jelas, ia menegaskan, para pengusaha di tanah air saat ini dalam kondisi dilema karena ketidak pastian dari pemerintah, ujar dia. &lt;br /&gt;Penurunan ekspor yang terjadi sekarang ini telah diprediksi sebelumnya oleh Apindo, ujar Sofjan, karena itu pengusaha telah berusaha mencari jalan keluarnya melalui outlook 2009 lalu.&lt;br /&gt;"PHK, menurunkan produksi, mengurangi bahan baku, mengurangi pinjaman, semua dilakukan supaya 'cash flow' (arus kas) perusahaan tetap terjaga," katanya. (Ant)&lt;br /&gt;Sumber: http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=6517:industri-otomotif-turunkan-produksi-50-phk-tak-terhindarkan-&amp;catid=26:nasional&amp;Itemid=29&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5480674927697835235-6571278916387810345?l=infokaretalamindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/feeds/6571278916387810345/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5480674927697835235&amp;postID=6571278916387810345' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/6571278916387810345'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/6571278916387810345'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/2009/02/industri-otomotif-turun-produksi-50.html' title='INDUSTRI OTOMOTIF TURUN PRODUKSI 50 PERSEN,'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5480674927697835235.post-4696849597200709499</id><published>2009-02-12T06:34:00.000-08:00</published><updated>2009-02-12T06:35:42.925-08:00</updated><title type='text'>INDUSTRI OTOMOTIF RI</title><content type='html'>INDUSTRI  OTOMOTIF  RI  BERSIAP  KELUAR  DARI  KRISIS&lt;br /&gt;Kamis, 12/02/2009 10:33 WIB&lt;br /&gt;oleh : Berliana Elisabeth S.&lt;br /&gt;JAKARTA (Bisnis.com): Industri otomotif Indonesia berupaya keluar dari krisis dengan salah satu caranya yakni mengembangkan sejenis segel kualitas yang berlaku nasional yang nantinya akan mengarah pada standardisasi industri seperti QSEAL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini terungkap dalam sebuah diskusi panel para ahli yang mengamati masa depan industri otomotif Indonesia yang &lt;br /&gt;bertajuk 'Industri Suku Cadang Mobil Indonesia dan Krisis Ekonomi Global: Strategi dan Perspektif' hari ini di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ahli yang merupakan peserta panel menyatakan saat ini yakni ketika perekonomian global berupaya mencapai keseimbangan, merupakan waktu yang tepat bagi industri otomotif dan suku cadang Indonesia untuk bersiap meraup keuntungan kompetitif bagi pertumbuhan di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walter North, direktur Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) dalam siaran persnya yang diterima Bisnis hari ini mengatakan salah satu cara untuk mewujudkan hal ini adalah dengan mempromosikan standardisasi produk dan proses dalam sektor otomotif Indonesia dan mengembangkan sistem evaluasi dan sertifikasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menambahkan menangkap peluang saat ini akan membantu perusahaan-perusahaan otomotif menjadi lebih kompetitif dan memperoleh akses kepada pasar internasional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Industri komponen otomotif hanya dapat bertahan dalam krisis ekonomi global dan menjadi lebih maju apabila industri ini bisa lebih kompetitif," ujar North.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskusi panel yang disponsori proyek SENADA USAID bersama Society of Automotive Engineers (SAE) International dan sejumlah asosiasi otomotif dan sepeda motor Indonesia ini menitikberatkan pada bagaimana melewati krisis ekonomi saat ini dan mempersiapkan strategi agar industri ini dapat tumbuh kembali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rilis Kedutaan Besar AS di Jakarta menyebutkan QSEAL adalah segel sertifikasi kualitas yang diakui secara nasional dalam pasar suku cadang di Indonesia untuk komponen otomotif non-orisinil yang memenuhi standar yang telah ditentukan industri otomotif. QSEAL diprakarsai oleh tiga asosiasi industri otomotif Indonesia, yakni Sentra Otomotif Indonesia (SOI), Ikatan Ahli Teknik Otomotif (IATO), dan Asosiasi Bengkel Kendaraan Indonesia (ASBEKINDO).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dua minggu ke depan, SENADA dan SOI akan mensponsori serangkaian Pelatihan Pengembangan Profesional QSEAL yang dilaksanakan oleh SAE International. Ini adalah pertama kalinya sebuah pelatihan SAE yang diakui secara internasional diadakan di Indonesia. Empat pelatihan yang akan diberikan adalah Managing Integrated Product Development; Design Reviews for Effective Product Development; Quality Function Deployment; dan Failure Modes and Effects Analysis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Umum IATO Hasiholan Sidabutar yang juga ketua Dewan Pengawasan Asosiasi Industri Otomotif Indonesia mengatakan pihaknya berharap program SAE ini akan mendukung dan menciptakan peluang bagi para pakar otomotif Indonesia dalam upaya untuk memaksimalkan daya saing dalam industri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SAE International adalah sebuah komunitas global yang bergerak dalam pengembangan standar, penyelenggaraan berbagai acara, serta penyediaan informasi teknis dan keahlian dalam perancangan, pembangunan, pemeliharaan, dan pengoperasian kendaraan yang dapat bergerak sendiri untuk digunakan di daratan maupun di laut, udara maupun luar angkasa. Komunitas ini memiliki lebih dari 90.000 anggota, yang terdiri dari para insinyur, pebisnis, pendidik, dan mahasiswa dari lebih dari 97 negara, yang saling berbagi informasi dan ide demi kemajuan teknologi dalam sistem mobilitas. &lt;br /&gt;Sumber: http://web.bisnis.com/sektor-riil/manufaktur/1id103005.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5480674927697835235-4696849597200709499?l=infokaretalamindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/feeds/4696849597200709499/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5480674927697835235&amp;postID=4696849597200709499' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/4696849597200709499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/4696849597200709499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/2009/02/industri-otomotif-ri.html' title='INDUSTRI OTOMOTIF RI'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5480674927697835235.post-1252225050112876168</id><published>2009-02-11T05:27:00.001-08:00</published><updated>2009-02-11T05:27:55.104-08:00</updated><title type='text'>EKSPOR KARET NAIK 21,5 PERSEN</title><content type='html'>JAKARTA: Nilai ekspor karet dan barang dari karet selama 2008 naik sebesar 21,5% menjadi US$7,58 miliar dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar US$6,24 miliar. &lt;br /&gt;Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) menyebutkan volume ekspor selama 2007 sebesar 2,7 juta ton, sedangkan pada 2008 diperkirakan sebanyak 2,8 juta ton. Adapun volume ekspor karet selama tahun ini diprediksikan sebanyak 2,64 juta ton. &lt;br /&gt;Sebelumnya International Tripartite Rubber Council (ITRC) menyepakati adanya pengurangan volume ekspor karet alam selama 2009 sebesar 915.000 ton atau sebesar 16% dari total volume ekspor pada 2008 guna menjaga stabilitas harga komodi?tas itu. (Bisnis/19) &lt;br /&gt;Sumber : Harian Bisnis Indonesia 10 Februari 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5480674927697835235-1252225050112876168?l=infokaretalamindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/feeds/1252225050112876168/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5480674927697835235&amp;postID=1252225050112876168' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/1252225050112876168'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/1252225050112876168'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/2009/02/ekspor-karet-naik-215-persen.html' title='EKSPOR KARET NAIK 21,5 PERSEN'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5480674927697835235.post-2031869464120238636</id><published>2009-02-11T05:18:00.000-08:00</published><updated>2009-02-11T05:21:15.273-08:00</updated><title type='text'>BAN ILEGAL BER-SNI BEREDAR DIPASAR</title><content type='html'>JAKARTA: Asosiasi Perusahaan Ban Indonesia (APBI) menemukan peredaran ban ilegal tanpa merek, tetapi berstiker standar nasional Indonesia (SNI) di pasar yang diduga akibat pengawasan yang lemah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Umum APBI A. Aziz Pane mengungkapkan ban mobil tanpa merek tersebut berasal dari India dan China, sedangkan ban ilegal untuk sepeda motor masuk dari Vietnam dan Thailand.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Volume kami belum tahu, tetapi ban tersebut masuk melalui pelabuhan kecil seperti Dumai, Jambi, dan Batam. Pengawasan di sana memang lebih longgar dibandingkan dengan di Belawan, Semarang, Surabaya, Makassar, dan Jakarta," katanya kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aziz memperkirakan kemungkinan tanda SNI di ban ilegal tersebut dipalsukan oleh para importir ataupun eksportir dari negara asal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tidak diawasi dengan ketat, lanjutnya, produk ban ilegal ini akan semakin banyak di pasar. APBI meminta aparat berwenang mengambil tindakan untuk menghentikan penyelundupan ban ilegal dan mencegah melebarnya peredaran ban yang sudah masuk di pasar. Jika ini tidak dilakukan, konsumen dan produsen akan dirugikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasar ban nasional (unit)&lt;br /&gt;Segmen         2007 2008&lt;br /&gt;Pengganti 8,21 juta 8,82 juta&lt;br /&gt;OEM        2,34  juta 3,4 juta&lt;br /&gt;Ekspor       31,78  juta 29,95 juta&lt;br /&gt;Total       42,34  juta 42,18 juta&lt;br /&gt;Sumber: APBI &lt;br /&gt;Aziz menjelaskan ban ilegal yang beredar pada pasar akan semakin membuat produsen ban lokal tertekan karena di saat perekonomian lesu seperti sekarang ini konsumen cenderung memilih ban dengan harga jual lebih murah, tapi kualitas tidak terjaga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih murah &lt;br /&gt;"Harga jual ban ilegal tersebut lebih murah sekitar 25%, dibandingkan dengan produk lokal. Saya meyakini harga yang murah tersebut karena kualitas ban sudah kedaluwarsa," ungkapnya.&lt;br /&gt;Harga ban saat ini cenderung mahal karena produsen belum bisa menurunkan harga jual. Bahkan Azizi sebelumnya mengatakan produsen ban lokal tidak akan menurunkan harga jual dalam waktu dekat karena pabrikan harus menanggung membengkaknya biaya produksi akibat kenaikan harga bahan baku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi yang menekan daya beli akibat harga yang mahal, sejumlah pedagang berupaya mengambil keuntungan dengan memasarkan ban ilegal yang kedaluwarsa. Padahal, jelas Aziz, ban seperti ini tidak akan mampu bekerja secara optimal dan usia pakainya akan lebih pendek. Kondisi ini akan membahayakan konsumen yang menggunakannya.&lt;br /&gt;Untuk mengantisipasi masuknya ban ilegal, sambungnya, APBI meminta Direktorat Jenderal Bea Cukai, serta Direktur Pengawasan Barang Beredar dan Jasa Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Departemen Perdagangan memperketat pengawasan. &lt;br /&gt;Selain itu, dia meminta agar pihak kepolisian bertindak lebih tegas terhadap importir yang terbukti memasukkan ban tidak sesuai dengan ketentuan SNI.&lt;br /&gt;"Saya dan pabrikan lokal berterima kasih karena pengawasan di pelabuhan besar sudah sangat baik sehingga bersih dari penyelundupan ban. Namun, di pelabuhan kecil masih ada. Dukungan dari kepolisian juga dibutuhkan dalam situasi seperti ini," ungkapnya.&lt;br /&gt;Sebelumnya, pada Desember tahun lalu Departemen Perdagangan telah menemukan tujuh merek ban ilegal yang beredar di Jakarta, yakni merek Yokohama, Toyo, Michellin, Suntires, Barum, Valcone, dan Continental.&lt;br /&gt;Terkait dengan krisis perekonomian, Aziz meminta para importir ban bisa bertindak memasukkan produk dari luar negeri. &lt;br /&gt;"Sesuai dengan arahan Direktur Industri Kimia Hilir Departemen Perindustrian Toni Tanduk pada 6 Februari lalu, sebaiknya importir bisa menahan diri sehingga produsen ban lokal masih bisa mengisi pasar dengan produknya," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aziz mengatakan pada tahun ini volume penjualan ban tidak akan bisa mencapai 42 juta unit, atau lebih rendah dibandingkan dengan pencapaian 2008, akibat melemahnya permintaan dari luar negeri dan pasar domestik. (22/ahmad muhibbuddin) (redaksi@bisnis.co.id) &lt;br /&gt;Sumber: Bisnis Indonesia 11/02/09&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5480674927697835235-2031869464120238636?l=infokaretalamindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/feeds/2031869464120238636/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5480674927697835235&amp;postID=2031869464120238636' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/2031869464120238636'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/2031869464120238636'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/2009/02/ban-ilegal-ber-sni-beredar-dipasar.html' title='BAN ILEGAL BER-SNI BEREDAR DIPASAR'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5480674927697835235.post-1472290426209550328</id><published>2009-02-11T05:14:00.000-08:00</published><updated>2009-02-11T05:17:36.379-08:00</updated><title type='text'>PETANI KARET MINTA PPH 22 DIHAPUS</title><content type='html'>Stok bokar di pabrik pengolahan menumpuk     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA: Asosiasi Petani Karet Indonesia (Apkarindo) Wilayah Sumatra Selatan meminta pemerintah [Dirjen Pajak] menghapus PPh Pasal 22 sebesar 0,5% terhadap karet produksi petani. &lt;br /&gt;"Sejak 2002 hingga sekarang para petani yang menjual karet hasil perkebunannya dikenakan pungutan 0,5%. Pemotongannya langsung dilakukan para petugas di pabrik pembeli karet dari para petani," kata Ketua Apkarindo Wilayah Sumsel, Cokroaminoto kepada Bisnis, kemarin. &lt;br /&gt;Harga karet mentah yang berlaku sekarang berkisar Rp3.000 hingga Rp3500. "Lalu setiap 1 kilogram dikenakan PPh sebesar 0,5% atau sekitar Rp100," katanya. &lt;br /&gt;Keresahan para petani karet terhadap pengenaan pajak tersebut , kata Cokroaminoto, terasa memberatkan setelah krisis keuangan global dalam 6 bulan terakhir. &lt;br /&gt;"Sebelumnya harga karet mentah para petani itu mencapai Rp9.000 per kg. Tapi sekarang hanya Rp3.000 hingga Rp3.500." &lt;br /&gt;Di kawasan itu, nilai transaksi perdagangan karet yang dihasilkan 500.000 kepala keluarga (KK) mencapai 7.000 ton per hari."Hasil pemotongan pungutan yang notabene untuk membayar pajak penghasilan dari penjualan kotor karet mentah itu diperkirakan mencapai Rp300 juta hingga Rp500 juta per hari," katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima negara importir terbesar karet Indonesia (ribuan ton)&lt;br /&gt;Negara             2004 2005 2006    2007&lt;br /&gt;AS            627,9 669,1 590,9 644,3&lt;br /&gt;Jepang            225,2 260,6 357,5 397,8&lt;br /&gt;China            197,5 249,8 337,2 341,8&lt;br /&gt;Singapura     85,6 115,1 135,4 161,2&lt;br /&gt;Korea             76,8 74,8 90,6 93,1&lt;br /&gt;Sumber: Gapkindo &lt;br /&gt;Konsumen karet petani di wilayah itu terdiri dari 21 perusahaan pengolahan karet. Ke-21 perusahaan itu melalui petugasnya langsung menarik Pph dari hasil penjualan kotor petani. &lt;br /&gt;Kondisi ini semakin diperburuk lagi dengan sikap Pemprov Sumsel yang belum memberikan perhatian serius untuk mendukung sektor perkebunan karet. &lt;br /&gt;"Harusnya pemerintah masih bisa meningkatkan pengadaan benih dan pupuk. Namun, pemerintah daerah belum memberikan dukungan maksimal," katanya. &lt;br /&gt;Upaya Apkarindo tersebut memperoleh dukungan dari Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pajak Sumatra Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung, Anang Sangkut dan Gubernur Sumsel Alex Noerdin. Kedua pejabat itu telah melayangkan surat kepada Dirjen Pajak dan Menteri Keuangan agar menunda sementara penarikan PPh 22 itu karena situasi krisis. &lt;br /&gt;Cokroaminoto dan beberapa perwakilan petani telah berupaya menemui Dirjen Pajak dalam beberapa hari ini. "Tapi, Pak Dirjen melalui Kasubdit Pemotongan Pajak Dasto meminta agar para petani membuat surat resmi yang meminta penghapusan pajak tersebut," katanya. &lt;br /&gt;Namun, hingga kini Dirjen Pajak belum mengeluarkan kebijakan penghapusan pajak itu sebagaimana diberikan kepada para petani kelapa sawit dan kopi di daerah Sumsel. "Kenapa petani kelapa sawit dan petani kopi bisa dibebaskan kewajiban PPh, tapi petani karet tidak?" &lt;br /&gt;Penolakan pabrik &lt;br /&gt;Dari Medan, Antara melaporkan, petani karet di Sumut menjerit karena sebagian besar pabrikan masih menolak membeli getah karet petani dengan dalih stok bahan olah karet (bokar) dan SIR 20 masih banyak akibat ekspor yang masih terganggu menyusul terjadinya krisis global sejak Oktober 2008. &lt;br /&gt;"Dijual murah pun pabrikan menolak dengan alasan mau dikemanakan bokar petani, karena stok masih menumpuk. Petani benar-benar lagi sulit," kata K.Siregar, petani karet Labuhan Batu, Medan. &lt;br /&gt;Di tengah semua harga kebutuhan naik, justru petani sulit menjual getah karet dan kalau pun terjual ke pedagang pengumpul, harganya murah sekali atau paling tinggi Rp3.000 per kg. &lt;br /&gt;Sekretaris Eksekutif Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumut Eddy Iwansyah yang dikonfirmasi soal terhentinya pembelian dari pabrikan hingga awal pekan ini mengaku kaget dengan dalih pabrikan mulai menggiling. &lt;br /&gt;Dia mengakui beberapa pekan lalu, sejumlah pabrikan menghentikan sementara pembelian bahan baku karena stok perusahaan menumpuk dengan adanya permintaan penundaan pengiriman dari pembeli luar negeri. (erwin. tambunan@bisnis.co.id) &lt;br /&gt;Oleh Erwin Tambunan&lt;br /&gt;Bisnis Indonesia &lt;br /&gt;Sumber: Bisnis Indonesia 11/02/09&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5480674927697835235-1472290426209550328?l=infokaretalamindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/feeds/1472290426209550328/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5480674927697835235&amp;postID=1472290426209550328' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/1472290426209550328'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/1472290426209550328'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/2009/02/petani-karet-minta-pph-22-dihapus.html' title='PETANI KARET MINTA PPH 22 DIHAPUS'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5480674927697835235.post-3682047535085629476</id><published>2009-02-10T07:09:00.000-08:00</published><updated>2009-02-10T07:11:30.970-08:00</updated><title type='text'>MENGURANGI EKSPOR KARET TAHUN 2009</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ITRC Sepakat Mengurangi Ekspor Tahun 2009&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mencermati perkembangan harga karet alam yang terus menurun, maka ketiga utama penghasil karet alam dunia Thailand, Indonesia dan Malaysia yang tergabung dalam International  Tripattete Rubber Council (ITRC) telah mengadakan pertemuan yang ke empat belas, di Lido Lake Resort Bogor tanggal 12-13 Desember 2008.&lt;br /&gt;Hasil dari pertemuan tersebut sebagaimana diutarakan oleh Nurmala BT. Abdul Rahim, Deputy Secretary General General, Kementrian Perusahaan Perladangan dan Komoditas Malaysia yang bertindak sebagai ketua sidang pada pertemuan tersebut kepada wartawan sebagai berikut:&lt;br /&gt;Pada pertemuan ke 14 ITRC, ke tiga negara sepakat untuk menurunkan volume ekspor selama tahun 2009 sebesar 915.000 ton menyusul pelemahan produksi industri yang berbahan baku karet alam dampak krisis global. Tiga negara menyepakati untuk menurunkan volume ekspor pada tahun depan (2009) sebesar 16 persen dari total ekspor karet tahun 2008 dari ketiga negara.&lt;br /&gt;Nurmala menambahkan total pengurangan ekspor sebesar 915.000 ton terdiri dari 700.000 ton melalui skema kesepakatan ketiga negara (Agreed Tonnage Scheme/AETS), sedangkan 215.000 disebabkan oleh peremajaan pohon karet dengan penebangan pohon yang tidak produktif. Selama kuartal pertama tahun 2009, ekspor karet ketiga negara akan dikurangi sebanyak 270.000 ton atau 38,7 persen dari AETS. Pengurangan volume ekspor pada kuartal berikutnya akan diimplementasikan dan di evaluasi secara berkesinabungan selama tahun 2009.&lt;br /&gt;Pada tanggal 29 Oktober 2008 ITRC telah mengeluarkan “Press Release” mengenai langkah yang ditempuh oleh ketiga negara anggota menghadapi penurunan harga karet alam dan pada pertemuan yang ke 14 ITRC ini juga di sampaikan  Press Release secara resmi sebagai berikut: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PRESS    STATEMENT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;International  Tripattete Rubber Council (ITRC)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;13 Dcember 2008, Bogor, Indonesia&lt;br /&gt;In view of the current natural rubber price, the 14th International  Tripattete Rubber Council (ITRC) Meeting agreed that additional coordinated measures, bisides those announced on 29th October 2008, will be undertaken immdiately by Thailand, Indonesia and Malaysia.&lt;br /&gt;This is to ensure that natural rubber price remain remunerative to over million smallholder hosehold and also fair for consumer relative to synthetic rubber price&lt;br /&gt;The Measures  are: &lt;br /&gt;1. Implementation of Agreed Export Tonnage Scheme (AETS)&lt;br /&gt;AETS will be implemented as 0f 1st January 2009. Under this scheme, Thailand, Indonesia, and  Malaysia will reduce their natural rubber exports. As a result, the market will be relived of a total of 915.000 tones of natural rubber in 2009, out of which 700.000 tones under AETS and 215.000 tones due to accelerated replanting under the Supply management Scheme (SMS).&lt;br /&gt;For the first quarter of 2009, the export of natural rubber from   the  three  countries will be reduced by 270.000 tones (38,57 %) of 700.000 tones). The balance of the AETS target will be implemented in subsequent quarters in 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Export Price:&lt;br /&gt;Currently, natural rubber is priced at a big discount to synthetic rubber. Hence, the Rubber Association of Indonesia (GAPKINDO), has already urged it’s  members not to sell  below US $ 1,37/kg. Both the Thai Rubber Association (TRA) and Federal of Rubber Trade Association of Malaysia (FRTAM) are adopting similar measure.&lt;br /&gt;3. Non-Fulfillment of Contracts&lt;br /&gt;The recent drastic decline of natural rubber price was aggravated by no fulfillment of contracts, which goes against the basic principle of contract sanctity.&lt;br /&gt;Whilst the trader in the exporting countries had in late October 2008 tried to address this issued  within the ambit of the ASEAN Rubber Business Council, albeit without much success, the Government of Thailand, Indonesia, Malaysia view this issue very seriously.&lt;br /&gt;If these unhealthy trade practice are allowed to continue unchecked, it will dampen the sentiment in the natural rubber market and undermine the century-old international rubber trade practices of relying on “words as their bonds”.&lt;br /&gt;In this respect, the ITRC agreed that three Governments approach the contractual parties’ respective governments to seek their cooperation to curb these unhealthy practices.&lt;br /&gt;Buyers and seller involved are also urged to resolve any can-fulfilled outstanding contracts urgently so that the international rubber trade can continue to operate orderly for long-term mutual benefit.&lt;br /&gt;4. Ministerial Meeting&lt;br /&gt;A Ministerial meeting will be held in January 2009 in Kuala Lumpur to adopt the following measures amongst other;&lt;br /&gt;i. Revision of Reference Price.&lt;br /&gt;ii. Strategic Market Operation.&lt;br /&gt;iii. Assistance to smallholder.&lt;br /&gt;iv. Non fulfillment of contracts. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Bulettin Karet No 12 / Tahun XXX&lt;br /&gt;[Dasril Daniel, Jambi, 10/02/09]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5480674927697835235-3682047535085629476?l=infokaretalamindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/feeds/3682047535085629476/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5480674927697835235&amp;postID=3682047535085629476' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/3682047535085629476'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/3682047535085629476'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/2009/02/mengurangi-ekspor-karet-tahun-2009.html' title='MENGURANGI EKSPOR KARET TAHUN 2009'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5480674927697835235.post-8761331475524732123</id><published>2009-02-09T23:02:00.000-08:00</published><updated>2009-02-09T23:03:54.385-08:00</updated><title type='text'>PUSAT INFORMASI KARET ALAM INDONESIA</title><content type='html'>DEWASA ini informasi tentang karet alam sangat banyak tersebat diberbagai lembaga dan perguruan tinggi, kemudian juga berkembang pesat pula, tetapi informsi tersebut tidak tekonsolidasi dalam satu sistem jaringan informasi, sehingga bila dunia usaha, pakar, peneliti, pemerhati dan mahasiswa sulit mendapatkannya, dengan lengkap dan mudah.&lt;br /&gt;Guna mengintegrasi perkaretan Indonesia, sebaiknya informasi tersebut tersedia sekurangnya dalam bentuk link, sehingga siapa saja yang membutuhkan informasi tetnang perkaretan tersedia di suatu lembaga. Dengan demikian lembaga tersebut juga merupakan perpustaakan khusus, tentang perkaretan:&lt;br /&gt;Isi dari pusat informasi perkaretan itu antara lain:&lt;br /&gt;- Media tulis, seperti buku, bulletin, jurnal, kliping koran, majalah.&lt;br /&gt;- Informasi berupa film, video, foto, audio.&lt;br /&gt;- Data sumber-sumber informasi perkaretan yang ada di berbagai lembaga, perpustakaan, dan sumber-sumber lainnya.&lt;br /&gt;- Link internet dengan berbagai sumber data/informasi karet seluruh dunia.&lt;br /&gt;- Peragaan produk produk karet, bahan penolong, mesin-mesin pengolah karet.&lt;br /&gt;Peran dari Pusat Informasi Perkaretan Indonesia ini diharapkan antara lain:&lt;br /&gt;- Menghimpun, mengkalisifikasikan data dan informasi perkaretan.&lt;br /&gt;- Menyebarluaskan informasi secara fasif (artinya yang membutuhkan yang memprakarsai untuk mencari data/informasi) pada pusat informasi.&lt;br /&gt;- Menyebarluaskan secara aktif melalui internet atau media komunikasi lainnya.&lt;br /&gt;Data yang dikumpulkan dan disediakan oleh Pusat Informasi Perkaretan Indonesia tersebut adalah semua data/informasi teknologi, ekonomi/pemasaran, perusahaan-peruhanan perkebunan karet, pembibitan, industri pengolahan dan manufatur, industri pengguna produk karet didalam dan luar negeri, lembaga-lembaga penelitian yang mengkait dengan perkaretan, lembaga pendidikan yang terkait, para pakar karet/polimer, kegiatan-kegiatan perkaretan (pendidikan, seminar, pameran), hasil penelitian karet dan produk karet.&lt;br /&gt;Secara insidentil lemabaga ini juga menyelenggarakan seminar atau pelatihan jangka pendek tentang perkaretan.&lt;br /&gt;Setahu saya lembaga seperti ini belum ada, sedangkan lembaga kajian dan lembaga lainnya yang terkait dengan karet sangat banyak.&lt;br /&gt;Siapa yang mungkin mensponsori berdirinya lembagai ini, kemungkinan adalah yang terbesar adalah lembaga pemerintah (Depertemen Perdagangan, Departemen Perindustrian, Departemen Pertanian, Menko Perekonomian, Bappenas, atau LIPI).&lt;br /&gt;Lembaga ini mungkin dalam bentuk semi pemerintah, dengan sharing dana dari dunia usahan sebagai CSR perusahaan perusahaan besar stakehoder perkaretan. Kalau perusahaan perusahaan besar itu menyumbang sedikit-sedikit, rutin tiap tahun, tentu tidak akan memberatkan mereka, asal akuntabel, dan dilaksanakan secara profesional dan oleh orang profesional juga.&lt;br /&gt;Untuk mewujudkan lemabaga ini tentu perlu kajian yang mendalam, sehingga kalau layak, lembaga ini akan bisa bertahan dalam waktu puluhan tahun dan memberi kontribusi pada perkembangan karet alam indonesia, menuju 2030 Indonesia Raja Karet Global. Kerjasama pemerintah dengan dunia usaha, lembaga ini bisa terwujud. Semoga. (Dasril Daniel, Jambi, 10/02/09)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5480674927697835235-8761331475524732123?l=infokaretalamindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/feeds/8761331475524732123/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5480674927697835235&amp;postID=8761331475524732123' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/8761331475524732123'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/8761331475524732123'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/2009/02/pusat-informasi-karet-alam-indonesia.html' title='PUSAT INFORMASI KARET ALAM INDONESIA'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5480674927697835235.post-5864228396734801635</id><published>2009-02-09T16:25:00.000-08:00</published><updated>2009-02-09T16:27:12.823-08:00</updated><title type='text'>MASYARAKAT PERKARETAN INDONESIA</title><content type='html'>Karet  dan produk karet Indonesia kalau ingin maju dan berkembang dengan pesat dimasa yang akan datang, harus dengan pendekatan agribisnis atau klaster (agribisnis dan kalster samasaja) atau pendekatan terintegrasi semua komponen klaster dengan satu visi yang jelas.&lt;br /&gt;Visi yang jelas ini sangat penting, karena akan menimbulkan gerakan bersama. Bersinergi semua klaster yang terkait dan saling menunjang. Nampaknya itu belum ada di negeri kita ini. Oleh sebab itu kiranya perlu dihadirkan suatu forum bagi orang-orang atau lembaga yang terkait dalam bidang perkaretan baik langsung maupun tidak langsung untuk menciptakan lamunan (dream/mimpi/visi) bersama perkaretan Indonesia ini, yang untuk sementara ini saya sebut dengan “MASYARAKAT PERKARETAN INDONESIA” (MPI). Dan ada pula forum ditingkat provinsi dan kabupaten/kota, yang ada perkebunan karet dan industri karetnya. &lt;br /&gt;Forum bisa dijelmakan menjadi  organisasi, atau cukup ada sponsor yang mengadakan pertemuan sekali dua atau tiga tahun untuk mengkaji kemajuan dunia perkaretan Indonesia, menyegarkan visi, mendekatkan pikiran dan hati masyarakat perkaretan indonesia ini.&lt;br /&gt;Yang memungkinkan menjadi sponsor tercipanya forum ini bisa dari pemerintah seperti (Departemen Perdagangan, Perindustrian, Pertanian atau Kantor Menko Perekonomian) Pemerintah Daerah, Perguruan Tinggi, Assosiasi Perkaretan yang ada, Pemerintah Daerah Penghasil karet utama. Bank, atau kolaborasi diantara beberapa lembaga terebut. Siapa yang akan menjadi penggerak, kita tunggu.&lt;br /&gt;Mungkin orang mengatakan, bukan kini saatnya, karena bisnis karet sedang terpukul oleh merosotnya harga karet alam dunia, justru dalam keadaan terpuruk inilah kita bicara apa yang harus kita perbuat untuk kita jauh lebih maju, selain untuk ban dan komponen otomotif dan produk karet yang ada sekarang ini, untuk apa lagi karet bisa dimanfaatkan, sehingga pasarnya semakin luas, kita bisa lebih banyak ekspor produk karet hilir, tidak terjebak hanya mengekspor bahan baku, apa kurangnya kita.&lt;br /&gt;Kita tidak ada yang kurang, kita tidak ada yang kurang, selain informasi, komunikasi, berkordinasi, terintegrasi, bersinergi dan konsistensi untuk menggapai lamunan (dream/visi). Pada perkaret ini belum ada visi bersama, mau seperti apa perkaretan nasional Indonesia pada tahun 2030 misalnya, itu belum ada. Forum MPI inilah yang akan merumuskannya bersama, bukan visi pemerintah, bukan visi swasta, perguruan tinggi, lembaga perkaretan, tetapi VISI MASYARAKAT PERKARETAN INDONESIA, visi yang dibentuk oleh semua stakeholder perkaretannya, lamunan yang akan diwujudkan bersama,  melalui berkomunikasi, kordinasi, integrasi dan sinergi dimasa yang akan datang.&lt;br /&gt;Kita harus melamun suatu saat Indonesia menjadi raja karet global, yang menguasai bisnis, teknologi (produksi, pengolahan/manukfaturing) dengan kretivitas tinggi, sehingga karet yang diekspor sebagian besar sudah barang jadi, dan merek-merek indonesia menguasai pasar dunia. Dengan duduk bersama, dan bekerjasama kita bisa, tetapi jalan sendiri-sendiri, diam-diam tentu tidak bisa. Tuhan tidak akan merubah nasib suatu kaun kalau kaum itu sendiri tidak merubah nasibnya. Mari kita berubah (revitalisasi, reformasi), untuk kejayaan karet alam Indonesia dan kejayaan Indonesia dan kesejahteraan masyarakat (Dasril Daniel, Jambi, 10/0/209.&lt;br /&gt;Catatan: &lt;br /&gt;Saya  menterjemah dream dengan lamunan, bukan mimpi, karena mimpi adalah sesuatu gambaran dalam tidur (sesuatu yang given), sedangan lamunan gambaran yang diadakan dalam keadaan sadar dan bisa dikendalikan), karena secara umum banyak orang memadankan visi, dream aua mimpi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5480674927697835235-5864228396734801635?l=infokaretalamindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/feeds/5864228396734801635/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5480674927697835235&amp;postID=5864228396734801635' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/5864228396734801635'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/5864228396734801635'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/2009/02/masyarakat-perkaretan-indonesia.html' title='MASYARAKAT PERKARETAN INDONESIA'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5480674927697835235.post-8629530021857225407</id><published>2009-02-08T07:08:00.000-08:00</published><updated>2009-02-08T07:09:53.901-08:00</updated><title type='text'>PASAR LELANG LOKAL KARET</title><content type='html'>Semenjak tahun 1989 telah dikembangan pasar lelang lokal karet (PLL) di Desa Panerokan Kabupaten Batanghari, dan tahun 1990 di Desa Bukit Baling, Kabupaten Muaro Jambi, keduanya di Provinsi Jambi, sampai sekarang masih bertahan selama dua puluh tahun, berjalan tanpa pernah berhenti.&lt;br /&gt;PLL karet, tersebut dihadirkan atas prakarsa Kanwil Departemen Perdagangan (ketika itu), bekerja sama dengan pemerintah Provinsi Jambi, Pemerintah Kabupaten Batanghari (Kab Muarojambi adalah kabupaten pemekaran Kab Batanghari), Kanwil Koperasi, Dinas Perkebunan, Gapkindo Cabang Jambi, BRI Cabang Jambi, KUD Berdikari (Desa Panerokan) dan KUD Akso Dano (Desa Sekernan).&lt;br /&gt;Penjualan karet melalui sistem lelang yang dikembangkan tersebut, pada rinsipnya mengadopsi pasar lelang karet di marga (desa) pada masa lampau, yang dibubarkan karena diperlakukan Undang-undang No 1 tahun 1974 tentang pemerintah desa. Tentu saja dilakukan penyesuaian disana sini untuk memenuhi tuntutan administrasi modern, namun administarsi yang sesederhana mungkin, sehingga tidak memeberatkan petani (satu lembar kertas kecil untuk semua fungsi). Artinya pembangunan yang berhulu pada budaya lokal, tanpa banyak mengkutak-katik, sederhana sehingga mudah dipahami oleh orang desa.&lt;br /&gt;Dengan adanya pasar lelang, menyebabkan pasar didesa menjadi transparan (sebelumnya tertutup mendekati oligopoli), yang berimbas pada petani mendapat harga yang layak dan lebih tinggi dari harga yang sebelum ada pasar lelang dan lebih tinggi dari harga karet desa yang tidak ada pengaruh pasar lelang, mutu karet rakyat (bokar) menjadi lebih baik, lebih rasionalam mata rantai pemasaran, dan efisiensi pada transportasi. Kenikmatan inilah yang diterima petani, sehingga pasar lelang tersebut bisa bertahan. Kemudian di kondisikan dari awal bahwa PLL itu milik petania, milik masyarakat, pemerintah hanya membina di awal untuk beberapa waktu saja, kemudian PLL dikelola oleh masyarakat sendiri sebagi lembaga perdagangan (dalam hal ini oleh KUD), sehingga masyarakat sudah menyiapkan diri untuk mengelolanya secara komersial, dan pemerintah hanya bertindak sebagai pemantau dan supervisor bila di perlukan.&lt;br /&gt;PLL dirikan di pedesaan, memang pasar lelang kecil-kecil, namun keberadaannya secara langsung dinikmati oleh petani,  kalau pasar lelang didirikan mendekati konsumen /industri, kenikmatan tidak langsung dinikmati oleh petani, bisa petani tidak menikmati, tetapi pedagang.&lt;br /&gt;Tujuan pasar lelang diadakan untuk meningkatkan pendapatan petani melalui mewajarkan harga di pedesaan akibat adanya alternatif pasar yang terbukan dan perbaikan mutu.&lt;br /&gt;Manfaat lain yang diterima petani, adalah pasar lelang menjadi tempat berinteraksinya sesama petani, saling tukar informasi, dan dapat pula digunakan oleh pihak pemerintah untuk menyampaikan pesan-pesan atau penyuluhan. Akhir-akhir ini hari lelang menjadi hari libur oleh petani untuk menyadap, sesudah lelang pergi ke pasar untuk berbelanja, mengunjungi sanak famili.&lt;br /&gt;Uniknya kedua pasar lelang tersebut tidak pernah opening cermony –nya oleh petinggi negeri, karena pada awalnya dipermalumkan sebagai uji coba, sampai terbentuk sistem yang mantap, sebelum diresmikan, berjalan mulus, pembukaan dengan resmi tidak pernah dilakukan.&lt;br /&gt;PLL, talah berkembang di berbagai Kabupaten di Provinsi Jambi, baik atas prakarsa Bapebti Dep Perdaganga, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten. Ada pula yang didirikan atas prakarsa petani dan pedagangan setempat, peran pemerintah hanya supervisi dan memberikan bantuan sebagai stimulan saja.&lt;br /&gt;Pasar lelang sejenis juga telah berkembang diberbagai desa sentra produksi karet di berbagai provinsi di Indonesia, dan membuktikan sistem lelang komoditi di pedesaan telah teruji oleh zaman.&lt;br /&gt;Konsep pasar lelang ini sangat relevan dengan sistem otonomi daerah, oleh sebab itu perkembanganya perlu dipacu, sejalan dengan revitalisi pertanian, khusunya karet. Pengingkatan produksi bila diikuti pewajaran harga di tingkat petani, maka akan memberikan peningkatan pendapat petani yang lebih besar. Oleh sebab itu Departemen Perdagangan Cq Bapebti dan  Ditjen Perdagangan Dalam Negeri, lebih intensif mengkomunikasikan PLL, kepada Pemda-pemda Kabupaten yang mempunya produk potensial untuk di perdagangan dengan sistem lelang. Semoga. (Dasril Daniel, Jambi, 08/02/09)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5480674927697835235-8629530021857225407?l=infokaretalamindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/feeds/8629530021857225407/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5480674927697835235&amp;postID=8629530021857225407' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/8629530021857225407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/8629530021857225407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/2009/02/pasar-lelang-lokal-karet.html' title='PASAR LELANG LOKAL KARET'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5480674927697835235.post-8159070639764731693</id><published>2009-02-07T20:42:00.000-08:00</published><updated>2009-02-07T20:43:33.800-08:00</updated><title type='text'>REVITALISASI dan REFORMASI SEMANGAT KARET ALAM</title><content type='html'>Di Indonesia telah berkembang pertanian karet lebih dari seratus tahun, dan mejadi negara produsen terbesar, namun produksi yang besar itu tidak menjadikan Indonesia yang menguasai teknologi dan bisnis karet dunia. Apa kurangnya kita ? Kok jadi demikian.&lt;br /&gt;Karet alam hampir 80 persen di gunakan untuk ban kendaraan, tetapi tidak ada merek ban Indonesia yang menglobal, karet alam digunakan untuk komponen otomotif, juga sebagian besar kita impor, karet alam di gunakan untuk kondom, tetapi belum bisa juga biscara global, termasuk sarung tangan, sepatu, bahan baku sepatu dan lain sebagainya, kita banyak industri mobil dan sepeda motor, belum ada yang kelas global. Apa kurangnya kita, apa kelebihan negara lain ? Kok jadi begini.&lt;br /&gt;Kita berjuta petani karet, puluhah ribu pedagangan karet, berpuluh industri crumb rubber / eksportir karet, ratusan industri karet hilir, banyak bank, ratusan pakar karet/polimer, puluhan lembaga penelitian karet,  polimer, kimia, mesin yang terkait karet. Puluhan fakultas yang terkait dengan perkaret, seperti fakultas pertania, fakultas teknologi hasil pertanian, fakultas teknik industri, fakultas teknik kimia. Apa kuranyanya kita, apa kelebihan orang? &lt;br /&gt;Kita punya lembaga pemerintah yang terlibat dengan perkaretan, seperti Departemen Perdagangan, Departemen Pertanian, Departemen Perindustrian, Menteri negara Riset/ BPPT, Menteri Negara Perencanaan Pembangunan/Bappenas, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, ratusan Pemerintah daerah Provinsi, Kabupaten/Kota bersama perangkat-perangkatnya kita, apa hebatnya kita, apa kurangnya negara lain ?.&lt;br /&gt;Kita banyak assosiasi, ada kelompok tani, ada Gabungan Pengusaha Karet Indonesia, Asosiasi perkebunan, asosiasi industri otomotif, ada KamarDagang dan Industri Indonesia, ada berbagai asososiasi profesi yang terkait dengan karet, apa lebinya orang, apa kurangnya kita?&lt;br /&gt;Kita banyak informasi, berupa buku, bulletin, disertasi, thesis, laporan penelitian, dokumen program dan perencanaan, berapa yang bisa diaplikasi dengan baik dan benar.&lt;br /&gt;Kita punya Grand strategi, punya berbagai perencaaan di berbagai lembaga baik untuk tataran nasional, daerah, lembaga, asosiasi dan lain sebagainya, apa lagi kurangnya kita, kok jadi begini, kita dikutakatik orang lain, kita jadi ayam mati dilumbung, kita miskin dalam kekayaan yang melimpah, kita lemah padahan kita punya kekuatan yang besar.&lt;br /&gt;Sebanarnya kita tidak banyak kelemahan, tetapi ada, hanya sedikit yakni lupa dengan ajaran nenek moyang, yakni “filsafah sapu lidi” kita tidak pernah bersama, tidak pernah menayapu dunia perkaretan dengan sapu filsafat sapu lidi, hanya itu saja, sedikit saja.&lt;br /&gt;Tinggal siapa yang jadi lidi, siapa pengikat lidi, siapa tangkai sapu, siapa yang menyapu. Tentu yang menyapu, sudah tentu yang menyapu adalah kita juga, siapa yang berperan otak, siapa yang berperan mata, siapa yang berperan kaki, siapa yang berperan kaki, dan yang utama adalah siap yang berperan “HATI atau QALBU” yang mengkobarkan semangat, menjaga kesabaran (istiqamah), konsistensi, kordinasi, integrasi semua komponen yang ada pada penyapu, yang membuat sapu bergerak menanyapu perkaretan global. Visinya kita jadi raja karet dunia, kita sejahtera dari karet, kita kaya dari karet.&lt;br /&gt;Saya ingin mengambil peran dari satu filsfat sapu lidi sebisa saya, sekurangnya menjaga hati dari penyapu, “lebih hati kurang hati, karena hati kita bisa mati-matian untuk mencapai visi, saya ingin menjadi sedikit hati dalam perkaretan nasional, melalui blog ini.&lt;br /&gt;Web-blog ini saya maksudkan untuk menyampaikan pikiran-pikiran saya, menghimpun informasi tenatang perkaretan yang bisa saya dapat dari media cetak, online dan lain sebagainya, dan menyebar luaskannya. Menrima tulisan dari pembaca atau pemerhati karet yang disampaikan memalui e-mail saya untuk disebarluaskan, tentu saja mengenai perkaretan dan tanggung jawab dari penulis.&lt;br /&gt;Pada kesempatan saya mohon izin kepada media, yang saya ambil untuk disiarkan, tentu saja saya sebutkan sumbernya.&lt;br /&gt;Semoga dengan kita mengambil bagian dari sapu lidi perkaretan Indonesia dan partisipasi anda sangat saya harapkan.&lt;br /&gt;Dasril Daniel, Jambi, 07 Februari 2009&lt;br /&gt;dasrildaniel@yahoo.co.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5480674927697835235-8159070639764731693?l=infokaretalamindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/feeds/8159070639764731693/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5480674927697835235&amp;postID=8159070639764731693' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/8159070639764731693'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5480674927697835235/posts/default/8159070639764731693'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://infokaretalamindonesia.blogspot.com/2009/02/revitalisasi-dan-reformasi-semangat.html' title='REVITALISASI dan REFORMASI SEMANGAT KARET ALAM'/><author><name>DAS VENCHES</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12234774434859373067</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
